saat investor mo ambil laba, adro disurung-surung … 051010


05/10/2010 – 06:48
Terdorong Harga Komoditas
Ambil Saham Logam-Batu Bara
Asteria

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Selasa (5/10) masih bisa menguat. Kenaikan harga komoditas di pasar dunia, menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham berbasis energi dan logam.

Analis Erdhika Elit Sekuritas Robby Has memperkirakan, IHSG hari ini masih berpeluang menguat. Hal ini dipicu tingginya aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik.

Menurutnya, asing masih melihat investasi di Indonesia menarik, didukung kondisi fundamental yang positif dan suku bunga yang cukup tinggi. “Mereka masih betah menempatkan dananya pada aset di Indonesia,” katanya kepada INILAH.COM.

Indeks saham pada perdagangan kemarin terpantau mengalami kenaikan tipis. Sepanjang sesi, pergerakan bursa variatif, dengan adanya sedikit koreksi teknikal. “Namun, untuk jangka panjang, indeks masih berpotensi menguat,” ucap Robby.

Dengan nilai tukar yang rendah hampir di semua negara, menyusul intervensi beberapa bank sentral atas mata uangnya, harga komoditas pun merangkak naik. Saat ini harga komoditas energi sudah mulai terangkat. Harga minyak mentah stabil di atas US$80 per barel, sedangkan harga batu bara dan CPO akan mengikuti kenaikannya.

Adapun harga komoditas logam seperti nikel sudah naik dan akan disusul apresiasi harga timah yang saat ini mencapai level hampir US$ 25 ribu di London Metal Exchange. “Harga timah hingga akhir tahun bisa menembus US$25.500 akhir tahun,” ujarnya.

Kondisi ini, imbuhnya, membuka peluang penguatan bagi saham berbasis komoditas, yang diperkirakan akan bersinar dan menjadi primadona hingga akhir tahun. Saham piihan Robby adalah PT Timah (TINS) dan PT Adaro Energy (ADRO). “Rekomendasi beli untuk emiten ini,” sarannya.

Sedangkan analis dari Anugerah Securindo Indah, Viviet S. Putri mengatakan, rilis kinerja emiten kuartal tiga 2010, menjadi sentimen pengangkat bursa. Hal ini didukung banyaknya emiten yang mulai mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia. “Bukan tidak mungkin IHSG segera menembus level 4.000 sebelum akhir tahun ini,” katanya.

Namun, karena indeks terus melaju tanpa koreksi, kenaikan harga saham tanpa fundamental dan aksi korporasi yang jelas, bisa menjadi bumerang. “Sebaiknya investor menunggu swing down dulu, karena pasar belum merespon berbagai berita buruk, baik dari kinerja keuangan emiten maupun dari bursa global,” ujarnya.

Salah satu saham yang disarankan terkait rilis kinerjanya adalah PT Indofood (INDF). Sedangkan saham dari grup Bakrie, seperti PT Energi Mega Persada (ENRG) dan PT Bakrieland Development (ELTY) menjadi pilihan akibat imbas jenuh belinya saham unggulan.

Pada perdagangan Senin, (4/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,383 poin (0,63%) ke level 3.569,498. Aksi beli asing mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) Rp532 mliar. Nilai transaksi beli mencapai Rp1,753 triliun dan nilai transaksi jual mencapai Rp1,220 triliun.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia sangat ramai, dimana volume transaksi tercatat 6,960 miliar lembar saham, senilai Rp 5,787 triliun dan frekuensi 172.810 kali. Sebanyak 117 saham naik, 115 saham turun dan 73 saham stagnan. [nat/mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: