minyaaa($87)aak … 081110


Pemerintah Tak Khawatir Kenaikan Harga Minyak
Senin, 08 November 2010 | 18:56 WIB

AP/Hasan Jamali

TEMPO Interaktif, Jakarta – Pemerintah tak mengkhawatirkan peningkatan harga minyak mentah dunia pada bulan Oktober ke angka US$ 82,26 per barel. Pemerintah berfokus pada realisasi produksi minyak.

“Hingga sekarang, rata-rata ICP (Indonesia Crude Price) kita masih di bawah asumsi US$ 80 per barel,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Senin (8/11).

Menurut dia, dari harga rata-rata yang masih di bawa asumsi tersebut maka dapat dipastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun ini tak terganggu. Pemerintah lebih mencemaskan realisasi produksi minyak tahun ini.

Dia menyebutkan, meledaknya pipa Chevron beberapa waktu lalu berdampak pada produksi minyak secara nasional. “Lifting meleset 10 ribu barel negara akan rugi Rp 1 triliun,” ujarnya.

ANTON WILLIAM

Harga minyak mentah dunia kembali melonjak dan kini sudah hampir mendekati US$ 90 per barel. Namun pemerintah sejauh ini masih tenang-tenang karena kenaikan harga minyak dinilai sifatnya masih temporer saja.

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/11/2010).

“Tidak ada dampak karena kalau melihat harga ICP kita itu kita lihat satu tahun itu. Kan dari APBN rata-rata US$ 80 (per barel) dalam satu tahun ini. Memang akhir-akhir ini naik US$ 82, US$ 80 (per barel), sekian tapi secara keseluruhan tak akan melampaui daripada itu. ICP kita US$ 80-an tapi kalau lihat bulan lalu masih US$ 78-79 per barel,” ujarnya.

Hatta menilai kenaikan harga minyak sebesar yang sampai Januari-Oktober telah mencapai US$ 82,26 per barel belum memberikan dampak yang cukup besar bagi APBN karena sifatnya hanya sementara. Oleh sebab itu, Hatta mengakui belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM.

“Tidak,” ujarnya ketika ditanya apakah hal tersebut menyebabkan pemerintah berencana menaikkan harga BBM.

Yang jelas, Hatta menyatakan pihaknya lebih fokus pada target pencapaian lifting yang diperkirakan tidak akan mencapai target. Pasalnya, pipa gas Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang bocor selama 2 minggu mengurangi potensi lifting sebesar 160 ribu bph dan setiap 10 ribu barel tidak tercapainya target liftimg akan mengurangi sebanyak Rp 1 triliun dalam APBN.

“So far belum pada itu. Yang saya concern bukan pada ICP-nya karena ICP saya yakin aman. Yang saya yakin aman adalah soal lifting kalau 10 ribu meleset sama dengan 1 triliun melesetnya. Supaya kita kejar sempet berhenti di Chevron sempet berenti karena pecah pipa ada pengaruhnya. Kita kejar supaya produksi kita tak jauh meleset,” tambah Hatta.

Pada perdagangan Senin (8/11/2010) di pasar Asia, harga minyak light untuk kontrak Desember tercatat naik 15 sen menjadi US$ 87 per barel. Minyak Brent kontrak Desember juga naik 9 sen menjadi US$ 88,20 per barel.

Harga minyak mulai merayap naik pada Oktober, dan pada November ini kenaikannya semakin cepat. Lonjakan harga minyak mentah terutama terjadi setelah Bank Sentral AS mengeluarkan kebijakan ‘Quantitative Easing’ tahap II dengan menggelontorkan likuiditas US$ 600 miliar.

Sumber: detikcom

Harga minyak cetak reli terpanjang sejak April
Senin, 08/11/2010 07:40:09 WIB
Oleh: Bloomberg
MELBBOURNE: Harga minyak meningkat untuk hari keenam, mencetak reli terpanjang sejak April. Peningkatan dipicu oleh kenaikan jumlah pekerja di AS yang melebihi estimasi analis. Kenyataan ini mengindikasikan permintaan akan minyak di negara pengkonsumsi minyak terbesar di dunia tersebut sudah mulai pulih.

Harga kontrak minyak mentah meningkat pada level tertinggi dalam 2 tahun pada 5 November setelah jumlah pekerja di AS meningkat 151.000, melebihi estimasi analis yang disurvei Bloomberg dan penurunan jumlah pekerja di AS yang hanya mencapai 41.000 sebulan sebelumnya atau lebih rendah dari estimasi awal. Data mengenai tingkat pekerjaan dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS.

Harga kontrak minyak mentah untuk pengiriman Desember menguat 54 sen atau 0,6% menyentuh US$87,39 per barel di New York Mercantile Exchange setelah sebelumnya menyentuh US$87,19 pada pukul 10:30 waktu Sydney. Harga minyak menguat US$36 sen menjadi US$86,85 pada 5 November, level tertinggi sejak 8 Oktober 2008. Harga minyak telah meningkat 9,8% tahun ini.

Minyak mencatatkan kenaikan enam hari berturut-turut pada 6 April, reli terpanjang dalam tujuh bulan terakhir. Harga kontrak minyak sendiri melambung 6,7% pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Februari.

Harapan akan naiknya harga minyak mentah mencuat setelah munculnya spekulasi bahwa program stimulus Fed hanya akan melemahkan nilai tukar dolar seiring berakselerasinya pertumbuhan ekonomi. Fed telah mengumumkan program stimulus senilai US$600 miliar pada 3 November.

Nilai tukar dolar terhadap euro menyentuh US$1,4048 setelah sebelumnya sempat naik 1,3% menjadi US$1,4032 pada 5 November. Harga minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Desember menanjak 45 sen atau 0,5% menjadi US$88,56 per barel di bursa komoditas ICE Futures Europe di London. Harga minyak mentah brent sempat menguat 0,1% menjadi US$88,11 pada 5 November. (t02/msw)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: