brau merangkul noble … 091110


Senin, 08/11/2010 13:54:32 WIB
Noble depak Bumi gaet hak pemasaran Berau
Oleh: Bastanul Siregar
JAKARTA: Produsen batu bara terbesar ke lima PT Berau Coal menunjuk Noble Group Ltd, raksasa komoditas yang berbasis di Hong Kong, sebagai pemegang hak eksklusif pemasaran batu bara anak usaha PT Berau Coal Energy Tbk tersebut.

Penunjukan Noble, seperti diumumkan di situsnya, otomatis mendepak posisi PT Bumi Resources Tbk, produsen batu bara terbesar nasional anggota Grup Bakrie, sebagai pihak yang sebelumnya mengklaim dijanjikan akan meraih hak eksklusif pemasaran itu.

Manajemen Bumi, seperti terungkap dalam laporan keuangan 2009 dan laporan dua kuartal pertamanya tahun ini, mengaku dijanjikan PT Bukit Mutiara, induk usaha Berau Energy, akan mendapatkan hak eksklusif tersebut sebagai bagian dari perjanjian pinjamannya.

Perjanjian pinjaman yang dimaksud itu adalah pinjaman sebesar US$300 juta dari Bumi ke Bukit Mutiara. Pinjaman tersebut digunakan Bukit Mutiara untuk mengakuisisi 90% saham Berau Coal dengan membeli 100% saham Berau Energy senilai total US$1,48 miliar.

Menariknya, sebanyak 15% saham Noble dikuasai oleh China Investment Corporation. (CIC) CIC mengakuisisi saham Noble tepat sehari sebelum membeli utang Bumi senilai US$1,9 miliar, September tahun lalu. Sampai sekarang, CIC masih tercatat sebagai kreditur Bumi.

Telepon genggam Rosan Perkasa Roeslani, Presdir Berau Energy sekaligus Presdir Recapital Advisors yang mengendalikan saham Bukit Mutiara tidak dapat dijangkau untuk menjelaskan situasi ini. Layanan pesan singkatnya juga tidak aktif.

Namun, dalam prospektus saham perdana (initial public offering/IPO) Berau Energy, pokok mengenai janji pemberian hak eksklusif pemasaran Berau Coal kepada Bumi-sebagaimana diklaim Bumi dalam laporan keuangannya-tidak sekalipun disebut.

Adapun, Noble akan memasarkan batu bara Berau Coal untuk pasar ekspor termasuk Jepang dan Malaysia. Produksi Berau Coal tahun ini ditargetkan 17,9 juta ton dan pada 2014 dipatok 30 juta ton. Sebanyak 30% dari total produksi itu diserap pasar domestik, sisanya diekspor.

Noble bertanggungjawab mengatur manajemen kontrak seluruh perjanjian ekspor dan akan bekerja sama dengan tim logistik Berau Coal. Noble, yang memiliki kantor di 38 negara ini akan mengendalikan semua itu dari Singapura.

Tidak ada penjelasan dalam pengumuman itu, apakah penunjukkan Noble sebagai pemegang hak eksklusif pemasaran batu bara Berau Coal ada kaitannya dengan negosiasi penjualan 20% saham Bukit Mutiara yang tengah berlangsung.

Bersama sejumlah raksasa komoditas lain seperti Glencore, Noble dilaporkan turut membidik 20% saham Bukit Mutiara. Nilainya ditaksir sekitar Rp3,6 triliun. Hasil penjualan 20% saham Berau Coal itu akan dipakai Bukit Mutiara untuk melunasi utangnya. (bsi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: