adro tunggu saatnya … 050810


Adaro batalkan IPO Saptaindra
OLEH ARIF GUNAWAN S.
Bisnis Indonesia
Adaro Energy membatalkan ren cana IPO anak usahanya, kontraktor tambang PT Saptaindra Sejati
Kas masih US$400 juta, Indo Tambangraya jajaki akuisisi tambang batu bara JAKARTA: Produsen batu bara terbesar ke- dua PT Adaro Energy Tbk membatalkan ren- cana pelepasan saham perdana (initial public offering/ IPO) anak usa- hanya, kontraktor tam- bang PT Saptaindra Sejati.

Deputi Sekretaris Perusahaan Adari Devindra Ratzwin mengatakan rencana itu ditunda untuk jangka waktu yang belum ditentukan dan juga tidak akan melanjutkannya dalam waktu dekat sejalan dengan perubahan strategi kepemilikan perseroan di anak-anak usaha.
“Bukan karena kondisi pasar, melainkan lebih karena kepemilikan kami sekarang sudah mayoritas, sehingga kami berpikir ulang untuk apa IPO,” tuturnya kepada Bisnis, di sela-sela Investor Day di Jakarta kemarin.

Meski demikian, lanjutnya, strategi perseroan untuk mempertahankan kepemilikan di Saptaindra itu tidak bersifat definitif alias bisa berubah sesuai dengan perkembangan industri atau kebutuhan pengembangan perseroan dan anak usaha.

Kinerja Saptaindra sendiri, berdasarkan laporan operasional Adaro semester I/2010, terlihat cukup meyakinkan. Pengupasan lapisan tanah penutup yang diker

jakannya mencapai 60,8 Mbcm (million bank cubic meter), dengan batu bara dikeruk 9,3 juta ton.
Volume lapisan tanah yang dipindahkan itu 11% dari capaian semester I/2009, sedangkan volume batu bara yang dikeruk naik 30%. Volume lapisan tanah penutup dan batu bara yang dikeruk adalah dua indikator utama kinerja operasional kontraktor tambang batu bara.

Tahun ini, Saptaindra berencana melakukan pengupasan lapisan penutup sekitar 141 Mbcm, dengan batu bara dikeruk 21 juta ton. Untuk itu, perseroan mengalokasikan belanja modal 2010 sebesar US$70 juta. Realisasinya per semester I/2010 sudah mencapai US$22 juta.

Terkait dengan rencana korporasi tahun ini, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Adaro Andre J. Mamuaya mengatakan menyiapkan tambahan belanja modal US$430 juta, di luar belanja modal rutin untuk pemeliharaan dan pembaruan alat US$200 juta per tahun.

Alokasi dana tersebut digunakan untuk meningkatkan target pengerukan batu bara oleh Saptaindra sebesar 45 juta ton hingga 2014, salah satunya dengan menyelesaikan proyek sabuk penghubung (conveyor belt).

“Kami menyiapkan dana US$430 juta. Lima tahun ke depan, belanja modal termasuk pemeliharaan setiap tahun US$200 juta, sehingga totalnya US$1,4 miliar sampai 2015,” katanya.

Dana tersebut, lanjutnya, akan diambil dari perseroan. Sepanjang semester I/2010, perseroan

mencatat produksi batu bara 21,62 juta ton, sedangkan volume penjualan menjadi 21,75 juta ton.
Tender pembangkit Pada bagian lain, Andre mengatakan pihaknya tengah mengikuti tender proyek batu bara di dua PLTU yang kebutuhannya 5,2 juta ton-7 juta ton per tahun. Perseroan mengikuti tender kedua dengan menggandeng Mitsui, JPower, Itochu, dan CDF Suez.
PLTU tersebut adalah PLTU Pemalang 2X1000 mega watt (MW) dan PLTU Kalsel 2X100 MW. Proyek PLTU Pemalang tersebut senilai US$2 miliar menca pai 4,5-6 juta ton per tahun, sedangkan PLTU Kalsel membutuhkan 1,2 juta ton-1,5 juta ton.

Di bidang independent power producer (IPP), perseroan melalui anak usahanya PT Makmur Sejahtera Wisesa tengah menyelesaikan proyek pembangkit berkapasitas 2X30 megawatt (MW) untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di tambang perseroan Kalimantan Selatan.

Menanggapi kabar akuisisi produsen batu bara milik pengusaha Jeffrey Mulyono, PT Bhakti Persada Energi, Andre mengatakan pihaknya belum dapat menjelaskan lebih lanjut soal aset tam bang yang diincar.

Dalam perkembangan lain, Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk Somyot Ruchirawat mengatakan perseroan berencana mengakuisisi satu tambang batu bara baru.

“Akuisisi ini kami lakukan untuk menaikkan cadangan batu bara. Kami punya kas kuat, US$400 juta. Namun, kami belum bisa mengumumkan perkembangan rencana ini.” Perseroan belum mengalokasikan dana untuk akuisisi itu dalam belanja modal 2010. Namun, rencana akuisisi tersebut telah disetujui Banpu selaku pemegang saham pengendali, meski perusahaan asal Thailand tersebut baru saja mengakuisisi perusahaan Australia US$2 miliar.

Tahun ini, belanja modal dipatok US$101 juta untuk mengembangkan aset secara organik. Unit bisnisnya, PT Indominco Mandiri (blok timur) mendapatkan US$7,5 juta, pembangkit Bontang US$5,3 juta, dan proyek infrastruktur PT Trubaindo Coal Mining US$20.4 juta.

Perseroan juga akan membelanjakan US$10,5 juta untuk belanja modal peralatan tambang Td Mayang, sebanyak US$20 juta untuk mendukung proyek tambang PT Bharinto Ekatama, salah satu unit usahanya, serta US$37,3 juta untuk peningkatan kapasitas.

Sepanjang semester I/2010, Indotambang telah memproduksi 11,2 juta ton batu bara. Tahun ini, Indotambang menargetkan produksi 23 juta ton. (BASTANUL SIRE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: