brau … auuuuuuM (3) : 190810


19/08/2010 – 17:31
Asing Banyak Jual Saham Berau Coal

PT Berau Coal Tbk (BRAU)
(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Hari pertama listing, investor asing justru lebih besar menjual saham PT Berau Coal Tbk (BRAU).

Dari catatan INILAH.COM, asing hanya membeli (foreign buy) saham BRAU sebanyak 36,72 juta saham, sedang penjualan oleh investor asing (foreign sell) saham BRAU mencapai 345,87 juta saham.

Volume perdagangan saham BRAU hari ini sebanyak 1,53 miliar (3,07 juta lot) saham. Sedang nilai transaksinya mencapai Rp739,36 miliar. Saham BRAU hari ini ditutup menguat 11,25% atau naik 45 poin ke harga Rp445 per saham. [cms]
Chart for (BRAU.JK)
19/08/2010 – 16:24
‘Listing’ BRAU Dorong IHSG Capai Rekor Baru
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia melesat menembus level psikologis 3.100. Melantainya saham pendatang baru PT Berau Coal (BRAU), menjadi katalis positif pasar.

Pada perdagangan Kamis (19/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 33,263 poin (1,08%) ke level 3.105,350. Indeks saham unggulan LQ45 juga naik 6,967 poin (1,19%) ke level 589,893.

IHSG sepanjang perdagangan berada di zona positif. Dibuka menguat 0,43% ke level 3085, indeks terus melaju menembus level 3.100, hingga pada sesi siang bertengger di 3.107 dan akhirnya ditutup di angka 3.105.

Willy Sanjaya, analis Lautandhana Securities mengatakan, IHSG hari ini berhasil menguat, menembus level psikologisnya di 3.100. Apresiasi Wall Street mendapat respon positif dari bursa regional, yang sore ini perkasa. “Sentimen lain yang mengangkat bursa adalah masuknya saham perdana Berau Coal Energy,” katanya.

Listingnya BRAU mendapat perhatian lebih dari pasar. Investor tampak memburu saham yang ditawarkan pada harga Rp 400 per saham. Emiten batu bara ini pun mendominasi perdagangan, dengan nilai trasnaksi sebesar Rp739 miliar. Adapun BRAU ditutup naik Rp 45 ke level Rp 445 per lembarnya.

Bursa didominasi penguatan sektor, seperti infrastruktur yang memimpin kenaikan sebesar 2,6%. Disusul sektor industri dasar yang terangkat 2%, finansial 1,4%, manufaktur 1,3%, konsumsi 1,1% dan aneka industri 0,9%. Sedangkan sektor lain seperti tambang, perkebunan, properti dan perdagangan terpantau melemah.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 7,094 miliar lembar saham, senilai Rp 7,791 triliun dan frekuensi 142.608 kali. Sebanyak 99 saham naik, 119 saham turun dan 72 saham stagnan.

Penguatan IHSG didukung aksi beli asing (net foreign buy) yang mencapai Rp1,76 triliun. Dengan rinciannya nilai transaksi beli sebesar Rp4,467 triliun dan nilai transaksi jual asing mencapai Rp2,706 triliun.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) yang naik signifikan Rp1.500 ke level 37.300, Indocement (INTP) naik Rp550 ke Rp17.600, Mayora (MYOR) yang naik Rp550 ke level 8.500, Astra International (ASII) naik Rp 500 menjadi Rp 48.800, BRI (BBRI) naik Rp 450 menjadi Rp 9.700 dan Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 9000,

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Lionmesh Prima (LMSH) turun Rp600 ke Rp3.600, Astra Otomotif (AUTO) yang terkoreksi Rp250 ke level 16.650, Bumi Resources (BUMI) yang melorot Rp140 ke level 1.290, Unilever (UNVR) yang turun Rp100 ke level 16.900 dan BCA (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 5.950.

Penguatan IHSG didukung apresiasi bursa regional Asia. Indeks Shanghai naik 21,68 poin (0,81%) ke level 2.687,98, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 49,73 poin (0,24%) ke level 21.072,46, dan indeks Nikkei-225 di Tokyo naik 122,14 poin (1,32%) ke level 9.362,68. [mdr]

Saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), produsen batubara terbesar kelima di Indonesia yang listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, dibuka naik Rp 30 ke level Rp 430 per saham dan langsung melejit 37,5% lebih ke level Rp 550.

Perseroan merupakan tamu keduabelas BEI tahun 2010 setelah pencatatan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Golden Retailindo Tbk (GOLD), PT SkyBee Tbk (SKYB), PT BPD Jabar Banten Tbk (BJBR), PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) dan PT Bukit Uluwatu Vila Tbk (BUVA).

Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS hari ini, Kamis (19/8/2010), saham BRAU langsung naik sebesar Rp 30 ke level Rp 430 per saham dari harga penawaran sebesar Rp 400 per saham. Saham BRAU langsung diburu investor dan langsung mengalami kenaikan tajam sebesar Rp 150 atau 37,5% ke level Rp 550.

Berau Energy melepaskan 3,4 miliar sahamnya ke publik. Jumlah tersebut setara dengan 9,742% dari total saham perseroan sebanyak 34,9 miliar saham.

Harga pelaksanaan dipatok Rp 400 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Total dana yang akan diperoleh melalui IPO ini sebesar Rp 1,36 triliun. PT Danatama Makmur dan PT Recapital Securities bertindak sebagai penjamin emisi IPO.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 126 juta dan menambah pendanaan akuisisi Maple Holdings Ltd melalui Seacoast Offshore Inc (anak usaha Berau) senilai US$ 25 juta.

Sumber: detikcom
INILAH.COM, Jakarta – Pertama listing Kamis (19/8) ini, saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dibuka hanya naik 7,5% atau 30 poin ke harga Rp430 per saham.

Saat ini saham BRAU berada di harga Rp485 per saham atau naik 21,25% (naik 85 poin).

Volume perdagangan mencapai 983.382 saham dengan nilai transaksi Rp251,99 miliar dengan 6.457 kali perdagangan. Harga tertinggi saham BRAU berada di Rp550 dan harga terendah di Rp420.

Sebelumnya diberitakan investor asing mendominasi porsi alokasi penawaran umum perdana saham PT Berau Coal Energy atau sekitar 50% dari total penawaran umum PT Berau Coal Energy.

Hal itu disampaikan Direktur Investment Banking PT Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra, lewat pesan singkatnya kepada INILAH.COM, Rabu (18/8) malam. Vicky menuturkan pihaknya melakukan penawaran umum perdana saham ke Jakarta, Surabaya dan Medan pada 10 Agustus-12 Agustus 2010.

Penawaran umum perdana saham PT Berau Coal Energy mengalami oversubcribed 40,9 kali. “Dari porsi alokasi pooling sekitar 70% dialokasikan kepada investor institusi internasional dan domestik, sedang sisanya individual,” tambah Vicky.

Seperti diketahui, PT Berau Coal Energy Tbk melepas saham perdana sebesar 3,4 miliar saham dengan target dana US$150 juta. Dana hasil penawaran umum perdana PT Berau Coal Energy untuk akuisisi dan belanja modal. PT Berau Coal Energy akan mencatatkan saham perdana pada Kamis

Sumber : INILAH.COM

PT Recapital Advisors segera mengkonversi utang sebesar US$ 580 juta menjadi 20% saham PT Bukit Mutiara, induk PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) kepada sebuah perusahaan pembangkit listrik asing. BRAU akan mendapatkan kontrak penjualan batubara kepada calon pembelinya itu.
“Kita akan rising fund, dengan divestasi saham di level atasnya (Bukit Mutiara),” ungkap Direktur Utama Recapital, Rosan P Roslani di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Kamis (19/8/2010).
Recapital merupakan pemilik 99,6% saham Bukit Mutiara, sedangkan Bukit Mutiara merupakan pemilik 90% saham BRAU. Recapital berencana mengkonversi utang sebesar US$ 580 juta menjadi 20% saham Bukit Mutiara. Utang tersebut diterbitkan oleh Bukit Mutiara untuk mengakuisisi saham BRAU senilai US$ 1,5 miliar.
“Kita akan lepas ke salah satu perusahaan pembangkit listrik supaya BRAU bisa mendapatkan kontrak pasokan batubara juga. Peminatnya sejauh ini dari India, China, AS dan Korea. Korea cukup intensif berbicara dengan kita,” jelas Rosan.
Divestasi 20% saham ini akan direalisasikan sebelum Desember 2010. Namun, Rosan belum memastikan berapa pihak yang akan menyerap divestasi saham PT Bukit Mutiara. “Kita jual berapa, detailnya belum. Nanti ya,” ucapnya.
Atas divestasi yang dilakukan akhir tahun ini, Bukit Mutiara melalui BRAU akan menyediakan asupan batubara ke perusahaan asing tersebut. “Kan mereka pembangkit listrik juga butuh batubara sebagai energi. Komposisi suplai batubara disesuaikan dengan saham yang mereka milik nantinya,” paparnya.
Sumber: detikcom

PT Recapital Advisors segera mengkonversi utang sebesar US$ 580 juta menjadi 20% saham PT Bukit Mutiara, induk PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) kepada sebuah perusahaan pembangkit listrik asing. BRAU akan mendapatkan kontrak penjualan batubara kepada calon pembelinya itu.
“Kita akan rising fund, dengan divestasi saham di level atasnya (Bukit Mutiara),” ungkap Direktur Utama Recapital, Rosan P Roslani di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Kamis (19/8/2010).
Recapital merupakan pemilik 99,6% saham Bukit Mutiara, sedangkan Bukit Mutiara merupakan pemilik 90% saham BRAU. Recapital berencana mengkonversi utang sebesar US$ 580 juta menjadi 20% saham Bukit Mutiara. Utang tersebut diterbitkan oleh Bukit Mutiara untuk mengakuisisi saham BRAU senilai US$ 1,5 miliar.
“Kita akan lepas ke salah satu perusahaan pembangkit listrik supaya BRAU bisa mendapatkan kontrak pasokan batubara juga. Peminatnya sejauh ini dari India, China, AS dan Korea. Korea cukup intensif berbicara dengan kita,” jelas Rosan.
Divestasi 20% saham ini akan direalisasikan sebelum Desember 2010. Namun, Rosan belum memastikan berapa pihak yang akan menyerap divestasi saham PT Bukit Mutiara. “Kita jual berapa, detailnya belum. Nanti ya,” ucapnya.
Atas divestasi yang dilakukan akhir tahun ini, Bukit Mutiara melalui BRAU akan menyediakan asupan batubara ke perusahaan asing tersebut. “Kan mereka pembangkit listrik juga butuh batubara sebagai energi. Komposisi suplai batubara disesuaikan dengan saham yang mereka milik nantinya,” paparnya.

Sumber: detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: