energi terbarukan: SEtengah HAti … 081110


Pengembangan Energi Baru Terbarukan Hanya Impian
Headline
IST
Oleh:
Ekonomi – Sabtu, 6 November 2010 | 14:41 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Pengembangan energi baru dan terbarukan untuk mencapai target kontribusi sebesar 25% pada tahun 2025 hanya menjadi impian belaka jikalau tidak ada tindakan konkrit dari pemerintah.

“Sebagai contoh panas bumi yang kita harapkan dapat berperan besar, di antaranya menghasilkan pembangkit listrik baru 3900 MegaWatt di tahun 2014 mustahil terlaksana. Apalagi sampai saat ini, ada 10 ijin usaha penambangan (IUP) panas bumi belum juga ada kontrak jual beli energi dan PPA-nya (power purchase agreement) dengan PLN,” jelas Ali Herman Ibrahim yang didaulat oleh komunitas pengusaha EBT sebagai Lurah EBT dalam siaran persny, Sabtu (6/11).

Menurut dia, pemerintah harus tegas dan segera mengeluarkan aturan kewajiban bagi PLN untuk membeli listrik dari panas bumi ini dari hasil tender pemerintah.

Dia mengeluhkan bahwa selama ini yang menjadi kendala adalah level harga jual beli listrik panas bumi. Keputusan ini penting sekali segera diambil pemerintah apalagi ada niatan untuk menyelesaiakan 10 ribu Mega Watt tahap kedua. “Pemerintah harus juga melihat bahwa manfaat pengembangan panas bumi ini tidak dapat diukur hanya dengan konteks jangka pendek, tapi harus dilihat manfaat dan peran jangka panjang 20 sampai 30 tahun ke depan,” ujar Ali yang juga menjabat sebagai Presdir PT Bakrie Power.

Pengembang panas bumi, tambahnya, mempertanyakan kenapa ada keraguan pemerintah untuk membeli energi panas bumi.
“Kita harus belajar dari Thailand, tetangga kita yang berani dan tegas mengeluarkan aturan untuk pembelian listrik dari sinar matahari sebesar US$30 cent per kWh. Kalau saja Thailand punya energi panas bumi, pastinya mereka akan menerapkan harga yang ekonomis agar pengembang bisa hidup,” ungkapnya.

Indonesia, lanjutnya, tidak dapat bergantung terus menerus pada energi fosil yang sebentar lagi akan habis. “Selain dari panas bumi, kita mencatat ada kapasitas produksi bio diesel di Indonesia 4,5 juta ton per tahun hanya terpakai dan berfungsi 200 ribu ton saja per tahun yang dipakai untuk bahan bakar. Padahal kita masih impor minyak diesel dan BBM lainnya 400 ribu barel per hari,” ujarnya.

Dengan mengembangkan sistem produksi bio diesel berbasis crude palm oil (CPO) maka Indonesia akan mendapatkan keuntungan yang maksimal dan terjamin. “Kita dengan memproduksi bio diesel dengan jumlah maksimal manakala ada tekanan terhadap harga CPO maka alihkan untuk pembuatan bio diesel. Ini akan membuat pasar CPO tetap pada sales market,” tandasnya. [cms]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: