energi terbarukan: auchtung (PERINGATAN) … 121110


Greenpeace Serukan RI Stop Pakai Batubara
Kamis, 11 November 2010 – 22:38 wib

Muhammad Saifullah – Okezone

JAKARTA- Greenpeace, Jaringan Advokasi Tambang, dan Walhi menyeru pemerintah Indonesia menghentikan ketergantungan terhadap energi kotor batubara. Yaitu dengan cara menggagalkan rencana membangun lebih banyak pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) bertenaga batubara.

Seruan tersebut dilontarkan pada peluncuran laporan berjudul “Batubara mematikan: Biaya tinggi untuk batubara murah, bagaimana rakyat Indonesia membayar mahal untuk bahan bakar terkotor di dunia.”

Juru Kampanye Energi Terbarukan Greenpeace Asia Tenggara Hindun Mulaika menyatakan Indonesia sejatinya tidak membutuhkan batubara lagi. Yang diperlukan adalah sebuah revolusi energi. Energi terbarukan dikombinasi dengan efisiensi energi yang dapat memangkas emisi CO2 sebagaimana komitmen Presiden Yudhoyono untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Menurut dia, Indonesia memiliki sumberdaya surya, angin, dan geotermal yang melimpah untuk memenuhi kebutuhan energinya. Jika pemerintah Indonesia meninggalkan rencana energi kotornya, maka lebih dari 40 persen kebutuhan energi utama akan dapat dipenuhi melalui sumber-sumber terbarukan.

Hal ini tidak hanya akan menghentikan kerusakan pada kesehatan manusia dan kemasyarakatan, serta degradasi ekologi, dan dampak buruk perubahan iklim. “Ini akan menjadi kontribusi penting bagi masa depan anak-anak dan cucu kita,” ujar Hindun dalam siaran persnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (11/11/2010).

Greenpeace mengingatkan, batubara meninggalkan jejak-jejak kerusakan lingkungan yang sangat dasyat sepanjang proses pemanfaatannya. Mulai dari pertambangan sampai ke PLTU batubara.

Kerusakan yang ditimbulkan mulai dari kerusakan hutan ketika pembukaan pertambangan batubara, sampai kerusakan lingkungan dan kehilangan mata pencaharian yang dialami masyarakat yang tinggal di sekitar pertambangan dan PLTU.

Laporan “Batubara mematikan: Biaya tinggi batubara murah, bagaimana rakyat Indonesia membayar mahal untuk bahanbakar terkotor di dunia” berisi testimoni bagaimana tambang batubara dan PLTU bertenaga batubara secara drastis mempengaruhi kesehatan dan sumber mata pencaharian masyarakat yang tinggal di dekatnya.

Kisah-kisah tersebut memaparkan konsekuensi gelap dari ekspansi batubara. Di antaranya polusi beracun, hilangnya mata pencaharian, tergusurnya masyarakat, gangguan kesehatan pada sistem pernafasan dan sistem syaraf, hujan asam, polusi asap dan menurunnya panen pertanian. “Hal-hal yang diabaikan pemerintah dan industri untuk mendapatkan listrik murah,” terangnya.

Indonesia saat ini merupakan negara produsen batu bara terbesar kelima di dunia dan merupakan eksportir batubara kedua terbesar didunia. Bukti-bukti kuat akibat serius dari penggunaan batubara jelas terlihat pada propinsi-propinsi penghasil batubara di Indonesia.

Saat ini, Indonesia berencana untuk meningkatkan pembangkitan listrik dari batubara sebesar 34,4 persen pada 2025. Rencana ini adalah bagian dari usaha mengurangi penggunaan minyak bumi dan bergeser ke batubara dan gas, dengan target 10.000 MW dari batubara.

Tapi melalui program awal yang seharusnya dicapai pada tahun 2009 dengan rampungnya 35 PLTU bertenaga batubara, 10 di antaranya di Pulau Jawa, dan selebihnya di pulau-pulau lain, kurang dari 60 persen dari target ini telah tercapai.(ful)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: