energi terbarukan : PLTS BUNAKEN, bo … 090211


PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Bunaken diresmikan pengoperasiannya pada 7 Februari 2011 lalu. Dengan pengoperasian PLTS itu, warga pulau Bunaken, Sulawesi Utara, bisa menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam penuh ke depannya.

Demikian disampaikan oleh Vickner Sinaga, Direktur Operasi Indonesia Timur PT PLN (persero) dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Rabu (9/2/2011).

“Pembangkit listrik tenaga surya Bunaken resmi beroperasi mulai 7 Februari 2011 menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang selama ini memasok listrik pulau Bunaken. Sedangkan, untuk lampu penerangan jalan umum sebanyak 5 titik PLTS mandiri, dari 15 titik yang akan dipasang, suda berfungsi sehari sebelumnya,” kata Vickner.

Ia mengatakan, PLTS Bunaken merupakan pembangkit bertenaga matahari pertama yang dapat menerangi satu pulau penuh selama 24 jam. “Sebanyak 1.440 buah panel surya dibutuhkan untuk menghasilkan daya maksimum sebesar 400 kilowatt peak (kWp),” jelasnya.

Ditambahkannya, PLTS Bunaken yang dibangun sejak September 2010 di areal seluas 0,7 hektar tersebut sanggup memenuhi kebutuhan listrik untuk 680 pelanggan dengan beban puncak yang dapat mencapai 160 Kilowatt.

“Untuk pebangkit listrik tenaga diesel yang digantikan, sudah dapat diberhentikan operasinya. Dengan demikian PLN dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak sebanyak 260 Kiloliter per tahun atau senilai Rp 1,8 miliar,” tambahnya.

Vickner mengatakan, sejalan dengan penggunaan tenaga matahari sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan, PLN juga sekalian membagikan lampu hemat energi yang dikenal dengan lampu SEHEN (super ekstra hemat energi) kepada para pelanggan di Bunaken. Sebuah lampu SEHEN berdaya 3 watt setara dengan satu lampu pijar 25 watt. Dengan penggantian lampu tersebut maka beban puncak di Bunaken turun sangat signifikan dari sekitar 160 kW menjadi sekitar 100 kW.

PLN berencana membangun PLTS serupa untuk pulau Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Gili Terawangan (NTB), pulau Derawan (Kalimantan Timur), dan Raja Ampat (Papua). Semua PLTS tersebut direncanakan sudah dapat beroperasi pada bulan April 2011.

“Setiap PLTS itu harus mampu melistriki setiap satu pulau, murni dari tenaga matahari,” imbuh Vickner.

Sumber: detikcom

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. Kurniadi
    Jul 23, 2011 @ 07:52:13

    Selamat kepada masyarakat BUNAKEN. Proyek ini sanyat prestisius dan AJAIB tapi sekaligus mencurigakan bagi saya.

    Kalau benar kapasitas yg terpasang 400.000Wp dan hanya menghabiskan 18M maka inilah proyek PLTS termurah di Dunia. Kalau asumsi Kurs USD = Rp. 9000 maka secara kasar proyek ini hanya menelan biaya sebesar USD.5/Wp. Ini adalah angka MUSTAHIL bagi pelaku bisnis Solar Cell dimanapun.

    Saya Justru SANGAT CURIGA ada biaya lain lain yg tidak DIBUKUKAN untuk memberi kesan bahwa proyek ini tidak dimark-up seperti biasa dilakukan utk proyek2 lain di Indonesia. Entahlah

    Reply

    • bumi2009fans
      Jul 26, 2011 @ 08:46:01

      ayo AWA$1 … karena budaya K0RUP$1 memang MASEH LUA$ di Indonesia (gw ga berani tulis dengan 1nd0n3$14 :P) … jadi 4W4$1

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: