minyaaa($81)aak … 241110


Rabu, 24 November 2010 | 07:43 oleh Dupla Kartini kontan
PREDIKSI HARGA MINYAK
Analis: Seminggu ini, minyak akan bergerak flat

JAKARTA. Spekulasi penurunan peringkat utang Irlandia dan ketegangan politik di Korea menekan harga minyak. Kemarin, hingga pukul 20.30 WIB, minyak mentah untuk kontrak pengiriman Januari 2011 turun ke US$ 80,34, dari sebelumnya US$ 81,74 sebarel.

Analis Askap Futures Ibrahim menyebut, sentimen negatif itu menekan euro sehingga memicu penguatan dollar AS. Alhasil, pasar enggan masuk ke sektor komoditas. Kecemasan di Eropa juga memicu investor melakukan profit taking di minyak, karena berspekulasi krisis bakal melemahkan permintaan minyak.

Herry Setyawan, analis Indosukses Futures sepakat saat ini pasar lebih yakin untuk memegang dollar AS dibanding major currency seperti euro. Prospek dollar lebih bagus daripada Eropa yang masih terbelit kecemasan krisis. “Makanya aset yang sifatnya bukan lindung nilai seperti komoditas dan saham tertekan,” ujarnya.

Lanjut Herry, sentimen negatif di pasar minyak semakin kuat dengan memanasnya hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Keduanya disebutkan bersiap perang. Ketegangan ini juga mengarahkan pasar memegang uang tunai dalam dollar AS, sehingga mengurangi daya tarik minyak.

Namun, di sisi lain, menurutnya, ketegangan di Korea juga bisa menjadi sentimen pendongkrak minyak. Jika kondisi itu berlanjut, pasokan dan suplai bisa terhambat, apalagi kebutuhan bahan bakar cenderung bertambah di saat perang. Maka, sepekan ini Herry menduga minyak akan cenderung flat, yaitu harga di awal dan akhir pekan tidak banyak berubah. Namun, pergerakan harian akan fluktuatif di kisaran US$ 78-US$ 85, tergantung perkembangan isu di Eropa, Korea dan China.

Ibrahim memprediksi pekan ini minyak akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah di US$ 80-US$ 82 sebarel. Kalaupun ada koreksi karena ketegangan di Korea dan Eropa, tidak akan jatuh ke bawah US$ 80. Sebab, menurutnya OPEC mematok harga minyak di US$ 80 sampai US$ 85 sebarel.

Dia juga yakin kebutuhan minyak masih tetap besar di AS memasuki musim dingin. Selain itu, Departemen Energi AS, Rabu (24/11) ini, akan merilis data cadangan minyak dan bensin yang diprediksi turun. Jika data ini menunjukkan penurunan, biasanya dipakai spekulan untuk mengangkat minyak.

SINGAPORE, Nov 24, 2010 (AFP)
Crude prices rebounded slightly in Asian trade on Wednesday, mirroring a small hop in the euro’s value as cautious traders kept their eyes on tensions in the Korean peninsula, analysts said.

New York’s main contract, light sweet crude for January, gained 43 cents to 81.68 dollars.

Brent North Sea crude for delivery in January added 31 cents to 83.56 dollars.

Slight gains in the euro’s value was providing some cheer to crude markets, said Tony Nunan, risk manager for Mitsubishi Corp in Tokyo.

“Could be just a bounce in the euro is causing a bounce back in crude oil prices,” he told AFP.

The euro was trading at 1.3417 US dollars in morning Asian trade, compared with 1.3364 dollars in New York Tuesday.

A strengthening euro against the greenback makes US dollar-priced crude more attractive to buyers using the European currency.

Nunan added that traders were also mounting resistance as crude prices approached the 80 dollar mark after sliding from highs experienced two weeks ago.

“It’s falling quite a bit from its peak two weeks ago… 80 dollars is a strong support level,” he said.

However, Nunan warned that ongoing tensions in the Korean peninsula could cap oil market gains as “people might get out of risky investments”.

Stock markets across the world sank on Tuesday as investors dumped risky assets in the wake of North Korea’s shelling of a South Korean island which killed two marines, triggering an exchange of fire.

Harga minyak di New York turun pada Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), di tengah meluasnya aksi jual di pasar, karena pedagang khawatir meningkatnya ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan dapat mempengaruhi perdagangan global.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember, merosot 49 sen menjadi US$ 81,25 per barel. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari turun 71 sen menjadi US$ 83,25 per barel di perdagangan London.

Bursa saham di seluruh dunia terperosok pada Selasa karena investor membuang aset-aset berisiko menyusul penembakan oleh Korea Utara terhadap sebuah pulau Korea Selatan, menewaskan dua dan memicu tembak-menembak.

Sumber : INVESTORINDONESIA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: