braU … aUuuuuum (4) … 200810


loading

Berau Energy negosiasi dengan Noble
OLEH ARIF GUNAWAN S.
Bisnis Indonesia

Article Rank

Pendapatan 2010 ditargetkan US$986 juta JAKARTA: Debutan baru di papan bursa PT Berau Coal Energy Tbk dikabarkan bernegosiasi dengan Noble Group dan sejumlah perusahaan komoditas global lain guna mengamankan penjualan batu baranya.

Produsen batu bara terbesar kelima di Indonesia menargetkan meraup pendapatan US$986 juta dengan penjualan 17 juta ton pada harga US$58 per ton pada tahun ini, naik 11,41% dari realisasi pendapatan tahun lalu US$885 juta. Untuk produksi tahun ini ditarget 17,9 juta ton.
Seorang eksekutif yang mengetahui rencana pengembangan Berau Energy ke depan mengatakan kerja sama strategis (strategic partnership) dimaksudkan untuk mendongkrak kinerja Berau, setelah berhasil melepas sahamnya ke pasar dan mengurangi utang.

“Setelah melepas Berau Energy ke publik, Recapital dalam posisi bebas utang. Mereka pun berupaya memperkuat kinerja anak usahanya dengan menggandeng mitra strategis. Ada beberapa perusahaan global yang sedang bernegosiasi,“ tuturnya kepada Bis nis kemarin.

Negosiasi tersebut, lanjutnya, sampai sekarang masih berjalan dan belum ada keputusan pihak mana yang akan digandeng Recapital melalui Berau Energy. Namun, rencana itu memang diagendakan dalam strategi perseroan.

Sumber lain di pasar menyebutkan saat ini juga berembus kabar Berau Energy meneken kesepakatan penjualan batu bara dengan salah satu perusa haan global dalam waktu dekat.
Jika kerja sama itu final, saham perseroan dipastikan terdongkrak.

Noble Group, perusahaan yang berbasis di Hong Kong, kini 15% sahamnya dimiliki CIC Investment Corporation. CIC mengakuisisi saham Noble, tepat sehari sebelum membeli utang Bumi senilai US$1,9 miliar.

Telepon genggam Presdir Recapital Advisors yang juga Presdir Berau Energy Rosan Perkasa Roeslani yang diminta menjelaskan kabar tersebut tidak aktif.
Direktur PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra, salah satu penjamin emisi IPO perseroan, tidak bersedia berkomentar.
Divestasi Bukit Mutiara Rosan sendiri, seusai pencatatan saham perdana Berau Energy kemarin mengatakan perseroan sedang memfinalkan divestasi 20% saham Bukit Mutiara untuk melunasi obligasi yang beberapa waktu lalu dibeli Berau Energy.

Penjualan saham Bukit Mutiara itu sedang dilirik empat perusahaan pembangkit listrik dari China, India, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. “Korea yang intensif berbicara dengan kita. Salah satu perjanjiannya, Berau Energy akan jadi penyedia batu bara mereka,” katanya.

Berau Energy mengoperasikan tiga pertambangan aktif di di Kalimantan Timur dengan perkiraan sumber daya yang dikelola mencapai 1,4 miliar ton dengan estimasi cadangan sumber daya sebesar 346 juta ton.

Kenaikan pendapatan ini dengan asumsi jumlah produksi tahun ini mencapai 17,9 juta ton dengan penjualan minimal mencapai 17 juta ton. Tahun lalu, Berau Energy mencatatkan volume penjualan 14 juta ton, dari seluruh produksi batu bara 14,1 juta ton.

Direktur Keuangan Berau Energy John J. Ramos menambahkan

hingga paruh pertama tahun ini, perseroan mampu menjual batu bara 8,1 juta ton, meski aktivitas penambangan sejauh ini masih terkendala cuaca buruk.
“Kalau akhir tahun ini pendapatan kita ya tinggal dikalikan saja [dengan] jumlah produksi 17 juta ton dengan rata-rata harga US$58. Harga batu bara yang dipatok tahun ini US$58 per ton, lebih tinggi dari harga tahun lalu US$56,4 per ton.“

Dalam perdagangan perdana kemarin, saham perseroan naik 32,5% menjadi Rp530 per sa ham, setelah perseroan melepas 3,4 miliar saham, 10,79% dari to tal 31,5 miliar saham, dengan harga perdana Rp400 per saham.

Dari 3,40 miliar saham, 70% di alokasikan untuk investor insti tusi lokal dan asing, sisanya un tuk investor perorangan.

Pada bagian lain, Rosan me ngatakan perusahaan menarget kan belanja modal US$240 juta hingga akhir 2014. Untuk tahun ini, belanja modal dipatok US$48 juta, tahun depan US$89 juta, ke mudian pada 2012 sebanyak US$86 juta dan sisanya untuk dua tahun ke depan.

Ke depan, perseroan berencana menambah kepemilikan investor ritel pada saham perusahaan dari posisi saat ini 9% yang dilepas melalui penawaran umum per dana kemarin. Namun, hal terse but tidak menggunakan penawaran kedua (secondary offering).

Rencana itu sejalan dengan rencana yang sebelumnya diungkapkan komisaris emiten, Sofjan Djalil. “Nantinya akan kami tambah, tetapi tidak menggunakan skema secondary offering, skemanya sederhana, plain vanilla, tetapi unik,” ujar Vicky Ganda.

Berau Energy, induk PT Berau Coal, adalah anak usaha Bukit Mutiara. Perusahaan yang terakhir ini dikendalikan oleh Recapital Advisors, yang mayoritas sahamnya dikuasai Rosan Perkasa Roeslani.

Pada bagian lain, PT Capitalinc Investment Tbk, anak usaha Recapital Advisors, berencana mengakuisisi sebuah perusahaan dari sektor tambang dalam dua bulan ke depan. Dananya akan menggunakan pinjaman bank Presdir Recapital Advisors Rosan Perkasa Roeslani mengatakan dana akuisisi itu rencananya dari bank, dan perusahaan biasanya tidak kesulitan mencari pinjaman bank karena ada bank yang menawarkan dananya.

Per kuartal I/2010 perseroan membukukan penurunan pendapatan 26,93% dari Rp9,52 miliar pada kuartal I/2009 menjadi Rp6,95 miliar. Laba bersih perseroan juga turun tipis 7,8% dari Rp1,46 miliar menjadi Rp1,34 miliar pada periode yang sama.(09/IRVIN AVRIANO A./BASTANUL

EMAIL
(arif.gunawan@bisnis.co.id)
Sandiaga Salahudin Uno
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Sandiaga Salahudin Uno

(Kompas/BM Lukita Grahadyarini)
Lahir 28 Juni 1969 (umur 41)
Rumbai, Pekanbaru, Indonesia
Orang tua Razif Halik Uno (Henk Uno) dan Rachmini Rachman (Mien R Uno)
Pekerjaan Pendiri PT Saratoga Investama Sedaya
Sandiaga Salahudin Uno atau sering dipanggil Sandi Uno (lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969; umur 41 tahun[1]) adalah pengusaha asal Indonesia.[2] Sering hadir di acara seminar-seminar, Sandi Uno memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), utamanya pada pemuda.[1]
Sandi Uno memulai usahanya setelah sempat menjadi seorang pengangguran ketika perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut.[3] Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor.[3]Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain .[3] Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes.[4]
Daftar isi [sembunyikan]
1 Karier
2 Pemikiran
2.1 Kesuksesan
2.2 Kewirausahaan dan UMKM
3 Referensi
[sunting]Karier

Sandi Uno adalah lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude.[1] Sandi mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990.[1] Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 .[3]
Kemudian, pada tahun 1993 ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994).[1] Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan.[5] Namun, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.[3] Sandi pun tidak bisa lagi meneruskan pekerjaanya tersebut.[rujukan?] Ia pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran.[3] Meskipun demikian, karena kejadian tersebut, Sandi Uno kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha.[3]
Pada tahun 1997 Sandi Uno mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani.[3] Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya.[rujukan?] Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya.[3] Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.[3]
Berbekal jejaring (network) yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandi Uno sukses menjalankan bisnis tersebut.[3] Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan.[rujukan?] Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan.[3] Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.[rujukan?] Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga.[3] Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali , antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.[3]
Pada 2005-2008, Sandi Uno menjadi ketua umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).[5] Ia juga menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004.[5]
Sandi dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta dollar AS, Pada 2007.[rujukan?] Sementara, pada 2008 ia dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset 245 juta dollar AS.[4] Pada 2009 Sand masuk sebagai pendatang baru dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes.[4] Majalah tersebut menuliskan Sandi memiliki kekayaan US$ 400 juta dan berada di peringkat 29.[4]
Saat ini, Sandi Uno juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan.[5]
PT Adaro Indonesia
PT Indonesia Bulk Terminal
PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia
Interra Resources Limited
[sunting]Pemikiran

[sunting]Kesuksesan
Sandi Uno meyakini bahwa keberanian dan optimisme dalam memandang masa depan menjadi kunci pembuka jalan untuk meraih kesuksesan.[rujukan?] Selain itu, bangunan jejaring juga harus menjadi perhatian.[3] Meskipun demikian, jejaring relasi hanya menyumbang 30 persen dari kesuksesan.[rujukan?] Unsur kesuksesan, menurutnya, selebihnya bersumber dari kerja keras dan menjaga kepercayaan.[3] Sandi Uno menganggap bahwa hidup harus memiliki target.[rujukan?] Tanpa target, pencapaian yang ingin diraih akan sulit terwujud.[3]
Menurut Sandi Uno, kegagalan dan kesalahan merupakan keniscayaan dalam berusaha.[6] Tapi ia optimis bahwa kegigihan dalam upaya untuk terus berani mencoba adalah kunci menuju kesuksesan.[rujukan?] Apabila terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan (trial and error), maka hal itu akan mengantarkan seseorang pada puncak kesuksesan.[6]
Sandi Uno menyatakan bahwa salah satu strategi penting dalam meraih keberhasilan adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih kesuksesan.[6] Kuncinya adalah belajar dari pengalaman mereka sampai mampu meraih kesuksesan seperti mereka.[6]
Menurut Sandi Uno, untuk meraih kesuksesan tersebut sesorang harus memiliki kompetensi, kapasitas dan kapabilitas yang memadai.[6] Untuk mendapatkannya seseorang senantiasa harus memiliki karakter dan komitmen yang kuat, integritas yang tinggi, tekun, bekerja keras, dan disiplin.[6] Sandi Uno menegaskan bahwa perlu adanya inovasi tiada henti dengan selalu tanggap terhadap perubahan dan terus menerus berusaha menuju perubahan yang lebih baik lagi.[rujukan?] Menurutnya, akan lebih bagus lagi apabila seseorang berusaha untuk bisa menjadi seorang role model yang bisa memberikan contoh yang baik dan inspirasi bagi orang lain di sekitarnya.[6]
[sunting]Kewirausahaan dan UMKM
Kewirausahaan, menurut Sandi Uno, adalah sebuah pola pikir.[rujukan?] Kewirausahaan seperti menjadi sebuah ide yang menyebar luas terutama di kalangan anak muda.[7] Sandi Uno melihat bahwa anak muda memiliki sikap dinamis dan penuh gairah atau semangat.[7] Dinamisme dan semangat itu pada gilirannya akan membuat masa depan dunia wirausaha di kalangan pemuda menjadi lebih cerah.[7] Menurutnya, kombinasi antara kerja keras (working hard), kerja cerdas (working smart) dan serta bermain sungguh-sungguh (playing hard) semakin bergeser dari tren musiman menjadi gaya hidup.[rujukan?] Bagi Sandi, kalau keadaan ini terus berlangsung bahkan terus ditingkatkan, dapat dipastikan bahwa prospek bisnis dan perekonomian Indonesia juga makin cerah.[7]
Namun, menurut Sandi Uno, masih ada kesalahpahaman mengenai konsep kewirausahan itu sendiri.[8] Pertama, kebanyakan pemuda masih menganggap bahwa kewirausahaan adalah sesuatu yang mudah.[rujukan?] Menurutnya, kewirausahan bukan selalu berarti harus meninggalkan sebuah pekerjaan dan membuka kerja sendiri.[8] Meskipun menjadi seorang pekerja (karyawan), seseorang masih bisa memiliki jiwa wirausaha.[rujukan?] Bagi Sandi Uno, wirausaha adalah sebuah pola pikir yang terus menghasilkan kreativitas dan inovasi.[8] Kewirausahaan memang memiliki visi yang baik, tapi tidak tergantung pada tempat kerja.[8] Jadi seorang wirausahawan tidak terbatas hanya pada lokasi atau status dan posisi di tempat kerjanya.[8]
Kedua, beberapa contoh wirausahawan memang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang memadai.[rujukan?] Seharusnya, menurut Sandi Uno, sudut pandang diarahkan kepada kesuksesan mereka dalam mengembangkan usahanya dan bukan pada latar belakang pendidikan para orang sukses tersebut.[8] Kewirausahaan mengharuskan adanya kebijaksanaan, bukan intuisi yang buta.[8] Menurutnya, kewirausahaan bukan bertujuan untuk menjadikan orang kaya, tetapi menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik.[rujukan?] Terakhir, kewirausahan adalah bukan untuk diri sendiri.[8] Kewirausahan adalah tentang kerjasama dengan orang lain.[rujukan?] Kewirausahaan juga berbicara tentang bagaimana memberikan manfaat bagi orang lain.[8]
Bagi Sandi Uno, kewirausahaan bertentangan dengan konsep keberuntungan.[8] Sandi Uno menyatakan bahwa orang yang bergantung pada keberuntungn akan selalu menanti keberuntungan itu datang.[rujukan?] Sementara, menanti hanya akan membuat seseorang menjadi miskin.[8]
Menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pelaku mayoritas ekonomi Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi negara.[9] UMKM seharusnya diperhatikan secara lebih serius.[9] Bagi Sandi Uno, kendala pada UMKM akan sangat mengganggu perekonomian bangsa ini.[9]
Dalam hal pengelolaannya, menurut Sandi Uno, ada tiga masalah besar yang dihadapi pelaku UMKM saat ini, yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM), akses pasar, dan pendanaan.[9] UMKM dibiarkan tumbuh sendiri oleh pemerintah tanpa kebijakan yang berpihak.[9] Namun, sektor tersebut terbukti mampu bertahan pada saat krisis dan menopang perekonomian negara selama lebih sepuluh tahun terakhir ini.[9] Sandi Uno menyatakan bahwa sektor UMKM seharusnya ditegaskan kembali sebagai pilar penciptaan lapangan kerja.[9] Selama ini, menurut Sandi Uno, jiwa kewirausahaan telah membuktikan bahwa UMKM mampu bertahan dan mampu memekerjakan karyawan rata-rata 5-10 orang per unit usaha.[3]
[sunting]Referensi

^ a b c d e http://www.sragenkab.go.id. “Profil Pembicara Seminar Nas. Pemuda Indonesia (2), Sandiaga S. Uno, cerdas punya felling bisnis tinggi”. (diakses 16 April 2010)
^ http://www.thejakartapost.com. “RI’s Sandiaga Uno among Asia fellows”. (diakses 15 April 2010)
^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r Kompas, 4 September 2008.”Kebangkitan Hidup Sandiaga Uno”. (diakses 13 April 2010)
^ a b c d http://www.detikfinance.com. “Sandiaga Uno Merasa Tak Penting Masuk Daftar Terkaya Forbes”. (diakses 16 April 2010)
^ a b c d http://www.saratoga-asia.com. “Sandiaga S Uno”. (diakses 17 April 2010)
^ a b c d e f g Majalah Swa. “Sandiaga S.Uno: Agar Sukses, Pelajari Pengalaman Orang-orang Sukses”. (diakses 13 April 2010)
^ a b c d hipmi.org. Uno, Sandiaga S. “YUK JADI PENGUSAHA BY SANDIAGA S UNO”. (diakses 18 April 2010)
^ a b c d e f g h i j k http://www.thejakartapost.com. “Entrepreneurship: More than just self-employment”. (diakses 17 April 2010)
^ a b c d e f g Uno, Sandiaga S. “Mengembangkan UMKM Berbasis Kompetensi Oleh Sandiaga S Uno”. trijaya.co.id. (diakses 17 April 2010)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: