minyaaa($77)aak … 140910


SINGAPORE, Sept 14, 2010 (AFP)
Oil prices were mixed in early Asian trade Tuesday but analysts were optimistic that markets would rise on strong Chinese industrial output and an improved US economic outlook.

New York’s main contract, light sweet crude for October delivery, slipped three cents to 77.16 dollars a barrel.

Brent North Sea crude for delivery in October added four cents to 79.07 dollars.

Crude markets were in a lull after touching one-month highs on Monday, but investment analyst at Phillip Capital in Singapore Ong Yi Ling said she expected prices to rise.

“The economic outlook is being viewed now in a more positive light,” she told AFP, saying strong Chinese industrial data as well as reassurances that the US would not slip into a double-dip recession were supporting prices.

Official figures released Saturday showed China’s industrial output gathering pace, rising 13.9 percent in August.

Markets were also heartened by comments from US investment guru Warren Buffett and Goldman Sachs head US economist Jan Hatzius Monday that the US economy would not not slump back into recession.

“We will not have a double-dip recession at all. I see our businesses coming back almost across the board,” media reports quoted Buffett as saying.

Minyak bergerak naik pada US$77,21 per barel
Selasa, 14/09/2010 07:10:11 WIB
Oleh: Bloomberg
NEW YORK: Minyak diperdagangkan sedikit berubah setelah sempat naik ke level tertinggi dalam sebulan terakhir di New York menyusul penutupan kilang minyak yang membatasi jumlah pengiriman di AS.

Minyak juga dipengaruhi oleh melambungnya hasil industri di China yang memunculkan indikasi bahwa permintaan akan kembali pulih dengan cepat.

Minyak berjangka menguat 1% kemarin setelah laporan dari biro statistik China yang menunjukkan bahwa hasil produksi pabrikan di China meningkat 13,9% pada Agustus dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Menurut estimasi analis Bloomberg, pasokan minyak mentah China mungkin akan jatuh untuk pekan kedua dalam periode mingguan yang berakhir pada 10 September.

“Penutupan kilang minyak memunculkan sebuah katalisator yang baik serta mendorong pasar ke arah yang lebih positif. Pertumbuhan hasil produksi di China juga menjadi salah satu faktor pendorong terhadap reli harga minyak,” ungkap Gene McGillian, analis dan pialang di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Kontrak minyak untuk perdagangan Oktober berada pada US$77,21 per barel, naik US$0,02 di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:22 waktu Sydney. Kemarin, sempat naik US$0,74 menjadi US$77,19, level tertinggi sejak 11 Agustus. Harga kontrak telah jatuh 2,8% tahun ini.

Minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Oktober naik US$0,87 atau 1,1% menjadi US$79,03 per barel di bursa komoditas berbasis London ICE Futures Europe kemarin.

Harga minyak di New York menguat 3% pada 10 September, terbesar dalam enam pekan. Kenaikan ini terjadi sehari setelah penutupan kilang minyak Enbridge. Kilang minyak yang berkapasitas 670.000 barel per hari ini dapat memasok lebih dari 1/3 impor minyak dari Kanada.

Menurut jajak pendapat Bloomberg News, persediaan minyak mentah di AS mungkin telah jatuh 2,5 juta barel pekan lalu. Persediaan bensin juga turun 650.000 barel.

Goldman Sachs Group Inc memprediksi harga minyak mentah naik pada kisaran US$85 dan US$95 per barel sepanjang tahun ini menyusul berkurangnya persediaan. (t02/yn)
13/09/2010 – 12:14
Pipa Chicago Bocor, Minyak Asia Naik di Atas US$77

(IST)
INILAH.COM, Singapura – Harga minyak Aisa, Senin (13/9) naik di atas US$77 per barel melanjutkan kenaikan di hari keduanya akibat kebocoran penutupan pipa minyak di wilayah Chicago dan mengganggu pasokan untuk kilang Barat Laut AS.

AP melaporkan benchmark minyak mentah untuk pengiriman Oktober naik 72 sen menjadi US$77,17 per barel pada tengah hari waktu Singapura di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak tersebut naik US$2,20 dan menetap di US$76,45 pada hari Jumat.

“Kru yang berusaha untuk memperbaiki kebocoran sudah mendekati sumber kebocoran tetapi belum menemukannya,” ujar Sam Borries, koordinator ke TKP dari Environmental Protection Agency AS Minggu. Sebanyak 670.000 per hari pipa yang dijalankan oleh Mitra Energi Enbridge ini membawa minyak mentah dari Kanada ke Barat Laut AS dan gangguan pasokan telah menyebabkan lonjakan tajam terhadap harga gas di wilayah itu.

“Pasar cenderung mendorong ke harga yang lebih tinggi di tengah-tengah ketidakpastian perbaikan pipa minyak yang bisa berdampak buruk ke depan,” ujar Ritterbusch and Associates dalam laporannya. “Kami masih melihat kemungkinan selloff sesekali akibat masalah pipa yang masih diatasi ini.”

Indeks manufaktur meningkat 13,9 persen pada Agustus dibanding periode serupa tahun lalu, lebih cepat daripada kecepatan pertumbuhan 13,4 persen pada bulan Juli, China mengatakan akhir pekan lalu.

Dalam perdagangan NYMEX lainnya, untuk kontrak Oktober, minyak hasil pemanasan naik 0,82 persen ke US$2,113 per galon dan bensin naik 1,64 sen menjadi US$1,99 per galon. Gas alam turun 5,1 sen menjadi US$3,832 per 1.000 kaki kubik.

Di London, minyak mentah Brent naik 43 sen menjadi US$78,74 per barel di bursa ICE Futures. [cms]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: