adro the blue$+ chip … 160810


Aksi Beli Saham Unggulan Marak Lagi
Sebaiknya pelaku pasar kembali memburu saham blue chips di sektor perbankan dan tambang.
SENIN, 16 AGUSTUS 2010, 07:40 WIB Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan kembali bergairah oleh aksi beli investor terhadap saham-saham papan atas (blue chips) pada transaksi hari ini, Senin 16 Agustus 2010.

“Sepertinya, penguatan IHSG akhir pekan lalu terjadi lagi,” kata Teguh Ramadhani, pengamat pasar modal kepada VIVAnews di Jakarta.

Dia memproyeksikan, IHSG awal pekan ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 3.024 dan batas atas (resistance) 3.054.

Pada transaksi Jumat 13 Agustus 2010, indeks kembali ditutup positif setelah menguat 27,37 poin atau 0,90 persen ke level 3.035,01 dari perdagangan Kamis 12 Agustus 2010, yang berada di posisi 3.025,64 atau turun tipis 9,67 poin (0,32 persen).

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng melemah 34,14 atau 0,16 persen di posisi 21.071,57, tetapi Nikkei 225 menguat 40,87 poin (0,44 persen) ke level 9.253,46, dan Straits Times naik 12,93 poin atau 0,44 persen menjadi 2.939,97.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB kembali bergerak negatif walau sudah terbatas.

Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 16,80 poin (0,16 persen) menjadi 10.303,15, Standard & Poor’s 500 melemah 4,36 poin atau 0,40 persen ke level 1.079,25, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 16,79 poin (0,77 persen) di posisi 2.173,48.

Teguh berpendapat, IHSG hari ini sepertinya masih melanjutkan penguatan akhir pekan lalu. Hal itu terbaca dari sisi teknis, di mana indeks mengalami pembalikan arah (rebound) setelah beberapa hari terakhir terkoreksi.

Dia menambahkan, sentimen bursa regional seperti menipisnya tekanan jual yang terjadi di Wall Street turut mendorong bergairahnya kembali pasar saham di Asia, termasuk bursa domestik. “Apalagi, aksi beli saham blue chips juga marak lagi,” kata Teguh.

Teguh merekomendasikan, sebaiknya pelaku pasar kembali memburu saham blue chips seperti sektor perbankan dan pertambangan yang masing-masing terkait dengan bakal listing-nya Berau Coal dan tingkat suku bunga yang stabil.

Saham tersebut, kata dia, antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: