brau … auuuuum (2) : 190810


Kamis, 19/08/2010 12:44 WIB
Berau Energy Bidik Pendapatan US$ 1,038 Miliar di 2010
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) menargetkan pendapatan atas penjualan batubara sebesar US$ 1,038 miliar hingga akhir tahun 2010. Per Juli 2010, pendapatan perseroan mencapai US$ 477 juta.

Demikian disampaikan Direktur BRAU John J Ramos saat ditemui dalam pencatatan saham perdana BRAU di gedung BEI, SCBD Jakarta, Rabu (19/8/2010).

Ia menjelaskan, estimasti pendapatan ini didapat dari target produksi 17,9 juta ton, dengan harga rata-rata yang mencapai US$ 58 per ton. Maka pendapatan yang bisa diraih perseroan mencapai US$ 1,038 miliar.

“Itu perkiraan dengan harga rata-rata US$ 58 per ton. Sampai Juli, pendapatan US$ 477 juta, dengan produksi diatas 8,1 metric ton batubara. Harga US$ 58,25,” ungkapnya.

Pada bulan lalu, jumlah produksi sudah mencapai 14,3 juta ton, dan akan terus naik hingga 17,5-17,9 juta ton. “Kami yakin bisa mencapai. Jika dibandingkan pendapatan kita US$ 885 juta di 2009 dengan jumlah produksi hanya 14 juta ton di harga rata-rata US$ 56,4 per ton,” paparnya.

Penambahan produksi akan diperoleh dari produksi tiga titik baru yang mulai memproduksi 1,8-2,8 juta ton batubara. “Kita harap sumur (titik) mulai operasi triwulan-III,” jelas John.

Permintaan batubara diprediksi akan meningkat seiring dengan naiknya permintaan domestik maupun luar negeri. “Seluruh produksi kita sudah 2010 habis. Yang menginginkan batubara harus tunggu 2011. Ini akan diteruskan sampai dengan beberapa tahun ke depan,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Untuk tahun 2010, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar US$ 48 juta, dari total dana US$ 240 juta yang disiapkan perseroan hingga empat tahun ke depan.

“Dana internal kita US$ 240 juta, selama empat tahun sudah tercukupi. Belum lihat secondary offering, karena kita tidak mau ambil dana publik, kalau nggak tahu untuk apa,” Direktur Utama BRAU Rosan P Roslani.

(wep/dro)

Berau Coal Bisa Ramaikan Aksi Beli Saham
IHSG menjelang akhir pekan ini berpotensi bergerak menuju kisaran level 3.054 dan 3.082.
KAMIS, 19 AGUSTUS 2010, 07:59 WIB Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan melanjutkan penguatan kemarin pada transaksi hari ini, Kamis 19 Agustus 2010. Pencatatan (listing) saham PT Berau Coal Energy Tbk bisa mendorong ramainya kembali aksi beli investor.

“Aksi korporasi masih menjadi sentimen positif,” kata Gifar Indra Sakti, analis PT Sucorinvest Central Gani kepada VIVAnews di Jakarta.

Dia memproyeksikan, IHSG menjelang akhir pekan ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 3.054 dan batas atas (resistance) 3.082.

Pada transaksi Rabu 18 Agustus 2010, indeks kembali ditutup positif setelah menguat 19,49 poin atau 0,63 persen ke level 3.072,09 dari perdagangan Senin 16 Agustus 2010, yang berada di posisi 3.052,60 atau melemah tipis 0,41 poin (0,0 2persen).

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng menlemah 114,70 atau 0,54 persen di posisi 21.023,73 dan Straits Times turun 3,99 poin (0,14 persen) menjadi 2.919,37, tetapi Nikkei 225 menguat 78,86 poin atai 0,86 persen ke level 9.240,54.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York atau Kamis dini hari WIB kembali bergerak positif.

Indeks harga saham Dow Jones terangkat 9,69 poin (0,09 persen) menjadi 10.415,54, Standard & Poor’s 500 menguat 1,62 poin atau 0,15 persen ke level 1.094,16, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq naik 6,26 poin (0,28 persen) di posisi 2.215,70.

Gifar menuturkan, IHSG hari ini kelihatannya masih menguat walau dengan kisaran terbatas. Sentimen positif bursa regional akan memicu pergerakan bursa domestik. “Selain itu, listing-nya Berau Coal Energy turut menjadi katalis positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, sisi teknis seperti indikator stochastic oscillator turut menjadi peluru bagi indeks agar bergerak di teritori positif. “Namun, antisipasi kenaikan inflasi akibat puasa bisa membatasi laju IHSG,” tutur Gifar.

Gifar menyarankan, sebaiknya pemodal mencermati (wait and see) pergerakan pasar terlebih dahulu sebelum mengambil posisi di saham. Hal itu, guna mengantisipasi kondisi IHSG saat ini yang gampang berubah-ubah.
• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: