pembohong @akuisisi elsa : 110610


Jumat, 11/06/2010 13:08:05 WIB
Penyelesaian akuisisi Elnusa mundur lagi
Oleh: Wisnu Wijaya

JAKARTA (Bisnis.com): PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI), selaku pemegang saham terbesar kedua PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Tridaya Esta (TDE) sebagai pemilik 12,55% saham ELSA tetap berkeinginan untuk meneruskan penyelesaian transaksi pembelian saham Elnus

“Dana untuk penyelesaian transaksi pembelian ELSA ini sudah siap dan sedang dirampungkan sambil menunggu lengkapnya dokumentasi dan administrasi yang diperkirakan memakan waktu sekitar 2 minggu-4 minggu lagi,” tambahnya Ferdi Yustianto, Direktur BIPI, dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com siang ini.

Menurut rencana semula, akuisisi saham Elnusa diperkirakan tuntas pada 14 Juni. Dengan penundaan waktu 2 pekan hingga 4 pekan, berarti penyelesaian akuisisi saham Elnusa oleh Benakat kembali mundur.

TDE mengungkapkan bahwa hal ini tidak mengubah rencananya untuk melepas seluruh saham ELSA yang masih tersisa sekitar 12,55% dan berharap bahwa BIPI akan mampu menyelesaikan transaksi ini.

Sebagai latar belakang, BIPI pertama kali mengumumkan rencana akuisisi saham ELSA pada 11 Februari 2010 dengan harga pembeliannya Rp330 per saham atau senilai total Rp894,82 miliar.

Hal ini tertuang dalam conditional share sale and purchase agreement (CSSPA) tertanggal 10 Februari 2010. Kemudian BIPI dan TDE telah menyelesaikan pemenuhan syarat CSSPA pada 12 Maret 2010, atau lebih awal dari kesepakatan sebelumnya yang dijadwalkan pada tanggal 30 April 2010.

Sehingga per tanggal 12 Maret 2010, BIPI telah memiliki 24,60% saham ELSA dengan menyetorkan Rp592,5 miliar kepada TDE, sedangkan sisa pembayaran tahap kedua sebesar Rp302,5 miliar untuk sisa saham ELSA sebanyak 12,55% ditargetkan rampung tahun ini.

Saat ini selain BIPI, pemegang saham terbesar di ELSA adalah PT Pertamina (Persero) sebesar 41% dan masyarakat sebesar sebesar 27,74%.

Targetkan Kenaikan kinerja kuartal II/2010 BIPI yang baru melaksanakan IPO awal tahun ini terus berupaya meningkatkan kinerja melalui strategi pertumbuhan organik maupun non-organik.

“Kami menargetkan pencapaian laba bersih sebesar Rp20 miliar pada kuartal II/2010,” ujar Yustianto.

Kontribusi kinerja selain diperoleh dari anak perusahaan juga akan turut didukung oleh pendapatan dari investasi di ELSA.

Yustianto menegaskan bahwa investasi di ELSA ini sejalan dengan strategi bisnis Perseroan untuk memperbesar portfolio aset energi dan sekaligus melengkapi lini jasa minyak dan gas.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan melalui peningkatan kinerja dan pencapaian rencana jangka panjang menjadi perusahaan terdepan di industri energi. (wiw)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: