energi terbarukan: mobil listrik di jakarta … 261110


TAMBANG, 24 November 2010 | 21.52
Jakarta Dapat Pinjaman Mobil Elektrik

Alamsyah Pua Saba
alam@majalahtambang.com

Jakarta-TAMBANG. Pencemaran udara Ibukota akibat asap kendaraan bermotor sudah sangat akut. Data tahun 2008, jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 9,6 juta unit. Melihat kondisi ini, produsen kendaraan asal Jerman, Mercedes-Benz Indonesia, bekerjasama dengan Siemens Indonesia, meminjamkan satu unit mobil elektrik “smart ed” kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Mobil “smart ed” beserta sistem pengisian ulang baterai tersebut merupakan bagian dari kepedulian Mercedes-Benz dan Siemens terhadap kondisi udara Jakarta. Mobil listrik ini, menjadi percontohan untuk dipakai di DKI Jakarta, guna membuktikan efektifitas penggunaan mobil nol emisi yang mampu memanfaatkan sumber energi alternatif.

Penandatanganan peminjaman mobil elektrik ini dilakukan di Gedung Balaikota Jakarta, Rabu, 24 November 2010, oleh Presiden Direktur dan CEO PT Mercedes-Benz Indonesia, Rudi Borgenheimer, Presiden Direktur dan CEO PT. Siemens Indonesia Hans Peter Haesslein, serta Wakil Kepala Badan Pengelolaan Keuangan DKI Jakarta, Endang Widjajanti, disaksikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

“Besar harapan kami pinjaman unit mobil elektrik ramah lingkungan dan hemat energi yang diberikan Mercedes-Benz berikut sistem pengisian baterai dari Siemens, akan mendorong perusahaan otomotif serta perusahaan teknologi energi lain yang berkantor di Jakarta melakukan hal yang sama,” kata Endang Widjajanti .

Lebih lanjut Endang mengatakan, semoga kegiatan yang dilakukan bisa memberi inspirasi pemerintah DKI Jakarta, menemukan solusi tepat untuk pengentasan masalah transportasi dan perubahan iklim yang saat ini sedang dirasakan Jakarta. Ia juga mengharapkan, agar nanti terjadi transfer teknologi dalam pengentasan persoalan transportasi dan pelepasan gas buang sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan iklim.

Mobil listrik yang dipinjamankan perusahaan asal Negeri Tembok Berlin tersebut, merupakan yang kedua kalinya. Gubernur DKI Fauzi Bowo, akan langsung menguji efektivitas dan manfaat dari mobil ramah lingkungan ini.

Sementara itu, Rudi Borgenheimer mengatakan, peminjaman “smart ed” ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mercedes-Benz Indonesia. Sebagai perusahaan yang telah 40 tahun menjalani bisnis dan investasi di Indonesia, tambah Rudi, Mercedes Benz merasa berkewajiban ikut memberikan solusi terhadap beberapa permasalahan yang kini dihadapi warga Jakarta.

“Inilah pertama kali sebuah kota di ASEAN menerima unit “smart ed” sebagai bahan proyek pengujian. Ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara yang penting bagi Daimler AG dalam hal kontribusi teknologi masa depan yang ramah lingkungan. Kami telah melakukan hal yang sama di London tahun 2007, dan Belin pada tahun 2009. Pada Oktober lalu, Mercedes-Benz juga memberikan unit “smart ed” kepada beberapa pemerintah kota di Amerika Serikat,” ucap Rudi.

Ia menambahkan, Jakarta memiliki kompleksitas masalah yang sama dengan kota-kota besar lain di dunia. Namun pencemaran emisi kendaraan bermotor dan kemacetan lalu lintas bisa dipecahkan apabila semua pihak memiliki visi ke depan yang sama dalam memilih sebuah teknologi transportasi yang tak hanya bersih (ramah lingkungan), tetapi juga dapat diaplikasikan secara umum.

Dengan dipinjamkannya unit kendaraan elektrik “smart ed” kepada Pemda DKI Jakarta, Rudi berharap, Jakarta akan memiliki kesempatan menjadi kota dengan teknologi transportasi modern yang ramah lingkungan setingkat dengan beberapa kota besar di Eropa dan Amerika Serikat.

Hal senada diutarakan Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia Hans Peter Haesslein. Menurutnya, sebagai perusahaan yang menjadi bagian dari masyarakat lokal, PT Siemens Indonesia memiliki perhatian dan tanggungjawab besar terhadap problem yang sekarang dirasakan warga Jakarta.

Siemens AG telah beroperasi di Indonesia lebih dari 100 tahun dan 160 tahun di Jerman, memiliki fokus pengembangan teknologi ramah lingkungan. Termasuk dalam hal penelitian dan pengembangan, serta inovasi pada sektor energi, industri, dan kesehatan. “Sebagai bentuk respon perusahaan dalam masalah sosial, sudah sewajarnya kami meminjamkan kemampuan teknologi yang kami miliki untuk kota Jakarta,” ujar Hans Peter Haesslein.

“Inovasi ramah lingkungan mengalir dalam kehidupan kami. Kami telah memiliki portofolio lingkungan hidup terbesar di dunia,” ungkap Haesslein. Siemens telah memperoleh pendapatan dari portofolio lingkungan hidup sebesar 28 miliar pada tahun fiskal 2010 dan menargetkan peningkatan pendapatan hingga 40 miliar pada 2014.

Siemens telah mengembangkan solusi “smart grid” sebagai penggerak awal selama beberapa tahun. Solusi cerdas ini meliputi produksi energi dan distribusi energi listrik secara berkelanjutan dan efektif.

Di masa depan, kendaraan listrik tidak akan hanya bertindak sebagai sarana transportasi. Kendaraan ini juga dapat digunakan sebagai aplikasi penyimpan energi dalam grid cerdas. Siemens portofolio produk dan sistem Electromobility solusi yang komprehensif, mulai dari teknologi kendaraan untuk integrasi ke dalam jaringan listrik.

Baik Rudi maupun Hans menyatakan masyarakat Jakarta juga tidak perlu memikirkan bahwa biaya operasional mobil elektrik akan jauh lebih mahal daripada mobil bermesin bakar konvensional.

“Harga listrik akan jauh lebih murah ketimbang bahan bakar fosil. Ketika permintaan pada kendaraan listrik meningkat, maka harga baterai yang dibutuhkan mobil listrik akan tertekan dengan sendirinya,” pungkasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: