berau berutank … 210710


Rabu, 21/07/2010 16:45 WIB
Berau Energy Bidik Produksi Batubara 17,9 Juta Ton
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – PT Berau Coal Energy membidik produksi mencapai 17,9 juta ton batubara hingga tahun 2010. Penambahan ini akan diperoleh dari produksi tiga titik baru yang mulai memproduksi 1,8-2,8 juta ton batubara.

“Reserve (cadangan) di tiga sumur akan menaikkan produksi 1,8-2,8 juta ton, hingga total sampai akhir tahun mencapai 17,9 juta ton. Kita harap sumur (titik) mulai operasi triwulan-III,” jelas Direktur Berau Energy, John J Ramos di Hotel Mulia, Senayan Jakarta, Rabu (21/7/2010).

Ia menjelaskan, permintaan batubara diprediksi akan meningkat seiring dengan naiknya permintaan domestik maupun luar negeri. Hingga akhir Juni 2010, penjualan rata-rata perseroan mencapai 8 juta ton dengan harga rata-rata $ 58 per ton.

“Seluruh produksi kita sudah 2010 habis. Yang menginginkan batubara harus tunggu 2011. Ini akan diteruskan sampai dengan beberapa tahun ke depan,” paparnya.

Sepanjang tahun 2010, perseroan menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sekitar US$ 48 juta. Sebagian diambil dari cash flow. “Capex yang sudah komit US$ 30 juta, dari US$ 48 juta. Bisa tutup biaya debt service dan capex, tapi kita sisakan IPO prosit untuk capex,” terangnya.

Hingga semester-I 2010 pun BRAU mencatat kenaikan pendapatan 27% sekitar US$ 475 juta, dari posisi yang sama tahun lalu US$ 376 juta. “Harga rata-rata tahun lalu US$ 56,7 per ton dan akhir tahun akan membaik jadi US$ 58 per ton,” tegas John.

Perseroan melalui Seacoast Offshore Inc, siap mengucurkan dana US$ 206,023 juta atau Rp 1,923 triliun untuk akusisi Maple. Dimana, US$ 175 juta akan dibayar dengan menggunakan sebagian dari fasilitas pembiayaan yang dilakukan BRAU. Sisanya, US$ 25 juta menggunakan dana IPO pada Agustus 2010 mendatang.

Berau merupakan produsen dan eksportir batubara yang masuk daftar 10 besar di Indonesia. Perseroan mengoperasikan tiga pertambangan aktif di Kalimantan Timur dengan perkiraan sumber daya yang dikelola mencapai 1,4 miliar ton dengan estimasi cadangan sumber daya sebesar 346 juta ton.

(wep/dro)
Rabu, 21/07/2010 12:26 WIB
Berau Energy Pasang Harga IPO Rp 300-400 per Saham
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – PT Berau Coal Energy, induk usaha PT Berau Coal akan melepas 7 miliar saham perdananya dalam Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 300-400 per lembar. Perolehan dana IPO akan berkisar antara Rp 2,1 triliun hingga Rp 2,8 triliun.

Demikian disampaikan salah seorang investor yang menghadiri dalam paparan publik PT Berau Coal Energy di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Rabu (21/7/2010).

Perseroan bakal melepas 7 miliar lembar saham baru yang direncanakan pada 19 Agustus 2010. Dana yang didapat akan digunakan untuk akuisisi Maple Holdings Ltd serta belanja perseroan.

Berau Energy akan mengucurkan dana kepada kepada anak usahanya, Seacoast Offshore Inc, dalam rangka akuisisi 100% saham Maple. Nilai akuisisi 100% saham Maple ditaksir mencapai US$ 206,023 juta atau Rp 1,923 triliun.

Hasil dana IPO ini, perseroan juga akan melakukan pembiayaan akuisisi Seacoast sebesar 8%, sedangkan sisanya sebesar 92% untuk capex perseroan. Perseroan menunjuk PT Recapital Securities dan PT Danatama Makmur sebagai penjamin emisi atas IPO ini.

Perseroan memperkirakan perolehan pernyataan efektif IPO pada 6 Agustus 2010. Masa penawaran pada 10-12 Agustus 2010. Pencatatan di BEI (listing) pada 19 Agustus 2010.

Setelah IPO, struktur pemegang saham Berau Energy adalah

PT Bukit Mutiara sebanyak 31.499.999.500 saham (81,81%).
PT Bentara Energi Asia Utama sebanyak 500 (0,01%).
Masyarakat sebanyak 7.000.000.000 (18,18%).

(wep/dro)
PT Berau Coal Energy baru saja mendapatkan pinjaman US$ 400 juta dari konsorsium perbankan asing, dengan jangka waktu mencapai empat tahun. Perseroan juga tengah memproses penerbitan obligasi senilai US$ 350 juta.

Demikian disampaikan Komisaris Berau Energy Rosan P Roslina, usai paparan publik di Hotel Mulia, Senayan Jakarta, Rabu (21/7/2010).

Ia menambahkan, dengan fasilitas pinjaman perbankan tersebut maka total utang perseroan mencapai US$ 750 juta. Ini ditambah dengan surat utang obligasi senilai Us$ 350 juta yang tengah diproses di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

“Loan sejumlah US$ 400 juta, dari konsorsium. Arranger Credit Suisse dan Deutsche Bank. Ada juga bank dari China,” ungkap Rosan.

Menurutnya, untuk surat obligasi US$ 350 juta berjangka waktu lima tahun, dengan opsi dapat dibeli kembali (buyback) setelah tiga tahun. “Total kita jadi Us$ 750 juta untuk refinancing take over yang kemarin,” tambah Rosan.

Direktur Berau Coal Energy, Thomas W. Shreve menambahkan, perseroan pun kemungkinan akan menurunkan rasio prosit atas penawaran saham perdana pada Agustus 2010 mendatang, dari target semula antara Rp 2,1 triliun hingga Rp 2,8 triliun. Pasalnya, Berau telah mendapatkan dana segar US$ 750 juta.

“Ratio prosit hanya US$ 100 juta, karena ada pendanaan baru. Bonds sudah final. Kita nantinya tentukan capital structure yang paling optimum,” jelas Thomas.

Jika demikian maka, perseroan hanya akan menawarkan 3 miliar saham di harga Rp 300-400 per saham, dari jumlah maksimal yang sebelumnya disebut dalam prospektus 7 miliar saham.

“Pada saat IPO prosit ditentukan Berau bersma proses bond dan loan. Target agar perusahaan tumbuh dengan optimal,” tegas Executive Director Investment Banking Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra, selaku penjamin emisi efek (underwriter).

Sumber: detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: