adro YANG disoroti … 060910


… well, elo mesti baca2 dulu soal rumor positif bursa :  http://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-191209/
06/09/2010 – 06:42
BoW Saham Terkoreksi Pekan Lalu
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
… secara teknikal jelas tekanan jual maseh ada walo uda di area JENUH JUAL (oversold)… ini berarti ada ekspektasi terjadi pembalekan arah yang lebe kuat ke 1900 … well, liat aja dah 🙂
INILAH.COM, Jakarta – Penguatan di bursa saham Indonesia Senin (13/9) diperkirakan terus berlangsung. Rekomendasi ‘buy on weakness’ (BoW) bagi saham yang pekan lalu sudah mengalami tekanan jual, seperti ADRO, PGAS dan INCO.

Hendri Effendi, analis PT Citi Pacific Sekuritas mengatakan, tren penguatan indeks hari ini akan berlanjut. Tertembusnya level psikologis di 3.150 akhir pekan lalu, mengkonfirmasi bahwa periode konsolidasi bursa telah berakhir.

Hal ini ditambah sentimen positif dari eksternal, terutama bursa Wall Street. “Sehingga IHSG pada hari ini dapat menguat lagi,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan ada sekitar 54 ribu orang kehilangan pekerjaannya sepanjang Agustus. Namun data ini lebih baik dari prediksi pasar yang mengatakan akan ada 100 ribu orang yang kehilangan pekerjaannya. Sementara itu, pekerjaan di sektor swasta bertambah sebesar 67 ribu.

Di tengah kondisi ini, Hendri merekomendasikan saham-saham big cap yang mengalami tekanan jual pada akhir pekan lalu. Seperti saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Adaro Energi (ADRO) dan PT International Nickel Indonesia (INCO). “Rekomendasi buy on weakness pada emiten-emiten ini,” paparnya.

ADRO dinilai menarik setelah terkoreksi pada beberapa hari pekan lalu, terutama didukung fundamental yang kokoh. Sementara penurunan laba perseroan pada semester pertama 2010, bukan disebabkan faktor operasional namun karena harga batubara yang flat, bahkan hingga akhir tahun.

Hendri pun merekomendasikan saham ADRO terkait isu placement, yang menekan harga sahamnya, bahkan dapat mencapai level Rp1.500. “Investor sebaiknya melakukan aksi beli sekarang karena setelah placement, harga ADRO akan naik,” ucapnya.

Demikian juga saham PGAS, yang dinilainya tidak memiliki alasan kuat untuk terkoreksi pada perdagangan pekan kemarin. Salah satunya karena naiknya ASP (average selling price) baru untuk gas rata-rata sebesar 12%, sehingga kinerja kurtal dua 2010 cukup bagus. “Dengan kontrak harga jual rata-rata yang cukup tinggi, pada semester dua 2010 diekspektasikan ada kenaikan lagi,” katanya.

Hal ini didukung volume distribusi yang mulai meningkat, didukung suplai dari Conoco Philips. Sebelumnya, produksi di Conoco Phiilips terkendala hingga tidak dapat memenuhi kontrak pengiriman sebanyak 396 mmscfd pada 2010. “Tekanan pada saham PGAS akhir-akhir ini, membuka peluang untuk bei,” ujarnya.

Saham INCO juga termasuk emiten yang berpeluang rebound. Koreksi INCO, yang termasuk big cap di sektor mining, semata untuk menyesuaikan dengan pelemahan saham di sektor lain, seperti perbankan. “INCO ditekan dulu agar harganya murah,” ucapnya.

Pada perdagangan Jumat (3/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 42,128 poin (1,34%) ke level 3.164,277. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,812 miliar lembar saham senilai Rp4,128 triliun, dan frekuensi 94.902 kali.

Sebanyak 127 saham naik, 71 saham turun dan 84 saham stagnan. Kenaikan bursa didukung aksi beli asing yang mencatatkan nilai transaksi beli (net foreign buy) sebesar Rp182 miliar. Dimana nilai transaksi beli mencapai Rp1,336 triliun dan nilai transaksi jual hanya Rp1,154 triliun. [nat/mdr]
Saham-Saham Ini Jadi Incaran di Awal Pekan
Indeks di BEI awal pekan ini berpotensi bergerak menuju kisaran level 3.114 dan 3.200.
SENIN, 6 SEPTEMBER 2010, 07:35 WIB Antique

pialang di bursa saham (Rosa Panggabean)
BERITA TERKAIT
Saham Ini Jadi Incaran di Akhir Pekan
Saham Konsumer Diincar Investor
Libur Panjang, Investor Malas Beli Saham
Bursa Dijaga Aksi Selektif Beli Saham
Bursa Indonesia Masih Rawan Tekanan
VIVAnews – Sejumlah saham diperkirakan tetap menjadi target beli para investor pada transaksi hari ini, Senin, 6 September 2010. Hal itu tentunya berpotensi mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut analis PT Reliance Securities Tbk Gina Novrina Nasution, saham-saham yang masih diminati pelaku pasar menjelang Lebaran di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Saham-saham itu, kata dia, selain secara teknis masih menunjukkan penguatan harga, tetap menarik investasi karena memiliki fundamental yang menjanjikan.
ADRO (PT Adaro Energy Tbk) yang diinfokan akan menggelar aksi korporasi dan BJBR (PT Bank Jabar Banten Tbk) juga menjanjikan,” tutur Gina.

Gina mengakui, masih ramainya aksi pemburuan saham-saham tersebut diprediksi bakal mendorong terjadinya kembali pembelian sejumlah saham di lantai bursa dan tentunya akan memicu penguatan IHSG.

Ukie Jaya Mahendra, analis dari AAEI Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) juga berpendapat, langkah investor yang tetap melakukan pembelian saham akan mendorong indeks mencatakan rekor baru lagi, meski sudah mendekati libur panjang Lebaran.

Dia memproyeksikan, IHSG awal pekan ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 3.114 dan batas atas (resistance) 3.200.

Ukie mengakui, saham-saham yang akan menjadi incaran investor di antaranya BJBR dan PT United Tractor Tbk (UNTR).
BJBR, kata dia, terkait suku bunga acuan BI rate yang tetap, sedangkan UNTR terkait pembelian tambang baru yang akan memberikan dampak positif terhadap laporan keuangan semester II-2010.

Pada transaksi Jumat 3 Agustus 2010, indeks kembali mencatatkan rekor baru setelah terangkat 42,13 poin atau 1,34 persen ke level 3.164,28 dari perdagangan Kamis 2 September 2010, yang terkoreksi di posisi 3.122,15 atau turun 13,17 poin (0,42 persen).
Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 102,58 atau 0,49 persen di posisi 20.971,50, Nikkei 225 terangkat 51,29 poin (0,57 persen) ke level 9.114,13, dan Straits Times naik 15,90 poin atau 0,53 persen menjadi 3.002,56.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB kembali bergerak positif.

Indeks harga saham Dow Jones terangkat 127,83 poin (1,24 persen) menjadi 10.447,93, Standard & Poor’s 500 menguat 14,41 poin atau 1,32 persen ke level 1.104,51, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq naik 33,74 poin (1,53 persen) di posisi 2.233,75. (hs)
• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: