analis pro suka berau … 170610


Berau tawarkan surat utang US$600 juta
Kamis, 17/06/2010 09:27:45 WIBOleh: Yuda Prihantoro & Pudji Lestari
JAKARTA (Bisnis.com): Di saat pasar keuangan relatif kering likuiditas, PT Berau Coal Energy nekat menawarkan surat utang senilai US$600 juta mulai bulan ini. Analis menilai surat utang bakal mendapat sambutan baik dari para pemodal, sepanjang memberikan imbal hasil yang tinggi.

Berau Energy, induk dari perusahaan pertambangan batu bara terbesar kelima nasional PT Berau Coal, akan segera menggelar lawatan ke Singapura, Hong Kong, Eropa, dan AS pada bulan ini untuk menawarkan surat utang tersebut.

Penawaran utang dilakukan berdekatan dengan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai US$300 juta yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus.

Kendati banyak pemodal sedang menahan diri untuk melihat dampak krisis ekonomi Yunani terhadap pasar keuangan global, analis menilai penawaran surat utang Berau Energy bakal disambut baik oleh pemodal.

Analis Reliance Securities Gina Nasution melihat potensi penyerapan surat utang itu bakal bagus baik di dalam maupun di luar negeri. Menurut dia, sentimen negatif yang ada di pasar keuangan global mulai mereda.

“Apalagi China mengabaikan penurunan peringkat utang Yunani oleh Moody’s [Investor Service]. China tetap menginvestasikan miliaran euro di Yunani. Ini menjadi sentimen positif untuk pasar, yang pada akhirnya diharapkan bisa memberi dampak baik bagi penyerapan surat utang Berau,” ujarnya.

Animo yang sama diperkirakan juga terjadi di pasar domestik. Gina menilai ketertarikan pemodal dalam negeri terhadap obligasi yang dikeluarkan produsen batu bara terbilang masih besar.

Namun demikian, besaran imbal hasil yang ditawarkan tetap menjadi perhatian. “Untuk return, dengan kondisi pasar saat ini ya harus lebih tinggi dari return surat utang sejenis yang sudah ada.”

Tahun lalu, produsen batu bara terbesar kedua nasional PT Adaro Energy memberikan imbal hasil sebesar 7,625% untuk surat utang US$800 juta, sedangkan PT Indika Energy Tbk melalui anak usahanya Indo Integrated Energy II BV memberikan bunga 8,5% untuk surat utang US$230 juta.

Presiden Direktur Recapital Advisor Rosan Perkasa Roslani memastikan penawaran obligasi Berau Energy akan segera dimulai. “Penjamin emisi tetap, tidak ada perubahan,” ujarnya pada Selasa.

Berdasarkan catatan Bisnis, sebelumnya Recapital–yang merupakan pemilik Berau Energy–berencana menerbitkan obligasi melalui PT Bukit Mutiara. Penjamin emisi surat utang tersebut adalah Danatama Makmur, Credit Suisse Securities, JPMorgan Securities, dan Recapital Securities.

Tak lama setelah Recapital gagal mencapai kata sepakat untuk melakukan transaksi tukar guling dengan PT Delta Dunia Makmur Tbk, perusahaan itu menunda penawaran surat utang dengan alasan kondisi pasar yang tidak memungkinkan.

Reliance menguasai 100% Berau Energy melalui Bukit Mutiara, yang dimiliki 99,6%. Sebelum berganti nama Berau Energy adalah PT Risco, perusahaan induk PT Armadian Tritunggal yang dimiliki oleh putra konglomerat Ibrahim Risjad yaitu Rizal Risjad sebesar 90% dan Selviya Risjad sebesar 10%. (mrp)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: