laba terimbas hujan, adro : 310810


PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan meningkatkan investasi proyek ban berjalan (konveyor system) untuk mengangkut batubara sepanjang 68 kilometer (km) di Kalimantan. Investasi proyek tersebut meningkat dari US$ 240 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun menjadi US$ 480 juta (setara Rp 4,4 triliun).

Menurut Deputy Corporate Secretary Devindra Hardawar, perseroan awalnya menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 2010 dan 2011 untuk mendanai pembangunan konveyor dan pembangkit listrik berkapasitas 2X30 megwatt senilai US$ 400 juta. Dari jumlah itu, dana untuk proyek pembangkit dialokasikan US$ 160 juta, sehingga sisanya US$ 240 juta dianggarkan sebagai dana awal proyek konveyor.

“Awalnya pembangunan konveyor hanya diperkirakan sepanjang 30 km. Namun, kami akan memperpanjang hingga 68 km, sehingga dana harus ditingkatkan minimal dua kali lipat,” ujar Devindra kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (30/8).

Devindra menegaskan, tambahan investasi senilai US$ 240 juta sehingga total menjadi US$ 480 juta, belum termasuk dana untuk pembebasan ..

Sumber : INVESTORINDONESIA
Laba bersih Adaro Energy (ADRO) pada semeser I menurun 49% menjadi Rp1,153 triliun. Atau turun 38% menjadi US$125 juta. Hal ini karena peningkatan beban bunga yang terkait obligasi sebesar US$800 juta pada Oktober 2009.

Hal itu dikatakan Presdir ADRO, Garibaldi Thahir daalm keterbukaan di BEI. “Penurunan pada semester I tahun 2010 sudah diperkirakan. Walaupun dproduksi dan penjualan meningkat dibandingkan semester I 2009,” katanya.

Hal ini karena peningkatan beban bunga yang terkait obligasi sebesar US$800 juta pada Oktober 2009. Akibatnya, jumlah beban bunga meningkat 93% menjadi US%64 juta atau 60% menjadi Rp586 miliar. Belum lagi ditambah dengan faktor kenaikan tarif pajak efektif dan kerugiakn selisih kurs sebesar Rp121 miliar.

Namun beban operasi mengalami penurunan sebesar 27% hingga menjadi Rp377 miliar atau menurun 12% menjadi US$41 juta. Hal ini terutama disebabkan beban penjualan dan pemasaran yang lebih rendah. Walaupun beban umum dan administrasi meningkat 31% atau US$5,4 juta.

Penurunan ini akibat penurunan sebesar 37% pada komisi penjualan yang terkait dengan restrukturisasi agen pihak ketiga terhadap coaltrade. Jadi laba usaha menurun 28% menjari Rp3,6 triliun atau 13% menajdi US%388 juta.

Sumber : INILAH.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: