akuisisi ditunda @elsa … 150610


Selasa, 15/06/2010
Lini batu bara Benakat mulai berkontribusi 2012

JAKARTA: Perusahaan tambang migas PT Benakat Petroleum Energy Tbk memproyeksikan baru bisa mencatat pendapatan pada 2012 dari bisnis barunya di sektor pertambangan batu bara yang dimulai pada awal tahun depan.

Sekretaris Perusahaan Benakat Ferdinand Dion menyatakan bisnis batu bara butuh beberapa tahapan sampai bisa memberikan kontribusi. “Porsinya juga masih kecil dibandingkan dengan bisnis kami yang lain, yang dalam hal ini sektor migas,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Benakat masuk ke tambang batu bara dengan menggunakan dana hasil penawaran publik perdana (initial public offering/ IPO) beberapa waktu lalu senilai Rp1,6 triliun. Dari dana itu, 36% atau Rp576 miliar dipakai penyertaan utang ke anak usahanya di bisnis batu bara, PT Benakat Mining.

Selain di sektor tambang, Benakat juga tengah mengincar satu blok milik PT Pertamina EP dari enam blok yang ditawarkan anak perusahaan Pertamina tersebut melalui pola kerja sama operasi (KSO) untuk menggenjot kinerjanya.

Benakat menargetkan bisa memproduksi 4.000 barel per hari (bph) tahun ini. Produksi tersebut diharapkan meningkat lagi menjadi 6.000 bph pada 2011. Benakat saat ini sudah menggarap Blok Benakat barat dan Pendopo di Sumatra Selatan.

Terkait dengan kinerja, Direktur Benakat Ferdi Yusdianto mengatakan perseroan membidik laba bersih kuartal II/2010 sebesar Rp20 miliar. Pada kuartal I/2010, Benakat dihantam rugi bersih Rp49,21 miliar atau lebih besar 288,49% dari rugi bersih periode yang sama, Rp5,66 miliar.

Akuisisi Elnusa

Terkait dengan keputusan Benakat menunda akuisisi PT Elnusa Tbk tahap II dari PT Tridaya Esta dari yang dijadwalkan pada 12 Juni, analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution mengatakan penundaan akuisisi itu akan menimbulkan pertanyaan investor.

Alasan penundaan yang berkaitan dengan penyelesaian kelengkapan dokumentasi yang diperkirakan memakan waktu sekitar 2 minggu hingga 4 minggu diyakini tidak akan mampu mencegah meluasnya sentimen negatif di pasar.

“Ketidakpastian biasanya akan memunculkan pertanyaan. Sentimen negatif bisa berkepanjangan jika perseroan tidak dapat menuntaskan akuisisi dalam waktu yang disampaikan, paling lambat 1 bulan dari sekarang,” ujarnya.

Seperti diberitakan akhir pekan lalu, Benakat menunda pembelian tahap II itu selambatnya 4 pekan atau sekitar satu bulan dari jadwal semula, 12 Juni. Sejauh ini, perseroan telah merampungkan sekitar 75% transaksi saham Elnusa.

Benakat sebelumnya bersepakat dengan Tridaya. mengambil alih 37,15% saham Elnusa senilai Rp894,81 miliar. Pada 12 Maret perseroan menyelesaikan transaksi tahap I dengan mengeluarkan Rp592,51 miliar. Sisanya, Rp302,3 miliar akan dibayarkan pada pembelian tahap II.

Menurut Gina, jika penuntasan akuisisi tahap II itu kembali mundur, konsentrasi perseroan akan terdorong fokus pada hal lain seperti laporan semester I. “Penundaan di tengah pasar yang sepi dapat menyeret harga saham perseroan,” katanya. (10/ Ratna Ariyanti)

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: