minyaaa($71)aak … 060710


Selasa, 06/07/2010 08:23:40 WIB
Melambatnya permintaan jatuhkan harga minyak
Oleh: Bloomberg
LONDON (Bloomberg): Harga minyak mentah jatuh dan menyentuh level US$72 per barel di New York menyusul kekhawatiran laju pemulihan ekonomi akan melambat di China, negara konsumsen energi terbesar di dunia. Melambatnya pemulihan ekonomi China mengindikasikan permintaan bahan bakar global dapat terhambat.

China Automotive Technology & Research Center mengatakan harga minyak mentah tertekan di hari keenam menyusul melambatnya pertumbuhan penjualan mobil di negara itu pada Juni. Menurut HSBC Holdings Plc dan Markit and Markit Economics, penurunan harga minyak juga dipicu oleh jatuhnya indeks industri jasa di China ke level terendah 15 bulan.

“Bursa menunjukkan kecemasan mengenai data makro ekonomi China yang terbaru. Namun permintaan akan minyak di sana sangat tinggi dan menghambat penurunan permintaan secara tajam seperti pada 2008, dan kami perkirakan hal ini akan berlanjut,” ujar Mike Wittner, kepala peneliti bursa minyak di Societe Generale SA di London.

Harga minyak mentah untuk pengiriman Agustus melemah 31 sen atau 0,4% menjadi US$71,83 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:58 a.m waktu Sydney. Harga kontrak telah jatuh 9,5% sejak awal tahun.

Bursa Nymex tutup kemarin karena Hari Kemerdekaan AS dan perdagangan elektronik tetap menerima pemesanan agar dapat langsung diproses pada hari ini.

Harga minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Agustus melemah 18 sen atau 0,3% ke level penutupan US$71,47 per barel di bursa komoditas ICE Futures Europe di London kemarin.(t02/er)
SINGAPORE, July 6, 2010 (AFP)
Oil prices fell to fresh one-month lows in Asian trade Tuesday, shadowing equities markets as weak US employment data continued to put a dampener on trader sentiment, analysts said.

New York’s main contract, light sweet crude for delivery in August, shed 80 cents to 71.34 dollars a barrel, continuing its slide from Monday when it had dipped below June lows.

Brent North Sea crude for August delivery fell 52 cents to 70.95 dollars.

Weak US jobs data was dragging down oil prices as well as Asian equities markets, said Victor Shum, a Singapore-based senior principal of Purvin and Gertz energy consultancy.

“The sentiment in the market has been quite bearish… the market is still reacting to the weak US private sector employment data,” he said.

“This bearish sentiment is therefore putting downward pressure on oil.”

Oil prices tumbled by more than eight percent last week as weak US economic data sparked fears about the strength of the global recovery.

The US economy shed 125,000 jobs in June, official data showed Friday. Most analysts had expected a loss of 100,000 jobs.

Asian equities’ weak opening on Tuesday, particularly the Japanese Nikkei index, which fell 106.09 points or 1.14 percent to 9,160.69 in the first minutes of trading, also weighed on oil prices, Shum added.

“Oil has been really handcuffed to equities…. Nikkei is down this morning, so oil is down as well.”

However, Shum said prices would hold at current levels as some traders felt the market had been oversold and bought up cheap crude.

Harga minyak melonjak
Investor cermati kinerja ekonomi global
Selasa, 06/07/2010 00:52:16 WIB
Oleh:
JAKARTA: Harga minyak mentah naik untuk pertama kali dalam 6 hari terakhir setelah membukukan penurunan mingguan terbesar dalam 2 bulan.

Penurunan yang terjadi sepekan lalu membuat harga minyak menjadi lebih murah, sehingga menarik minat investor untuk kembali membeli komoditas itu.

Harga komoditas minyak mentah (crude oil) di pasar berjangka AS berlanjut tertekan selama lima sesi berturut-turut ke level terendah selama 3 pekan akibat lemahnya data ekonomi AS akhir-akhir ini.

Pada akhir pekan kemarin, harga minyak mentah berada di level US$72,27 per barel dan merupakan penutupan terendah sejak 8 Juni.

“Harga minyak mulai stabil setelah pekan lalu terpangkas dan berada di rentang US$70 hingga US$75 per barel sejak pertengahan Mei,” kata Senior Broker Bache Commodities Ltd Christopher Bellew di London seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman Agustus naik 56 sen menjadi US$72,70 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange di London pada level US$72,41 per barel.

Minyak brent untuk kontrak Agustus juga naik 0,9% menjadi US$72,28 per barel di bursa ICE Futures Europe di London. Lantai perdagangan di Nymex tutup pada 5 Juli, karena libur hari kemerdekaan AS.

Harga minyak mentah turun 8,5% pada pekan lalu yang berakhir 2 Juli setelah laporan data ekonomi di AS dan China melambat. Kedua negara itu merupakan konsumen energi terbesar dunia. Harga minyak menunjukkan penurunan sebesar 8,6% sejak awal tahun ini.

Pada 2 Juli, harga minyak turun menjadi US$71,62 per barel di New York, atau level terendah sejak 8 Juni, setelah Departemen Tenaga Kerja menyatakan upah kerja turun.

Ekonomi global

Analis Riset Valbury Asia Futures Rekhmen menilai pada pekan ini tidak banyak yang bisa berubah signifikan, investor masih dibayangi kekhawatiran terhadap kinerja ekonomi global.

Kinerja ekonomi global, lanjut dia, masih memberikan risiko tekanan pada aset-aset berisiko tinggi seperti bursa saham.

Selain itu, juga pada bursa komoditas, yaitu minyak dan mata uang dengan imbal hasil tinggi.

Pasar AS akan beraktivitas lebih pendek dari biasanya pada pekan ini, karena libur akhir pekan yang panjang menyusul peringatan hari kemerdekaan pada 4 Juli lalu.

Rekhmen menambahkan selain itu data ekonomi AS juga tidak banyak yang akan dirilis pada pekan ini. Pertemuan bulanan Bank Sentral Eropa diproyeksikan tidak akan melahirkan hal-hal baru.

Pasar cenderung mempertimbangkan penawaran obligasi Austria dan menilai apakah krisis Eropa sudah membaik.

Selain itu penawaran obligasi Eropa juga berpotensi memberikan indikasi kesehatan perbankan Eropa yang dijadwalkan dirilis pada 13Juli.

International Energi Administration (IEA) AS menyatakan harga minyak mentah berfluktuasi. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di pasar spot New York bergerak di rentang tertinggi US$86 per barel pada 3 Mei menjadi US$65 pada 25 Mei, sebelum berakhir di level US$74.

Hal ini dipicu oleh ketidakpastian akan pemulihan ekonomi global, khususnya krisis utang di Eropa dan pengetatan kredit di China.

Secara umum, EIA memproyeksikan harga minyak WTI rata-rata di level US$79 per barel tahun ini dan US$83 per barel pada 2011. Kedua proyeksi itu lebih rendah US$3 dari perkiraan sebelumnya. (berliana.elisabeth@bisnis.co.id)

Oleh Berliana Elisabeth S.
Bisnis Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: