minyaaa($72)aak … 020610


Minyak Mengarah ke Ambang Bawah US$72
Menurut pengamat, prediksi ekuitas dan komoditas sekarang tampak suram
RABU, 2 JUNI 2010, 15:22 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati

VIVAnews – Harga minyak mentah untuk perdagangan Asia di bursa New York terus melemah mendekati batas bawah US$72 per barel. Sentimen negatif investor mengenai pemulihan ekonomi global menyebabkan saham dan komoditas melemah.

Berdasarkan transaksi elektronik di bursa New York, Rabu sore waktu Singapura, harga minyak mentah untuk pengiriman Juli turun 30 sen menjadi US$72,28 per barel. Dalam transaksi langsung di New York dini hari tadi, harga minyak anjlok US$1,39 menjadi US$72,58 per barel.

Pasar ekuitas dan harga minyak bulan lalu terjungkal akibat krisis utang Eropa yang dikhawatirkan bisa menyebar dan melemahkan pertumbuhan ekonomi global. Indeks harga saham industri Dow Jones turun 1,1 persen pada perdagangan Selasa. Sedangkan indeks saham Asia hari ini ditutup beragam.

Para pialang minyak, yang sering menjadikan pasar saham sebagai indikator sentimen investor secara keseluruhan, akan mengamati data inventaris mingguan Amerika Serikat dan juga data bulanan pengangguran pada pekan ini. Dua laporan tersebut akan digunakan untuk memperkirakan kekuatan pemulihan ekonomi dan tingkat permintaan konsumen.

“Saya perkirakan harga minyak tidak akan mengalami reli pada titik ini,” kata Mike Sander dari Sander Capital Advisors di Seattle, AS. “Prediksi ekuitas dan komoditas sekarang tampak suram,” lanjut Sander. Sementara itu, harga minyak Brent untuk kontrak Juli turun 36 sen menjadi US$72,35 per barel di bursa London. (Associated Press)

• VIVAnews
02/06/2010 – 14:59
Minyak Asia Menukik Menyentuh US$72

(IST)
INILAH.COM, Singapura – Harga minyak jatuh mendekati US$72 per barel Rabu (2/6) di Asia sebagai optimisme investor mengenai ekonomi global melempem dan menekan saham dan komoditas.

AP melaporkan benchmark minyak mentah untuk pengiriman Juli turun 52 sen ke US$72,06 per barel di tengah hari waktu Singapura di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak tersebut jatuh US$1,39 untuk menetap di US$72,58 pada Selasa.

Pasar saham dan harga minyak telah mengalami tekanan sepanjang bulan Mei di tengah kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa yang diperkirakan bisa menyebar dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Indukes saham Industri Dow Jones jatuh 1,1 persen sementara saham Asia mixed pada perdagangan Selasa dan Rabu.

Investor saat ini sangat mengandalkan laporan data mingguan persediaan minyak mentah AS sebagai petunjuk tentang kekuatan ekonomi dan permintaan konsumen. “Saya beranggapan ada kemungkinan harga minyak untuk reli kali ini,” kata Mike Sander dari Sander Capital Advisors di Seattle. “Prospek untuk ekuitas dan komoditas untuk saat ini tampak suram.”

Di perdagangan NYMEX lain, untuk kontrak bulan Juni, minyak hasil pemanasan turun 0,82 persen menjadi $ 1,9622 per galon dan bensin turun 0,84 persen ke $ 1,9741 per galon. Gas alam turun 1,1 sen menjadi $ 4,237 per 1.000 kaki kubik. Di London, minyak mentah Brent untuk kontrak Juli turun 36 sen ke $ 72,35 di bursa berjangka ICE. [cms]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: