brau, adro, bumi … oke seh :P … 060910


06/09/2010 – 14:34 Saham Tambang Oke Jelang Lebaran
Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Menjelang libur Lebaran, saham sektor tambang masih berpeluang terus menguat. Saham mana saja yang mendapat rekomendasi positif?

Saham tambang masih mendapat rekomendasi Viviet S Puteri, analis dari Anugerah Securindo. Selain penguatannya yang belum maksimal, saham-saham berbasis energi dapat menguat hari ini dikarenakan harga coal di New Castle menguat 3,01% dibandikan pekan sebelumnya ke level US$93,9 per ton.

Namun, harga komoditas yang berfluktuasi tinggi akibat keluarnya berbagai data ekonomi di Eropa dan China, menyebabkan investor berhati-hati mengakumulasi saham tambang.

“Investor juga masih trauma karena masalah placement di beberapa saham tambang pekan lalu,” ujarnya. Salah satu saham pilihan Viviet adalah PT Bukit Asam (PTBA). Selain harga sahamnya yang sudah terkoreksi, fundamental perseroan dinilai positif.

Dengan harga penjualan batu bara perseroan yang sudah berdasarkan kontrak, maka fluktuasi harga batubara global tidak terlalu berimbas pada saham ini. “Apalagi asing paling suka dengan PTBA. Dengan capital inflow masih deras, maka saham ini masih akan menguat,” katanya.

Rekomendasi beli untuk PTBA juga diungkapkan Panin Sekuritas. Hal ini terkait pernyataan PLN untuk menaikkan pembelian batubara PTBA, didukung rencana pembangunan rel dari pihak India pada 2014..

“Bila tahun ini sebanyak 8 juta ton, akan menjadi 15 juta ton di 2011. Dengan total penjualan 2010 sebesar 15 juta, maka 2011 akan naik 47% menjadi 22 juta ton,” ujarnya.

Sedangkan Samuel Sekuritas masih merekomendasikan saham PT Bumi Resources (BUMI). Hal ini terkait target penjualan perseroan tahun ini menembus US$4,58 miliar atau sekitar Rp41,22 triliun. Menurut direktur BUMI, harga rata-rata batu bara sampai akhir tahun ini mencapai US$67/ton dengan perkiraan penjualan 64 juta ton.

Dua tambang utama BUMI yaitu Arutmin dan Kaltim Prima Coal akan dipacu untuk mencapai target produksi tersebut. BUMI juga berencana menurunkan utang perseroan senilai US$800 juta pada kuartal empat 2010 dan US$800 juta lagi pada 2011. “Rekomendasi beli untuk BUMI,” ucapnya.

Sementara Yuganur Wijanarka merekomendasikan saham PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Berau Coal (BRAU). Menurutnya, secara teknikal ADRO mulai dalam proses akumulasi di daerah jenuh jual (oversold) untuk retracement rally, sehingga rekomendasinya akumulasi. “Beli ADRO dengan target harga bisa mencapai Rp1.950,” katanya.

Setelah isu tak sedap ADRO mengenai private placement di Rp.1.700-1.500 untuk menggalang dana capex, pasar akhirnya merasa sedikit lega. Hal ini menyusul keputusan perseroan untuk mengunakan kas internal demi akuisisi tambang batubara lainnya, serta proyek conveyor belt untuk efisiensi.

Sedangkan saham Berau dinilai Yuga masih berpeluang menguat, terkait rilisnya laporan keuangan enam bulan di 2010 yang terlihat valuasi, profitabilitas dan struktur utang yang sebenarnya lebih menarik. “Rekomendasi beli BRAU dengan target harga mencapai Rp485,” ujarnya. [mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: