pemilik adro ditanya … uda … 270111


Terkait Kasus Sandiaga Uno, Mantan Dirut Pertamina Ikut Diperiksa
Kamis, 27 Januari 2011 – 18:21 wib

okezone
JAKARTA – Setelah memanggil pengusaha muda Sandiaga S. Uno untuk diperiksa, kali ini Kejaksaan Agung memeriksa bekas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari Sumarno. Adapun pemeriksaan terhadap Ari Sumarno berlangsung di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, hari ini, Kamis (27/1/2011).

Pemeriksaan ini terkait kasus Depo BBM Balaraja, Tanggerang, antara PT Pandan Wangi Sekartaji (PWS) dengan Pertamina, yang mengakibatkan Pertamina merugi hingga Rp60 miliar.

Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejagung, Edwin Pamimpin Situmorang mengatakan Ari Sumarno menjalani pemeriksaan wawancara sebagai saksi dalam kasus penipuan dan penggelapan, yang melanggar Pasal 372 KUHP dan Pasal 378, dengan terlapor Stevanus Ginting dan Made Suryadana.

“Wawancara pemeriksaan ini berkaitan dengan perjanjian antara PT Pandan Wangi Sekartaji dengan PT Pertamina,” kata Edwin.

Meski demikian Edwin enggan menanggapi lebih lanjut pemeriksaan wawancara karena pemeriksaan ini masih bersikap tertutup dan masih pengumpulan data secara intelegensia.

“Belum bisa informasikan lebih lanjut, karena hasil dari tim pelaksana belum memberikan laporan lengkap ke saya,” jelasnya.

Ari Sumarno diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara (P19) sesuai petunjuk jaksa penuntut umum (JPU). Selain itu, Ari Sumarno diperiksa karena saat perkara ini bergulir ditahun 2009, dia menjabat sabagai Direktur Utama PT Pertamina.
Sebelumnya, Sandiaga diperiksa di Mabes Polri didampingi pengacaranya, Amir Syamsudin. Kasus ini berawal dari rencana pembangunan depo minyak Pertamina di Balaraja, yang dikerjakan Pertamina dan PWS pada tahun 1996, tapi batal dilaksanakan.

Karena pembatalan tersebut, PWS menuntut ganti rugi USD12,8 juta kepada Pertamina dan Pertamina menyetujui. Tapi, PWS mengajukan syarat harus menyerahkan sertifikat tanah yang menjadi lokasi pembangunan depo tersebut.

“Krisis yang terjadi tahun 1997, usaha ini gagal. Berhubung PWS telah mengerjakan beberapa pekerjaan, maka Pertamina harus membayar ganti rugi USD12 juta,” kata Kuasa Hukum Komisaris Utama PWS Edward Soeryadjaja, Avianto Perdana beberapa waktu lalu.

Belakangan diketahui, sertifikat yang diserahkan PWS ternyata bodong alias palsu. Itu diketahui setelah Pertamina hendak membayar sisa ganti rugi kepada PWS USD6,4 juta.

Avianto mengatakan, atas lelang itu, Edward lewat anak perusahaan Van Der Horst Teguh Sakti, memiliki sertifikat HGB asli bernomor 031 yang kemudian menjadi polemik dan menjadi titik awal kasus. Di perusahaan itu pula, Sandiaga masuk.

“Yang jelas, kasus ini menyangkut sertifikat 031 yang aslinya di pegang oleh Edward dan di kuasai PT Van Der Horst milik Edward, dimana salah satu direkturnya adalah Sandiaga Uno,” katanya.

Dia bahkan mengatakan, pihak Pertamina telah bertemu Edward meng-clear-kan soal itu.

“Saat itu di salah satu koran di umumkan, Edward bertanya kok sertifikat 032. Maka complain-lah ke Pertamina. Kemudian Pertamina panggil Edward, kita buktikan sertifikat 031 tapi memang copy-nya yang di bawah, tapi dengan cap asli. Aslinya di simpan di Singapura, kenapa tak di bawa sebab situasinya berbahaya,” pungkasnya. (adn)(Iman Rosidi/Trijaya/ade)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: