cermati ADRO … hari ini: 050810


05/08/2010 – 06:44

Cermati Saham Tambang & Perkebunan
Natascha & Asteria

(inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik Kamis (5/8) masih berpeluang melanjutkan penguatan, meski terbatas. Investor bisa mencermati saham komoditas tambang dan perkebunan.

Analis pasar modal Pardomuan Sihombing mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih berpeluang menguat, meski sudah naik tinggi.

Namun, guncangan jangka pendek dari faktor redenominasi dan inflasi akan terus membayangi bursa hingga akhir pekan. “Hal ini akan membuat pasar berfluktuasi, sehingga terbuka potensi koreksi jangka pendek,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pasar berfluktuasi karena aksi panic buying investor pada sejumlah barang akan memicu inflasi akibat kenaikan harga barang. “Konsumen yang takut kehilangan nilai uangnya, akan memburu barang-barang,” katanya.

Aksi Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga BI rate di level 6,5%, menunjukkan bahwa bank sentral tidak mengambil opsi kebijakan suku bunga untuk meredam inflasi. Hal ini mungkin karena tingginya inflasi saat ini hingga Lebaran nanti, bukan dipicu adanya permintaan, namun biaya yang meningkat (cost push inflation).

“Meksi inflasi hingga akhir tahun terus meningkat, BI menilai kondisi ini bisa dikendalikan, sehingga tidak perlu menggunakan instrumen suku bunga,” paparnya.

Sementara kinerja emiten semester dua 2010 yang diekspektasikan membaik, merupakan sentimen psoitif, karena meunjukkan bahwa ekonomi domestik masih kuat. Ini berarti, dengan atau tanpa perubahan suku bunga, pertumbuhan ekonomi semester dua ini masih akan didukung konsumsi domestik. “Kondisi ini memungkinkan IHSG melanjutkan rally menuju 3.200. Apalagi capital inflow masih tinggi,” tukasnya.

Domu menyarankan investor mencermati saham yang berorientasi pada pasar domestik. Namun mengingat kenaikan jangka pendek menengah yang sudah relatif tinggi untuk sektor perbankan dan konsumsi, ia cenderung memilih saham komoditas.

Hal ini didukung mulai naiknya harga komoditas, menyusul tren inflasi global, yang menunjukkan adanya pemulihan ekonomi. ”Peningkatan harga komoditas ini bukan karena permintaan meningkat. Namun, karena harga memang naik, setelah selama ini cenderung lagging,” ujarnya.

Ia merekomendasikan saham komoditas tambang batubara seperti PT Bukit Asam (PTBA), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG).

Sedangkan untuk perkebunan CPO, saham-saham pilihannya adalah PT Astra Argo Lestari (AALI), PT London Sumatra (LSIP) dan PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP). ”Buy on weakness untuk emiten-emiten ini,” ujarnya.

Pada Rabu (4/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 9,591 poin (0,32%) ke level 2983,247. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia sangat ramai, dimana volume transaksi tercatat 4.891 juta lembar saham, senilai Rp 4,397 triliun dan frekuensi 112.143 kali.

Sebanyak 98 saham naik, 89 saham turun dan 77 saham stagnan. Meski menguat, investor asing masih mencatatkan transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp187 miliar. Dimana nilai transaksi jual mendominasi sebesar Rp1,602 triliun dan nilai transaksi beli hanya Rp1,414 triliun. [mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: