sasaran laba elsa M3L3$3+ … 081210


kontan:
Rabu, 08 Desember 2010 | 10:48 oleh Anna Suci Perwitasari
AKSI KORPORASI
Tahun depan, ELSA anggarkan capex US$ 100,2 juta

JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) menganggarkan belanja modal sebesar US$ 100,2 juta untuk jasa hulu migas terintegrasi.

Investasi jasa hulu migas terintegrasi ini terdiri dari jasa geoscience US$ 35,65 juta, kemudian disusul jasa driling terintegrasi, US$ 9,59 juta dan jasa integrated oilfield US$ 54,95 juta.

“Selain dari penerbitan MTN kita juga masih akan mengandalkan pinjaman perbankan,” kata Direktur Keuangan Santun Nainggolan, di Jakarta, Rabu (8/12).

Komposisi pendanaan capex tahun depan mayoritas memang masih akan diambil dari funding, yaitu 70% dari MTN dan pinjaman. Sisanya akan dibiayai melalui kas internal perusahaan. Sebagai catatan, pada pertengahan tahun depan, ELSA akan mengeluarkan MTN senilai US$ 50 juta.

Tahun depan ELSA pun akan mendapatkan masukan dana segar setelah sahamnya di Patrakom laku terjual. “Saat ini sudah pembicaraan tahap akhir untuk itu,” ungkap Heru.

Tak heran jika akhirnya ELSA menargetkan pendapatan sebesar Rp 5,504 triliun. Atau naik 37% dari pencapaian 2010, Rp 4,019 triliun.

Pendapatan dari jasa hulu migas terintegrasi akan tumbuh 50% dari Rp 2,396 triliun menjadi Rp 3,597 triliun.

Perseroan juga optimis pendapatan di lini jasa hilir migas mencapai Rp 1,652 triliun. Pendapatan di sektor ini meningkat 7% dari periode sebelumnya Rp1,56 triliun. Sementara jasa penunjang hulu migas diproyeksikan naik 92% menjadi Rp 353 miliar dibanding Rp 184 miliar pada 2010.

Dengan pencapaian pendapatan 2011 sebesar Rp 5,504 triliun, maka pertumbuhan laba usaha ditargetkan sebesar 280%.

PT Elnusa Tbk (ELSA) pada tahun 2011 menargetkan perolehan laba usaha mencapai Rp334 miliar atau naik 28% dibandingkan dengan estimasi 2010 Rp88 miliar. Kenaikan laba usaha tahun 2011 ini disebabkan meningkatnya produktifitas operasi dari utilisasi dan kapasitas alat, porsi margin protabilitas yang lebih baik dan efisiensi.

Sumber : INILAH.COM

PT Elnusa Tbk (ELSA) hanya menargetkan laba bersih Rp 30 miliar sepanjang tahun 2010, turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 446,23 miliar. Perolehan ini dikarenakan banyaknya jadwal proyek yang mengalami pemunduran.

“Sepanjang tahun 2010 kami akan meraih laba bersih Rp 30 miliar. Ada beberapa kendala dari modellar rig yang delay,” ungkap Presiden Direktur ELSA, Suharyanto dalam paparan publik di gedung BEI, SCBD Jakarta, Rabu (8/12/2010).

Kinerja perseroan yang menurun dikarenakan tidak optimalnya modullar rig berteknologi tinggi milik ELSA. Jadwal proyek yang banyak mundur mengakibatkan aktivitas rig perseroan mengalami delay.

“Rig conventional kami juga mengalami delay. Dari yang harusnya berjalan Q2 (triwulan II) bari berjalan di September 2010,” ungkapnya. Pengerjaan di salah satu pelanggan mereka, Vico Indoneisia juga tidak berjalan baik. Akibatnya ELSA mengalami kerugian sebesar Rp 72 miliar. “Kita harapkan dari Vico sudah dapat terselesaikan di akhir tahun 2010 ini,” ujarnya.

Pencapaian laba bersih hingga triwulan III-2010 tercatat Rp 12 miliar, turun signifkan dibandingkan periode yang sama sebelumnya Rp Rp 493 miliar. Raihan Rp 493 miliar termasik hasil divestasi anak usaha (Infomedia) sebesar Rp 334 miliar.

Sedangkan untuk tahun 2011, perseroan optimis dapat memperbaiki kinerja. Dimana laba usaha akan tumbuh 280% dari Rp 88 miliar menjadi Rp 334 miliar tahun depan.

“Kenaikan lana karena meningkatnya produktifitas operasi dari utilitas dan kapasitas alat, porsi marjin profitabilitas yang lebih baik serta efisiensi yang dilakukan perseroan,” ungkap Suharyanto.

Sumber: detikcom
PT Elnusa Tbk (ELSA) menargetkan pendapatan senilai Rp5,5 triliun atau naik 37 persen pada 2011 dibandingkan estimasi pencapaian pendapatan perseroan pada tahun 2010 yang sebesar Rp4,1 triliun. Proyeksi pertumbuhan pendapatan yang tinggi pada tahun 2011 tersebut akan didukung oleh membaiknya outlook perekonomian Indonesia, khususnya sektor migas.

Sumber : OKEZONE.COM
PT Elnusa Tbk (ELSA) menganggarkan investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD100 juta pada 2011 yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun kompetensi operasi jasa hulu migas. Selain itu, perseroan pun akan meningkatkan peran stakeholder-nya, yakni Pertamina dan Benakat Petroleum. Di samping juga meningkatkan partnership dan selective investment.

Sumber : BISNIS.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: