minyaaaa($72-74)aak : 02-030910


Harga minyak masih mendekati US$75 per barel
Jumat, 03/09/2010 07:08:24 WIB
Oleh: Bloomberg
SYDNEY: Harga minyak hampir tidak mengalami perubahan di sekitar US$75 per barel setelah sempat naik akibat penurunan penjualan rumah di Amerika Serikat ke posisi yang tidak terduga serta ledakan sumur minyak di Teluk Meksiko yang mendorong spekulasi bahwa pengetatan regulasi akan memangkas produksi.

Nilai kontrak berjangka minyak naik 1,5% kemarin karena menguatnya saham AS setelah National Association of Realtors mengumumkan kenaikan jumlah kontrak untuk pembelian rumah. Sementara itu, harga minyak mentah juga naik setelah ledakan di stasiun pengangkutan Mariner Energy Inc.

“Ini jelas bahwa kini pemerintah memiliki amunisi untuk melangkah maju dengan moratorium pengeboran. Akan ada biaya yang lebih besar dan berkurangnya jumlah produksi dari Teluk Meksiko,” tegas Carl Larry, Presiden Oil Outlooks & Opinions LLC di Houston.

Nilai kontrak minyak untuk Oktober diperdagangkan pada level US$74,91 per barel, yang melemah 11 sen dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 08.33 Sydney.

Kemarin, kontrak ini sempat naik sebesar US$1,11 menjadi US$75,02, dan turun 0,4% untuk minggu ini setelah merosot 5,6% sepanjang tahun ini.Harga minyak bangkit setelah Pemandu Teluk AS melaporkan ledakan yang terjadi 145 kilometer di lepas pantai Lousiana.

Pemerintahan Obama menerapkan moratorium sementara pada pengeboran minyak dan gas bawah air di Teluk tersebut pada 27 Mei lalu sebagai respons atas tumpahan minyak BP Plc yang merupakan bencana terburuk sepanjang sejarah AS.

Nilai kontrak minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober naik tipis 58 sen atau 0,8% menjadi US$76,93 per barel pada akhir sesi perdagangan di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London kemarin.

Sementara itu, jumlah cadangan minyak mentah AS bertambah 3,43 juta barel menjadi 361,7 juta pada pekan lalu, berdasarkan laporan Departemen Energi AS pada 1 September. Berdasarkan nilai tengah proyeksi 16 analis dalam survei Bloomberg News, cadangan diperkirakan naik 1,2 juta barel.

Pemerintah AS melaporkan produksi sejumlah kilang yang beroperasi pada kapasitas 87%, merosot 0,7% poin dari pekan sebelumnya. Angka ini merupakan posisi terendah sejak April. (t01/esu)
LONDON, Sept 1, 2010 (AFP)
Oil prices powered higher on Wednesday in the wake of strong manufacturing data in leading energy consumers China and the United States.

Brent North Sea crude for delivery in October was up 1.93 dollars at 76.57 dollars a barrel in late London trade.

New York’s main contract, light sweet crude for October, jumped 2.13 dollars to 74.05 dollars.

“The financial markets have decided to ignore the negative news that (US) private employment may have contracted in August and are concentrating on the unexpected rebound in the ISM manufacturing index last month,” said Capital Economics analyst Paul Ashworth.

The US manufacturing sector expanded for the 13th straight month in August, beating most analysts’ expectations.

The Institute of Supply Management said its manufacturing index rose to 56.3 points from 55.5 percent in July, trumping forecasts for a fall to 52.9 percent.

A reading above 50 percent indicates an expanding manufacturing sector.

Earlier on Wednesday, official data showed manufacturing had also strengthened in China — the world’s second biggest energy-consuming nation after the United States.

Later on Wednesday, the oil market shrugged off data from the US Department of Energy that showed American crude inventories jumped 3.4 million barrels last week — far higher than the 800,000 barrel rise predicted by analysts.

Oil prices fell sharply on Monday and Tuesday as traders fretted over the pace of the US economic recovery and growing fuel inventories.

burs-bcp/bmm

01/09/2010 – 12:17
Pasokan Naik, Minyak Asia Naik Tipis di Atas US$72

(IST)
INILAH.COM, Singapura – Harga minyak Asia Rabu (1/9) naik tipis di atas US$72 per barel setelah turun tajam kemarin di tengah bukti bahwa pasokan minyak mentah tetap tinggi dan melemahnya permintaan AS.

AP melaporkan benchmark minyak mentah untuk pengiriman Oktober naik 34 sen menjadi US$72,26 per barel di tengah hari waktu Singapura pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak tersebut turun US$2,78 untuk menetap di US$71,92 pada Selasa.

Persediaan minyak mentah naik 4,7 juta barel pekan lalu seperti dilansir American Petroleum Institute, Selasa malam. Analis yang disurvei oleh Platts, McGraw-Hill Cos, Memperkirakan persediaan minyak naik sebesar 1,9 juta barel. Persediaan bensin dan minyak hasil penyulingan turun seperti dilaporkan API.

Departemen Energi akan melaporkan data pasokan mingguannya Rabu.

Persediaan minyak mentah yang lebih tinggi di AS menunjukkan permintaan konsumen tetap lesu. Dalam perdagangan di NYMEX lainnya, kontrak September untuk minyak hasil pemanasan naik 1,33 sen menjadi US$2,005 per galon dan bensin naik 0,96 persen menjadi US$1,867 per galon. gas alam untuk pengiriman Oktober jatuh 3,3 sen menjadi US$3,783 per 1.000 kaki kubik. Minyak mentah Brent naik 46 sen ke US$75,10 per barel di bursa berjangka ICE. [cms]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: