minyaaa($91)aak … 271210


Harga minyak mentah dunia yang sempat ‘mengamuk’ pada akhir pekan lalu akhirnya mulai reda. Harga minyak ikut terkena imbas dari kebijakan China menaikkan suku bunganya sebesar 0,25%.

Pada perdagangan Senin (27/12/2010) di Singapura, minyak light sweet pengiriman Februari turun 23 sen menjadi US$ 91,28 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Februari naik tipis 12 sen menjadi US$ 93,89 per barel.

Seperti diketahui, pada Sabtu (25/12/2010), China memutuskan kenaikan suku bunganya 25 basis poin untuk kedua kalinya dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Keputusan itu diambil dalam rangka meredam dampak inflasi yang semakin membubung tinggi di China.

Kebijakan yang cukup mengejutkan di hari Natal tersebut cukup mengkhawatirkan para pialang minyak di awal perdagangan Senin ini.

“Saya kira pasar memperirakan kenaikan suku bunga pada kuartal I tahun 2011, namun kenaikan yang mengejutkan ditangkap pasar sebagai kejutan,” ujar Serene Lim, analis migas dari ANZ Bank di Singapura seperti dikutip dari AFP.

Pada pialang melihat kebijakan China yang cukup mengejutkan itu bisa menggerus permintaan minyak dunia, apalagi China tergolong sebagai salah satu konsumen minyak terbesar dunia.

“Saya kira kebijakan moneter ketat akan memperlambat pertumbuhan ekonomi China dan pertumbuhan permintaan minyak pada tahun depan,” imbuh Lim.

Sumber: detikcom
Analis pasar komoditas memperkirakan harga minyak mentah berpotensi besar melonjak sampai 100 dollar AS per barrel. Permintaan diprediksi bakal naik terus, sementara produsen dan pengekspor belum melihat urgensi menambah pasokan sampai tahun 2011.

Di pasar Eropa, Jumat lalu, perdagangan minyak mentah jenis Brent untuk penyerahan Februari ditutup seharga 93,46 dollar AS per barrel. Sesaat sebelumnya, harga minyak itu mencapai posisi 94,74 dollar AS per barrel dan merupakan harga tertinggi dalam 26 bulan terakhir.

Kalangan negara Arab produsen minyak (OAPEC) dalam pertemuan akhir pekan lalu di Kairo, Mesir, juga meyakini bahwa perekonomian global masih bisa tegak dengan harga minyak mentah 100 dollar AS per barrel.

Atas dasar itu, mereka berpendapat belum saatnya menambah produksi dan pasokan ke pasar minyak internasional. Stok minyak mentah dinilai masih cukup dan lonjakan harga yang sekitar 90 dollar AS per barrel hanya bersifat sementara karena dipicu kondisi cuaca dingin di Eropa.

Menteri Perminyakan Irak dan Kepala National Oil Corporation Libya kepada Reuters menyatakan, harga minyak 100 dollar AS masih wajar dan sesuai kondisi perekonomian global.

Menteri Perminyakan Qatar Abdullah al-Attiyah menyatakan tidak mengira bahwa OPEC akan meningkatkan produksi pada tahun 2011. ”Saya kira OPEC tidak akan mengadakan pertemuan sebelum Juni (biasanya membahas soal harga dan produksi) sebab harga minyak stabil,” katanya.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Perminyakan Kuwait Sheikh Ahmad al-Abdullah al-Sabah, ketika ditanya Reuters soal kemungkinan perekonomian global tetap tegak dengan harga minyak 100 dollar AS per barrel, menyatakan bisa, ”Yes, it can”.

Akan tetapi, bagi Indonesia, lonjakan harga minyak mentah mesti dicermati karena memicu inflasi, terutama dari sisi lonjakan harga BBM.

Pada saat harga minyak mentah di pasar internasional masih 83 dollar AS per barrel, beberapa waktu lalu, harga BBM jenis pertamax di Jakarta langsung naik seharga Rp 7.050 per liter.

Sumber : KOMPAS.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: