berau coal JADI ipo 2010 … 040610


Jumat, 04 Juni 2010 | 14:03

BURSA

Berau Kirim Pendaftaran IPO ke Bapepam

JAKARTA. Tak lama lagi, PT Berau Coal Energy bakal segera melenggang di lantai Bursa Efek Indonesia. Pasalnya, anak usaha Recapital ini telah melayangkan surat pendaftaran helatan penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO) kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Hal itu diungkapkan Kabiro Penilai Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan. “Kami sudah menerima suratnya dua hari yang lalu,” ujarnya, Jumat (4/6).

Sayangnya, Anis masih belum mau membeberkan rencana besaran saham yang hendak ditelurkan Berau, termasuk target nilai dana yang terserap. Dia beralasan, surat itu masih diperiksa dan dikaji oleh bagian biro yang terkait.

Ade Jun Firdaus kontan
04/06/2010 – 12:42
Go Public Berau Coal Mundur
Pasar Khawatirkan Penundaan IPO
Ahmad Munjin & Asteria

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Berau Energy menunda penawaran saham perdana IPO (Initial Public Offering) karena alasan ketidakpastian ekonomi. Pasar pun mengkhawatirkan hal ini akan diikuti emiten lain.

Alfiansyah, analis Sinarmas Securities mengatakan, meski masing-masing perusahaan memiliki sudut pandang berbeda terkait penundaan IPO, diundurnya aksi Berau untuk go public lebih dipicu faktor eksternal.

“Saya yakin mereka khawatir dengan kondisi krisis di Eropa yang memicu pergerakan pasar modal Indonesia tidak kondusif,” katanya kepada INILAH.COM, kemarin.

Alfiansyah pun menganggap, penundaan IPO dilihat karena kekhawatiran kondisi eksternal sangatlah wajar. Terutama bagi perusahaan yang banyak melakukan transaksi secara global. “Jika mereka menganggap, saat ini bukan waktu yang tepat untuk IPO, itu sah-sah saja,” ujarnya.

Seperti diketahui, produsen batubara PT Berau Coal Energy (Berau Energy) baru-baru ini menunda rencana IPO dengan melepas 25-30% saham ke pasar pada Juli 2010. Padahal, dua pekan sebelumnya, manajemen optimistis dapat menggelar penawaran saham perdananya.

Pihak Berau mengatakan, penundaan ini lebih disebabkan situasi pasar yang belum stabil. Adapun IPO kemungkinan ditunda hingga kuartal empat 2010, setelah situasi pasar membaik.

Kabar ini tak pelak menimbulkan tanda tanya. Apakah aksi ini juga akan diikuti perusahaan lain. Apalagi ada spekulasi yang beredar di pasar bahwa dua perusahaan lain, yang notabene cukup besar, juga akan menunda pelaksanaan IPO anak usahanya.

Salah satunya adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF), yang dikabarkan menunda peluncuran anak usahanya, PT Indofood Consumer Branded Product (CBP) Sukses Makmur di lantai bursa pada kuartal keempat 2010. Dana hasil penawaran saham umum ke publik ini sedianya akan digunakan untuk pembayaran utang, yang mencapai sekitar Rp17 triliun.

Kabar penundaan juga menerpa grup Bakrie, dimana PT Bumi Resources (BUMI) yang berencana menjadikan anak usahanya, PT Bumi Resources Mineral (BRM), menjadi perusahaan terbuka dengan nilai US$1 miliar akhir tahun ini.

BRM, perusahaan yang bergerak di sektor non-batubara ini beroperasi di Indonesia dan Afrika. Perusahaan tambang ini memproduksi emas, copper, zinc serta iron ore di Indonesia dan Afrika.

Terkait hal ini, analis pasar modal Irwan Ibrahim menilai, penundaan penawaran saham perdana beberapa perusahaan, sebenarnya tidak beralasan. Terutama mengingat kondisi perekonomian dalam negeri yang positif. “Momentum ekonomi Indonesia tidak buruk, terutama karena dukungan fundamental yang kuat,” katanya.

Selain itu, perusahaan yang melakukan penundaan itu memiliki basis cukup kuat, yakni energi dan consumer goods, sehingga cukup defensif di tengah ketidakpastian kondisi Eropa. Apalagi para pemegang saham induk usahanya kebanyakan adalah investor jangka panjang. “Sehingga tidak terlalu mempedulikan sentimen jangka pendek,” pungkasnya.

Alfiansyah mengakui, secara internal, fundamental makro ekonomi Indonesia masih kuat sehingga mendukung dilakukannya IPO. Persoalan stabilitas politik dan keamanan juga masih terjaga. “Ini memberikan prospek bagi investasi di pasar modal yang menjanjikan,” imbuhnya.

Salah satunya adalah stabilnya tingkat suku bunga yang masih terjaga di level 6,5% saat ini akibat inflasi yang cukup terkendali. “Kalaupun nantinya, suku bunga naik, akan berada di kisaran terbatas,” timpalnya.

Menurutnya, BI rate diperkirakan, bisa berada di level 7-7,5% di akhir 2010 dan inflasi akan tercapai sesuai target di level 5%. Sehingga ada spread antara BI rate dengan inflasi dan real interest rate-nya tetap jadi positif. “Karena itulah, dari sisi ini mendukung IPO,” paparnya.

Begitu juga dengan GDP (Gross Domestic Product) RI yang ditargetkan pemerintah di level 5,8% di 2010, sangat mendukung dilakukannya IPO. Bahkan, institusi lain seperti IMF (International Monetary Fund), memperkirakan, RI bisa tumbuh 6,1% di 2010.

Idealnya memang, lanjutnya, IPO didukung kondusifnya dua sisi baik eksternal maupun internal. Sebab, dana yang akan dihasilkan pun nantinya menjadi lebih optimal. Apalagi korporasi yang akan IPO juga dipastikan mengundang hedge fund dari luar selain dukungan pemodal dalam negeri. “Sehingga target pencapaian dana bisa dicapai lebih optimal dan sahamnya bisa diserap oleh pasar sesuai target,” ujarnya.

Namun, pemodal internal secara populasi masih kecil dibandingkan asing. Karena itu, mereka berharap hedge fund asing bisa menyerap saham perdananya itu. Di sisi lain, di tengah krisis Uni Eropa, hedge fund asing juga berpikir dua kali untuk melakukan pembelian saham di pasar perdana. “Mereka terganggu dengan kondisi krisis Yunani dan Spanyol,” tukasnya. [mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: