minyaaa($82)aak … 221110


Awal Pekan, IHSG Berada di Zona Hijau
Headline

Oleh: Asteria
Pasar Modal – Senin, 22 November 2010 | 16:19 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Awal pekan ini, IHSG berhasil kembali duduk di zona hijau. Profit taking yang terjadi di awal sesi, mampu dihalau dengan aksi beli selektif pada beberapa saham.

Pada perdagangan Senin (22/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 16,181 poin (0,43%) ke level 3.741.229. Demikian pula indeks saham unggulan LQ 45 naik 2,012 poin (0,29%) ke level 687,123.

Setelah dibuka menguat 0,06% ke level 3.727, indeks bergerak turun akibat profit taking, hingga pada sesi pertama memerah di angka 3.721. Namun, kondisi bursa yang berangsur membaik, diiringi aksi beli di sesi kedua, membawa IHSG kembali bertengger di zona positif, tepatnya angka 3.741.

Analis pasar modal dari Mega Capital Danny Eugene mengatakan, IHSG berhasil kembali menguat. Optimisme pasar kembali muncul setelah Irlandia dipastikan mendapatkan bailout dari IMF. Selain kenaikan dari harga komoditas. “Investor pun kembali melakukan aksi beli di sesi dua,” ujarnya.

Harga komoditas bergerak menguat, dimana minyak kembali naik ke level US$82.5/barel setelah sempat menyentuh level terendah di US$80 per barel pekan lalu. Namun, Danny menilai, penguatan ini belum cukup kuat dan belum mengkonfrimasi rebound benar-benar valid. “Karena penguatan masih didominasi saham second dan third liner,” katanya.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia berjalan moderat, dimana volume transaksi tercatat 5,870 miliar lembar saham, senilai Rp 4,707 triliun dan frekuensi 106.692 kali. Sebanyak 108 saham naik, 97 saham turun dan 84 saham stagnan.

Penguatan indeks didukung aksi beli asing, yang mencatatkan nilai transaksi beli (net foreign buy) sebesar Rp336 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp1,625 triliun dan transaksi jual mencapai Rp1,289 triliun.

Sektor-sektor saham bergerak variatif. Sektor industri dasar memimpin kenaikan sebesar 2,4%. Disusul perkebunan yang naik 2,2%, infrastruktur 1,4%, serta properti dan manufaktur 0,5%. Sedangkan beberapa sektor yang melemah antara lain aneka industri, konsumer, perdagangan, finansial dan tambang.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Indospring (INDS) naik Rp 2.300 ke Rp 13.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.200 ke Rp 25.800, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 97.000, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 950 ke Rp 11.900.

Sementara emiten-emiten yang melemah antara lain Schering Plough (SCPI) turun Rp 7.500 ke Rp 30.500, Indotambang (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 50.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 25.100, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 ke Rp 55.000.

Bursa-bursa di Asia masih ditutup variatif. Dimana indeks Komposit Shanghai turun 4,20 poin (0,15%) ke level 2.884,37, indeks Hang Seng melemah 81,69 poin (0,35%) ke level 23.524,02, indeks Nikkei 225 naik 92,80 poin (0,93%) ke level 10.115,19 , indeks Straits Times turun tipis 0,11% ke level 3.193,93 dan indeks Kospi di Seoul naik 0,17% ke 1.944,34. [mdr]

Kesepakatan Uni Eropa angkat harga minyak
Senin, 22/11/2010 07:15:08 WIB
Oleh: Bloomberg
MELBOURNE: Harga minyak menguat, mencetak rebound dari penurunan mingguan terbesar dalam tiga bulan di tengah-tengah optimisme bahwa kesepakatan untuk menyelamatkan krisis bank di Irlandia akan mampu menstabilkan krisis utang di kawasan Eropa.

Harga kontrak minyak berhasil mengimbangi penurunan sebesar 4% setelah Irlandia mengajukan dana bailout dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional untuk menyelamatkan bank-bank di negara tesebut. Kenyataan ini juga berhasil mengangkat nilai tukar euro dan menaikkan harga komoditas.

Harga kontrak minyak untuk pengiriman Januari naik 31 sen atau 0,4% menjadi US$82,29 per barel di perdagangan elektronik di bursa New York Mercantile Exchange setelah sebelumnya menyentuh level US$82,26 pada pukul 10:12 waktu Sydney.

Harga kontrak melemah 44 sen atau 0,5% menjadi US$81,98 pada 19 November. Tahun ini, harga kontrak telah menguat 2,6%.

Harga minyak mentah jatuh pada akhir pekan lalu setelah China memerintahkan bank-bank di China untuk meningkatkan jumlah dana cadangan. Langkah China ini dianggap dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan permintaan bahan bakar di negara pengkonsumsi energy terbesar di dunia tersebut.

Harga minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Januari diperdagangkan pada level US$84,57 per barel atau menanjak 23 sen di bursa ICE Futures Europe di London. Harga kontrak melemah 71 sen atau 0,8% menjadi US$84,34 pada 19 November. (T02/LN)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: