energi terbarukan: BUDIDAYA jatrophA


SENIN, 09 MARET 2009
CARA MENANAM BENIH UNGGUL JARAK PAGAR ” JATROMAS”
1. Rendam biji Jarak Pagar selama 12 jam dalam air yang dicampur fungisida.

2. Masukan 1-2 biji Jarak Pagar sedalam ± 5 cm ke dalam media campuran tanah, kompos dan pasir (perbandingan 1 :1 : 1 ) yang sudah diwadahi polybag. Bagian radikula (akar lembaga) terletak di bawah.

3. Tempatkan di bawah tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari di atas jam 10 pagi, jaga kelembaban dengan penyiraman 2-3 kali sehari disesuaikan dengan kondisi kelembaban media.

4. 2 bulan kemudian siap untuk dipindah ke lapangan ditandai dengan jumlah daun lebih dari 3 helai dan tinggi sekitar 30 cm.

5. Penanaman diusahakan disiram sampai tanaman bertunas, dan penanaman dilaksanakan pada awal musim penghujan.
Di zaman penjajahan Jepang, orang dipaksa menanam jarak pagar untuk diambil minyaknya sebagai bahan bakar kapal dan pelumas senjata. Secara tradisional, masyarakat Jawa sebetulnya biasa memanfaatkan daun serta minyak buah jarak untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, yakni diare, penurun panas, gatal, dan borok kronis.

Kasmin (32 tahun) dan Wandi (29), ingat betul, semasa kecil di Jepara, ibunya selalu memborehkan remasan daun jarak pagar di sekitar pusar mereka saat tubuhnya panas tinggi. Menurut kedua juru masak sebuah rumah makan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat ini, malam hari diobati dengan daun jarak, paginya suhu tubuh mereka sudah kembali normal.

David (33), sinse yang berpraktik di bilangan Daan Mongot, Jakarat Barat, mengaku semasa kanak-kanak, ibunya sering meletakkan daun jarak pagar yang telah diolesi minyak kelapa dan dipanaskan di atas api ke perutnya. Resep itu terbukti ampuh untuk menanggulangi diare yang menyerangnya.

Bahan Bakar
Jatropha curcas alias jarak pagar sudah dikenal luas oleh masyarakat pedesaan. Tumbuhan bernama Cina, Ma feng shu ini, biasa ditanam sebagai pagar rumah, di kebun, atau di makam. Di Sumatera, tanaman ini bernama Nawaih nawas, jarak kosta di Sulawesi, Lulu nau (Nusa Tenggara), dan Muun mav (Maluku).
Menurut cerita banyak orang, pada zaman penjajahan Jepang, rakyat dipaksa menanam pohon jarak. Minyaknya diambil untuk digunakan sebagai bahan bakar kapal dan pelumas senjata.

Oleh banyak petani tanaman hias di Jakarta, tanaman berfamili Euphorbiaceae ini dijadikan bahan kawinan dengan pohon lain. Contohnya dengan pohon batavia dan beringin putih.
Masyarakat Tangerang yang diwawancarai SENIOR mengaku memanfaatkan tanaman ini sebagai obat tradisional sakit perut. Kadin UKM melaporkan, jarak pagar terbukti meningkatkan produktivitas ayam petelur serta mengindikasikan adanya manfaat yang lebih hebat daripada Viagra, yang harus diimpor dengan harga mahal.

Manfaat untuk Bayi
Akibat buang air, berat badan bayi akan mudah menyusut. Dokter biasanya akan mengobservasi mengapa bayi jatuh sakit, apakah mungkin akibat makanan atau minuman yang dikonsumsi sang ibu, cuaca dingin, atau sebab lain. Secara empiris, balita yang sakit mencret dapat disembuhkan dengan daun jarak pagar.
Caranya, petiklah tiga lembar daun jarak, terutama yang masih hijau dan segar. Olesi daun jarak itu dengan minyak kelapa secara merata di bagian atasnya. Setelah itu, panggang di atas kompor selama beberapa detik hingga tampak layu.

Tempelkan daun jarak tersebut di perut bayi, tentunya setelah daun terasa hangat. Tiga lembar daun itu sebaiknya ditaruh melebar, sehingga bisa menutupi seluruh bagian perut bayi.
Sinse David mengingatkan, jangan lupa untuk membedong atau membalut perut bayi memakai kain. Setelah beberapa menit, lebih baik lagi jika bayi sudah terbangun dari tidur pulas, bukalah bedong tersebut. Biasanya daun jarak tadi sudah mengering, dan bisa dibuang.

Antipiretik
Jarak pagar merupakan tumbuhan yang berasal dari kawasan tropis dan subtropis, dan tumbuh subur di kawasan Amerika Selatan, Amerika Utara, Afrika, dan di Asia. Tinggi pohon ini berkisar 4-5 meter dengan ranting yang mengandung banyak cairan getah.

Lebar daunnya kira-kira 15 cm. Bunganya kecil berwarna kuning kehijauan dan tumbuh berkelompok. Buahnya berbentuk bujur telur, licin, dan akan berganti warna, dari hijau ke kuning. Bila kering menjadi berwarna hitam. Bila telah masak, akan merekah dan mengeluarkan biji berwarna hitam.
Dijelaskan Dr. A. Setiawan Wirian, salah seorang pendiri Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupuntur se-Indonesia (HIPTRI), jarak pagar berkhasiat sebagai pencahar dan toksik lektin. Tanaman yang dikembangbiakkan dengan biji dan stek batang ini mempunyai rasa pahit, astrigent, sejuk, beracun.

Masih kata Dr. Wirian, jarak pagar juga mampu melancarkan darah (stagnant blood dispelling), menghilangkan bengkak (antiswelling), menghentikan perdarahan (hemostatik), serta menghilangkan gatal (antipruritik). Tanaman ini mengandung n-l-triakontanol, alpha-amirin, kampesterol, stigmast-5-ene-3 beta, 7 alpha-diol, stigmasterol, beta-sitosterol, iso-viteksin, viteksin, 7-keto-beta sitosterol, dan HCN.

Di India, menurut pakar pohon jarak pagar dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Ir. Robert Manurung, minyak jarak telah diadopsi sebagai minyak bakar mesin kereta api. Saat ini India menanam pohon jarak pagar di sepanjang bantaran rel kereta api sepanjang 24.000 km!
Selama ini, petani Indonesia hanya memanfaatkan pohon jarak pagar sebagai tumbuhan pagar atau pembatas sawah karena dianggap tidak ekonomis. Daun dan buahnya pun cuma digunakan untuk pakan ternak.

Untunglah, setelah ditemukan cara mengekstrak buah jarak menjadi minyak, tanaman memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan, jika dibandingkan dengan komoditas lain, potensi tanaman ini sangat tinggi. Dari satu hektar bisa dihasilkan 40 ton biji dengan harga jual Rp 2.000 per kilogram.
Seperti diuraikan Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso, dan Rektor Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ansori Mattjik, seusai melihat peralatan pengolah biji jarak menjadi BBM dan unjuk kerja generator pembangkit listrik berbahan bakar minyak jarak di Kampus ITB, Bandung, pertengahan tahun lalu, pohon jarak bisa menjadi primadona di dunia pertanian. Sebab, berdasarkan hasil penelitian di ITB bekerja sama dengan Mitsubishi Research Institute, minyak jarak memiliki kemampuan setara solar, sehingga bisa dijadikan BBM alternatif untuk masyarakat

Sumber: GHS
Wartawan: TOK
gambar pohon jarak pagar:

Jatropha multifida termasuk suku jarak-jarakan (Euphorbiaceae), kerabat dekatnya J. podagrica. Nama jarak sendiri adalah Ricinus communis, pada umumnya suku Euphorbiaceae mempunyai getah putih agak bening dan beracun. Perawakan perdu tinggi bisa mencapai 8 meter, daun tunggal, bentuk daun palmate (menjari) yamg punya lekukan banyak (multifidus), Perbanyakan sangat gampang bisa dari biji bisa dengan stek batang. Getahnya mengandung zat yang bisa menutup aliran darah yang terbuka (pengganti obat merah/betadin) bila kena luka baru.

ITB Buat Bahan Bakar dari Minyak Jarak
20
12
2007
Institut Teknologi Bandung dan Mitsubishi Research Institute, Jepang, menciptakan bahan bakar minyak dari 100 persen minyak jarak alami. Penelitiannya sudah dilakukan sejak awal 2004. Hari Jumat (18/2), tim peneliti dari ITB dan Jepang mendemonstrasikan pembuatan dan penggunaan bahan bakar tersebut di ITB.
Pembuatan minyak tersebut sangat sederhana. Cukup dengan mengukus 50 kilogram buah jarak selama satu jam. Lalu daging dihancurkan dengan mesin blender. Setelah itu, daging buah dan biji yang sudah dihancurkan dimasukkan ke dalam mesin tempa minyak. Dengan penekanan dongkrak hidrolik, ampas diperas hingga menghasilkan minyak. Wujud BBM dari biji jarak ini seperti minyak goreng, kental, licin, dan baunya tidak mencolok. Pada 10 kilogram biji jarak yang sudah dihancurkan akan dihasilkan 3,5 liter minyak jarak. Minyak ini bisa menggantikan solar.
Menurut koordinator peneliti dari ITB Dr Robert Manurung, perbedaan karakteristik antara minyak jarak dan solar sangat kecil. Pada minyak jarak, terdapat banyak oksigen sehingga pembakaran sempurna. Akibatnya, buangannya tidak berbahaya dan bersih. Namun nilai kalorinya lebih rendah dari solar. Sementara solar tidak memiliki oksigen sehingga hanya proses pembakarannya tidak sempurna. Akibatnya, buangan mengandung karbon monoksida yang berbahaya. Tetapi nilai kalorinya tinggi. “Meskipun nilai kalori minyak jarak lebih rendah dari solar, namun karena proses pembakarannya lebih sempurna, maka kekuatannya sama besar,” kata Robert.
Dari segi harga, minyak jarak bisa bersaing dengan solar. Minyak jarak berharga sekitar Rp 2.250 per liter. Sementara solar tanpa subsidi berharga sekitar Rp 2.800 per liter. Robert mengatakan, Jepang yang menjadi pelanggan bahan bakar gas dan batu bara dari Indonesia tertarik pada minyak jarak. “Mungkin suatu hari mereka akan mengimpor minyak jarak ini,” kata Robert.
Tanaman semak
Jatropha Curcs L dikenal sebagai jarak pagar. Jarak pagar merupakan tanaman semak yang tumbuh cepat dengan ketinggian mencapai 3-5 meter. Tanaman ini tahan kekeringan dan dapat tumbuh di tempat bercurah hujan 200 milimeter per tahun hingga 1.500 milimeter per tahun. Jarak pagar hampir tidak memiliki hama karena sebagian besar bagian tubuhnya beracun. Tanaman ini mulai berbuah setelah berusia lima bulan dan mencapai produktivitas penuh pada usia lima tahun. Buahnya elips dengan panjang satu inci, memiliki dua hingga tiga biji. Umur tanaman ini bisa mencapai 50 tahun. Biji, daging buah, dan cangkang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Selain itu bagian-bagian tubuh jarak bisa digunakan untuk insektisida, pupuk, dan biogas.
Buah ini banyak tumbuh di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam penelitiannya, menurut Robert, pihaknya memilih jarak dari NTT karena di daerah tersebut buah jarak mudah ditemukan. NTT memiliki ratusan hektar lahan jarak. Selain itu, jika minyak jarak bisa diproduksi terus-menerus, masyarakat NTT bisa meningkatkan kehidupan ekonominya.
Ketua Komisi IV DPR-RI Mindo Sianipar berpendapat, prospek penggunaan minyak jarak sebagai bahan bakar sangat cerah. Dia merasa yakin, para pengusaha industri sudah mengetahui tentang keunggulan minyak jarak. Hanya saja, dibutuhkan waktu serta program untuk membuat minyak jarak lebih populer. Berkaitan dengan itu, Mindo akan mengadakan pertemuan dengan anggota DPR-RI lainnya untuk membicarakan hal ini sebagai salah satu solusi krisis energi. Bila sosialisasi berjalan baik, Mindo yakin potensi minyak jarak akan diperhitungkan para pelaku industri.
Selain berguna untuk industri, minyak jarak akan sangat bermanfaat bagi penduduk sekitar sebagai mata pencaharian. Sebab, selama ini pohon jarak dibiarkan begitu saja tanpa disadari manfaatnya. “Masyarakat kecil bisa menjadi petani, dan pelaku industri yang bermodal besar dapat menampung serta menyalurkan minyak jarak itu untuk digunakan atau dijual,” kata Mindo.
Keampuhan minyak jarak sebenarnya sudah digunakan Jepang sejak Perang Dunia II sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi. Ketika itu, banyak kapal laut logistik Jepang yang dikaramkan armada perang Amerika Serikat sehingga minyak jarak dilirik sebagai alternatif lain. BBM tersebut digunakan untuk tank dan pesawat tempur milik Jepang.
Wakil Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya mengatakan, dulu masyarakat NTT menggunakan jarak sebagai pengganti minyak tanah atau listrik. Caranya, buah jarak ditusuk dan dibakar seperti sate. Kini pemandangan itu sudah jarang terlihat di NTT

Kompor Bahan Bakar Biji Jarak

Senin, 24-03-2008 11:27:21 oleh: Micky Jo
Kanal: Peristiwa

Pemerintah berencana menarik subsidi minyak tanah per 1 Mei 2008 nanti. Walaupun masih berupa rencana namun hal tersebut sudah membuat resah masyarakat kecil.

Berdasarkan data yang dikumpul tim GOOD MORNING pagi ini (24/3), Pemerintah telah mensubsidi kebutuhan minyak tanah untuk masyarakat Jakarta sebesar 70 ribu kiloliter sepanjang tahun 2007..Nah loh…itu baru Jakarta loh…

Yup, kelangkaan minyak tanah diberbagai pelosok negri kita ini tak ayal juga melambungkan nilai jual minyak tanah tersebut. Harga Minyak tanah sekarang berkisar Rp 2.800,-s/d Rp 4.000,- dan dipastikan akan melonjak menjadi Rp 7.000,-/liter bila Pemerintah benar – benar tidak lagi memberikan subsidi ( selama persediaan di pangkalan Minyak tanah masih ada loh..).

Rencana Pemerintah untuk melakukan konversi bahan bakar elpiji-pun masih menjadi polemik sebagian besar masyarakat yang notabene adalah rakyat tidak mampu. Menurut masyarakat, harga elpiji sebesar Rp 15.000,- /tabung masih terlalu mahal.

Untuk itu mereka masih menganggap kenaikan minyak tanah masih diambang batas…” Asalkan gak habis sih harga Rp 7.000,- sih gak apa – apa…”..kata salah satu warga. Nah, bagaimana bila minyak tanah benar – benar RAIB dari bumi INDONESIA ini?

Hal itulah yang memicu sekelompok pengrajin dari Lowokwaru Malang untuk memproduksi kompor dengan bahan bakar dari BIJI JARAK. Sekilas kompor tersebut terlihat tidak jauh berbeda seperti kompor minyak pada umumnya. Hanya saja BIJI JARAK langsung diletakkan di atas tangki ( tanpa proses penyulingan loh ). Dan api yang dihasilkan juga gak kalah dengan kompor minyak. Warga Malang menyambut gembira kompor baru ini karena bahan bakarnya-pun gak terlalu sulit didapatkan…hampir di setiap halaman rumah warga terdapat tanaman JARAK ini..selain memang mudah tumbuh, BIJI JARAK-pun banyak dijual dipasar ( harganya jauh lebih murah dunk..).

O,ya kompor berbahan bakar BIJI JARAK ini dapat dimiliki oleh warga seharga RP 50.000,- ( Gak mahal loh..).. Sebenarnya penggunaan BIJI tanaman JARAK sebagai bahan bakar sudah lama dikenal terutama di dunia otomotif.

Sekilas tentang Tamanan Jarak…

Tanaman jarak penghasil biodiesel ini berasal dari jenis TANAMAN JARAK pagar dikenal dalam bahasa Inggris bernama Physic Nut ( species Jatropha curcas ). Tanaman jarak Physic Nut banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia dan yang lebih penting lagi nih.. dapat diperoleh ekstrak minyak dari bijinya. Hmmm, untuk itulah tanaman jarak Physic Nut lebih banyak terkait dengan informasi biodiesel atau biofuel.

Yup, minyak jarak (Jatropha oil) akhir-akhir ini mulai banyak diperkenalkan sebagai energi alternatif biodiesel. Biodiesel tersebut dihasilkan dari minyak yang diperoleh dari biji tanaman jarak. Dan dalam berbagai penelitian tentang minyak yang dihasilkan oleh tanaman jarak ini tampaknya dapat menjadi substitusi bahan bakar diesel.

Menghadapi krisis kelangkaan BBM dan kenaikan harga BBM di Indonesia, Pemerintah mulai menggali sumber-sumber energi alternatif. Minyak jarak ini pun mulai mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Setelah dirintis oleh ITB kemudian diikuti oleh IPB, dan selanjutnya diikuti oleh lembaga pemerintah pusat yaitu BPPT dll dan saling bekerja sama untuk pengembangan minyak jarak sebagai bahan bakar minyak alternatif ini.

Semoga dapat mengurangi keresahan masyarakat atas kelangkaan minyak tanah ya…^_^

Krisis BBM, Jarak, dan Algae
F RAHARDI (KOMPAS)
Krisis bahan bakar minyak global ikut memukul Indonesia. Alternatif substitusi BBM pun dicari. Dan tanaman jarak sempat menyedot perhatian. Benarkah jarak bisa mengatasi soal BBM? Jangan-jangan kebijakan yang dibuat bisa membuat pemerintah kian tak populer. Mengapa?

Dari tiap hektar kebun jarak pagar (Jatropha curcas), dalam setahun hanya menghasilkan 1.500 liter minyak. Ini lebih baik dibanding biji lobak yang menghasilkan 1.000 liter dan biji kubis (mustard) 1.300 liter. Namun, jarak masih kalah unggul dari kelapa (2.200 liter), sawit (Crude Palm Oil/CPO) (5.800 liter), dan terlebih lagi dari algae yang produktivitasnya mencapai 40.000 hingga 120.000 liter per hektar per tahun. Produktivitas algae benar-benar luar biasa dibanding CPO sekalipun.

Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetirah di resor Losari, Jawa Tengah, memang ada laporan tentang jarak, metanol (dari tetes tebu), dan CPO. Tetapi perhatian SBY dan pers terfokus ke jarak. Alam pikiran bawah sadar kita beranggapan, ada tumbuhan ajaib yang bisa mengatasi masalah dan bisa memakmurkan rakyat Indonesia yang terus dirundung bencana.

Dalam pertemuan informal dengan para menteri di Losari itu, tidak ada sedikit pun info tentang algae. Hingga media, termasuk Kompas, terkecoh mempromosikan jarak pagar sebagai komoditas yang bisa mengatasi krisis BBM sekaligus memakmurkan petani Indonesia. Sejak Kompas memuat informasi tentang jarak (11-12/7/2006), banyak pertanyaan ihwal komoditas itu.

Plus minus jarak

Meski produktivitasnya kalah dari kelapa dan CPO, jarak tetap memiliki keunggulan sebab budidaya dan pascapanennya amat sederhana hingga bisa dilakukan dalam skala rumah tangga. Jarak juga bisa digunakan untuk bahan bakar sehingga tidak bersaing sebagai produk pangan, seperti kelapa dan CPO. Jarak memiliki keunggulan, dapat dikembangkan di kawasan kering dan tandus, misalnya di Provinsi NTT.

Kelemahan jarak adalah produktivitasnya. Produktivitasnya justru menurun jika dibudidayakan di lahan subur, di kawasan basah. Jika jarak ditanam di Pulau Jawa, daunnya akan rimbun tapi buahnya sedikit. Selain itu, harga biodiesel dari jarak harus lebih murah dari solar. Jika harga solar Rp 4.300 per liter, minyak jarak hanya bisa dijual Rp 4.000 di tingkat konsumen atau Rp 3.500 di tingkat produsen. Dengan produktivitas 1.500 liter per hektar per tahun, pendapatan bruto agroindustri jarak Rp 5.250.000 per hektar per tahun.

Nilai rata-rata lahan di Jawa sudah di atas Rp 10.000 per meter persegi atau Rp 100.000.000 per hektar. Dengan suku bunga deposito lima persen per tahun, jika lahan dijual dan uangnya dideposito, maka hasil bersihnya Rp 5.000.000 per tahun tanpa harus kerja dan menanggung risiko.

Masih banyak komoditas yang hasilnya lebih tinggi dari jarak. Komoditas pangan atau hortikultura, dengan masa panen 3-4 bulan (4-3 kali panen per tahun), hasil lahan itu pasti lebih tinggi.

Informasi inilah yang disembunyikan para promotor jarak. Rakyat, bupati, gubernur, menteri, bahkan presiden, tidak diberitahu bahwa pendapatan bruto agroindustri jarak hanya Rp 5.250.000 per hektar per tahun.

Pendapatan ini tidak feasible untuk disodorkan ke rakyat. Sebab bagi mereka, lebih menguntungkan memproduksi CPO atau gula tebu dengan hasil sampingan biodiesel dan metanol.

Keunggulan “Algae”

Masyarakat awam biasa menyebut algae sebagai lumut. Tumbuhan purba ini sering mengganggu akuarium dan kolam renang. Itu adalah algae bersel banyak. Algae yang rendemen minyaknya tinggi dan pertumbuhannya cepat adalah tumbuhan bersel satu, terutama yang hidup di laut. Algae bersel satu ini tidak berakar dan tidak berdaun, tetapi berklorofil. Ia juga lazim disebut microalgae, phytoplankton, microphytes, planktonic algae, atau cyanobacteria. Produktivitas algae dalam menghasilkan biodiesel bisa tinggi karena beberapa faktor.

Algae amat efektif dalam mengubah nutrisi dan karbon dioksida (CO2) dari air, dengan bantuan sinar matahari hingga menjadi energi. Proses penyerapan nutrisi, CO2, dan sinar matahari pada algae berlangsung sederhana, cepat, dan murah. Beda dengan proses serupa pada tanaman tingkat tinggi.

Karena bisa hidup di air laut maupun tawar, budidaya algae bisa dilakukan dengan cara terbuka dan ekstensif di perairan laut yang dikelilingi karang (atol), danau, kolam, atau kanal. Budidaya algae juga bisa dilakukan secara tertutup dengan menaungi kolam, kanal, atau bak menggunakan plastik (greenhouse), dan mengatur suplai nutrisi. Cara tertutup yang lebih efisien adalah dengan photobioreaktor. Sistem ini merupakan pengembangan tangki bioreaktor biasa yang diberi tambahan sumber sinar buatan.

Kelebihan algae dibanding bahan nabati lain adalah pengambilan minyaknya tanpa perlu penggilingan. Minyak algae (alga oil) bisa langsung diekstrak dengan bantuan zat pelarut, enzim, pengempaan (pemerasan), ekstraksi CO2, ekstraksi ultrasonik, dan osmotic shock. Panen algae bisa dilakukan dengan aneka cara, mulai dari penyaringan mikro, sentrifugal (pemutaran), dan flokulasi (flocculation). Flokulasi adalah pemisahan algae dari air dengan bantuan zat kimia.

Keunggulan Indonesia

Budidaya microalgae secara massal sudah dilakukan antara lain di Danau Texcoco di bagian tengah Meksiko. Jenis algae yang dibudidayakan adalah Spirulina (Arthospira platensis), jenis algae hijau/biru (cyanobacteria). Budidaya algae di Meksiko ini bukan untuk memproduksi biodisel, tetapi sebagai bahan pangan. Dibanding Meksiko, Indonesia lebih unggul karena perairan lautnya lebih luas dari daratan. Budidaya algae secara ekstensif di laut lebih murah dibanding di darat.

Algae tidak hanya berpotensi menghasilkan biodiesel. Komoditas ini bisa menjadi bahan pangan, pakan ternak, biomassa yang langsung bisa dibakar, untuk industri farmasi, plastik, metanol, guna mengatasi pencemaran lingkungan. Sayang, komoditas hebat ini suaranya “nyaris tak terdengar”. Yang gencar dipublikasikan justru jarak, yang produktivitasnya rendah.

Keputusan SBY untuk mengembangkan jarak mestinya tidak terjadi jika saja diberikan informasi lengkap tentang potensi bahan nabati, untuk biodiesel dan metanol. Mulai dari jarak, kelapa, CPO, singkong, ubi jalar, dan algae. Komoditas ini merupakan masa depan pengganti BBM. Indonesia dengan laut tropisnya yang luas berpotensi memproduksi BBM dari algae.

Sumber : Krisis BBM, Jarak, dan Algae

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: