energi terbarukan: 2016 itu jendela beneran … dah : 260910


20 September 2010
Jendela Penyimpan Listrik

FUNGSI jendela akan bertambah. Selain sebagai lubang sirkulasi udara dan ornamen rumah atau gedung, jendela kaca bisa menjadi sumber listrik. EnSol, perusahaan tenaga surya di pantai barat Norwegia, bekerja sama dengan Jurusan Fisika dan Astronomi Universitas Leicester, Inggris, mengembangkan jendela ge-nerator.

Profesor nanoteknologi di Leicester, Chris Binns, mengatakan bahwa jendela generator memanfaatkan sinar matahari untuk diubah menjadi listrik. Agar jendela menjadi pembangkit, perlu dipasang sel surya dengan teknologi film tipis. Film ini yang membedakan dengan sel surya konvensional berbahan silikon. Film tipis merupakan logam nanopartikel, ukurannya 10 ribu kali lebih tipis dari sehelai rambut.

Sebelum dipasang di jendela, film tipis “ditanam” pada matriks kompo-sit transparan, semacam substrat gelas standar, agar menjadi panel surya. Prototipe yang kini sedang dikembangkan ini luasnya 16 sentimeter persegi. Logam nanopartikel dirangkai menjadi sistem sel, terdiri atas tiga komponen utama, yaitu panel surya, baterai, dan regulator. Setelah itu, film tipis dilapiskan ke kaca jendela. Caranya bisa dioleskan atau disemprotkan. Warna kaca akan lebih gelap.

Ketika panel surya menangkap sinar matahari, jendela generator ini mulai bekerja. Menurut Chris Binns, 20 per-sen sinar matahari yang tertangkap akan diubah menjadi listrik dan di-simpan dalam baterai. Regulator meng-atur sistem kerja panel dan baterai, juga menentukan aliran listrik keluar dengan menggunakan arus searah. Menggunakan serat-serat kabel tipis, listrik ini baru dapat dimanfaatkan.

Menurut Binns, saking tipisnya, panel surya ini bisa dipasang di papan-papan lebar seperti pesawat tanpa memberikan efek beban yang signifikan. Sayangnya, generasi baru panel surya yang diluncurkan pada pertengahan bulan lalu di Leicester itu belum bisa diproduksi massal. “Produk siap untuk pasar komersial baru pada 2016,” kata Binns.

EnSol demos spray-on solar technology

* Gareth on 2010-08-18

EnSol’s solar film being appliedThe dawn – if you’ll pardon the pun – of the solar window pane might just be upon us, thanks to work carried out on a spray-on technology by Norwegian solar specialist EnSol.

Although the concept of solar windows – which steal a percentage of the light that passes through them to generate small amounts of clean, renewable energy – isn’t exactly new, with concept devices having already been developed by Chinese-based Chin Hua, EnSol’s approach signals something radically new: using a vapor deposition process, the company is able to coat any surface with its new solar cells.

As explained over on GizMag, this gives the company a distinct advantage over its rivals in turning people on to home-generated power: as well as producing ‘tinted’ windows which can be used as a drop-in replacement for existing panes while generating around 2W of power in direct sunlit conditions, the company’s technology can be used to cover other surfaces in its thin-film solar cells.

As an example: imagine a building where not only do the windows generate electricity, but so do the external walls – and at a higher rate than the windows, as there’s no worry about having to transmit the majority of the light safely to the other side. Even the roof can get in on the act, with the University of Leicester’s Chris Binns – who is heading up a project to help EnSol develop commercialized versions of its technology – explaining that the system could be used to produce “clip-together solar roof tiles” to be used in place of traditional, non-generating tiles.

Like Chin Hua before it, EnSol has some way to go before it’s ready to start taking orders for solar roof tiles or self-powered electric windows: unlike its Chinese counterpart, however, the company is willing to put a date on commercial availability of 2016 – at which point the solar cells will, the company hopes, have reached an efficiency of around 20 percent.

With energy prices inexorably rising, more and more people are looking to nature to provide for their electricity needs: wind power and solar power being the two most popular for small-scale exploitation. Technologies such as this could well prove invaluable in the future – and a world where each house is equipped with energy-generating solar films on its external surfaces could generate a not-inconsiderable amount of energy in an incredibly environmentally-friendly way.

… dan suzuki akan meluncurkan skuter listrik :
Suzuki Segera Produksi Skuter Listrik e-Lets
Minggu, 26 September 2010 | 18:57 WIB
Besar Kecil Normal
foto

Prototipe skuter listrik Suzuki bernama the e-Let’s (foto: thaiautomaxx.com)

TEMPO Interaktif, Hamamatsu:Seperti halnya produsen mobil yang kini berlomba memproduksi mobil bertenaga listrik, produsen sepeda motor kini mulai menggarap segmen motor bertenaga setrum itu. Kabar terbaru menyebut, Suzuki Motors akan memproduksi skuter listrik e-Lets.

Seperti dilansir thaiautomaxx.com, Ahad (26/9), produsen sepeda motor asal Jepang itu menyebut, 21 September lalu pihaknya telah mendapatkan izin dari pihak berwenang di Jepang untuk melakukan uji jalan raya skuter listrik tersebut. Selanjutnya, data hasil uji coba itu akan digunakan untuk memproduksi secara massal e-Lets.

“e-Lets adalah skuter listrik yang merupakan pengembangan dari skuter bermesin bensin, Let’s4 Basket,” sebut Suzuki Motors.

Pabrikan itu mengklaim e-Lets memiliki keunggulan untuk mendaur ulang tenaga melalui peranti rem regeneratif. Bobot yang hanya 74 kilogram termasuk baterai, bersuara lembut, rendah getaran, tak menghasilkan gas buang, serta akselerasi yang tinggi adalah keunggulan lain yang ditawarkan.

Sumber listrik e-Lets disimpan di baterai ion lithium. Proses pengisian baterai itu cukup mudah, karena bisa menggunakan instalasi listrik rumah tangga yang berkapasitas 100 volt. Jangka waktunya pun cukup singkat, empat jam.

“Bila baterai terisi penuh, skuter ini mampu menempuh jarak hingga 30 kilometer dengan asumsi kecepatan rata-rata 30 kilometer per jam,” terang Suzuki.

Tenaga yang dihasilkan motor dengan panjang 1,66 meter (m), lebar 0,6 m, dan tinggi 0,98 m itu mencapai 0,6 kilo watt (kW).

Namun, hingga kini Suzuki belum memberikan informasi pasti ihwal harga dan kapan skuter listrik itu mulai dipasarkan. Pabrikan itu hanya menyebut, akan memproduksi skuter itu dalam waktu sesegera mungkin.

ARIF ARIANTO

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: