cemas n murah, kombinasi CA’EM : 290610


Selasa, 29/06/2010 14:32:24 WIB
Harga komoditas tertekan kekhawatiran investor
Oleh: Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Harga sejumlah komoditas terpangkas seiring dengan koreksi harga minyak mentah dan saham global karena investor kembali mencemaskan sistem finansial Eropa.

Kecemasan mengenai sistem finansial Eropa kembali meningkat menjelang berakhirnya fasilitas kredit dari Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada pekan ini.

Analis Harumdana Berjangka Nanang Wahyudin mengatakan banyak kalangan yang mencemaskan kekurangan likuiditas. Ketidakpastian tentang seberapa banyak dana yang bisa diserap kembali oleh ECB memberi sentimen negatif di pasar.

“Banyak analis memperkirakan pinjaman yang jatuh tempo 1 Juli nanti akan digulir menjadi pinjaman tiga bulan atau lebih pendek, yang dapat mengurangi masalah di sistem,” kata Nanang.

Riset Analis Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan sentimen negatif di pasar juga terpengaruh kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi di China serta Pemerintah China yang mengendalikan harga properti, sehingga menekan harga saham di Asia dan global, serta menekan aset berisiko termasuk komoditas.

Harga komoditas yang terkoreksi pada perdagangan Selasa a.l. minyak sawit mentah (CPO), minyak mentah, tembaga, aluminium dan seng. Indeks komoditas CMCI Composite turun 0,19% atau minus 2,33 poin menjadi 1.240,28.

Harga CPO terus melemah sejak sehari lalu dipicu koreksi harga minyak mentah dunia dan kedelai, sehingga menekan permintaan terhadap bahan bakar alternatif dan minyak goreng.

Untuk kontrak pengiriman September, harga CPO di Malaysia Derivatif Exchange turun 0,8% menjadi 2.381 ringgit (US$736) per ton. Harga sudah terkoreksi 6,8% pada kuartal ini.

Harga minyak mentah juga terpangkas hingga kembali ke bawah level US$78 per barel di New York dipicu kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi akan memangkas permintaan.

Harga komoditas lainnya yang turut terpangkas yakni tembaga, aluminium, seng dan nikel di London Metal Exchange pascaterkoreksinya harga saham di Asia. Tembaga untuk pengiriman tiga bulan terpangkas 2,3% menjadi US$6.711 per ton. Aluminium minus 1,4% menjadi US$2.000 per ton dan seng minus 2,5% menjadi US$1.833 per ton, nikel juga terkoreksi 2,2% menjadi US$20.200 per ton.(er)

Selasa, 29/06/2010 07:33:15 WIB
Minyak kembali jatuh pada US$78,03 per barel
Oleh: Bloomberg
MELBOURNE (Bloomberg): Harga minyak mentah turun untuk hari kedua di New York menyusul munculnya skeptimisme bahwa produksi minyak di Teluk Meksiko akan terganggu oleh badai tropis di kawasan tersebut.

Harga minyak jatuh dari posisi tertinggi selama 7 pekan kemarin dipicu oleh prediksi cuaca AS bahwa badai tropis Alex akan bergerak ke arah selatan Teluk dan akan menyebabkan kawasan Meksiko dilandan angin topan pada 1 Juli.

“Sepertinya badai tersebut akan menyusuri lokasi pengeboran dan kilang minyak,”ujar Michael Fitzpatrick, wakil presiden divisi energi di MF Global di New York.

Kontrak minyak mentah untuk pengiriman Agustus melemah US$0,22 atau 0,3% menjadi US$78,03 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:25 a.m waktu Sydney. Kemarin, kontrak ini melemah US$0,61 atau 0,8% menjadi US$78,25. Sejak awal tahun, kontrak ini telah melemah 1,6%.

Menurut Army Corps of Engineers sekitar 30% produksi minyak dan 12% produksi gas alam diproses di Teluk Meksiko. Di lokasi tersebut juga terdapat tujuh dari 10 pelabuhan tersibuk di AS. Kawasan Teluk Meksiko mengantongi setengah dari total kapasitas kilang minyak di AS.

Menurut estimasi median yang disurvei Bloomberg, jumlah pasokan minyak mentah di AS akan jatuh 900.000 barel pekan lalu dari level 365,1 juta sepekan sebelumnya. Jika ini terjadi, maka penurunan akan menjadi yang pertama dalam tiga pekan terakhir.

Persediaan bahan bakar kemungkinan jatuh 400.000 barel dari level 217,6 juta sepekan sebelumnya.

Penurunan harga minyak juga dipicu oleh menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap euro untuk pertama kalinya dalam 4 hari. Menguatnya nilai dolar AS ini menekan daya tarik bagi komoditas sebagai alternatif investasi. Nilai tukar dolar AS sedikit berubah pada level US$1,2279 pada pukul 8:40 a.m di Sydney.

Sementara itu, tingkat pembelanjaan konsumen di AS naik lebih tinggi dari prediksi para ekonom pada Mei. Hal ini mengindikasikan bahwa industri rumah tangga telah meraih kepercayaan dalam pemulihan ekonomi dan bursa pekerjaan. Departemen Perdagangan melaporkan bahwa tingkat pembelian menguat 0,2% setelah tidak berubah pada bulan sebelumnya. Estimasi median dari 61 ekonom hanya memprediksikan tingkat pembelanjaan konsumen naik 0,1%.

Harga minyak mentah jenis brent untuk pengiriman Agustus melemah US$0,53 atau 0,7% menjadi US$77,59 per barel di bursa ICE Exchange di London kemarin. (t02/yn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: