berau coal TUNDA dulu … 010610


Berau Energy tunda IPO
Selasa, 01/06/2010 00:00:00 WIB
Oleh:
JAKARTA: Produsen batu bara PT Berau Coal Energy (Berau Energy) menunda rencana penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) 25%-30% sahamnya pada Juli, menyusul situasi pasar saham yang masih belum stabil.

Padahal, hingga pekan lalu manajemen masih berkukuh untuk menggelar IPO pada Juli. “Rencana IPO mungkin ditunda sampai kuartal IV/ 2010, jika situasi pasar sudah membaik,” kata Presiden Komisaris Berau Coal Bob Kamandanu seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

PT Berau Coal Energy yang semula bernama PT Risco, adalah induk dari PT Berau Coal, produsen batu bara terbesar ke-5 di Indonesia. Berau Energy sendiri dikendalikan Recapital Investment Group melalui PT Bukit Mutiara.

Namun, Presiden Direktur Berau Coal Didik Cahyanto mengaku belum mengetahui informasi pembatalan itu. Alasannya, pihaknya tidak diikutsertakan dalam hal-hal detail. “Itu semua tergantung kepada holding [Berau Energy],” katanya.

Berau Energy sebelumnya telah memasukkan surat izin pelepasan saham ke Bursa Efek Indonesia. Aksi korporasi itu sendiri dibantu empat sekuritas, yaitu PT Danatama Makmur, PT Recapital Investment, PT JP Morgan, serta PT Credit Suisse.

Dalam catatan Bisnis, penundaan IPO dari Juli ke kuartal IV/2010 itu sekaligus merupakan antiklimaks pembatalan rencana tukar guling saham antara Berau Energy dan PT Delta Dunia Makmur Tbk, produsen batu bara yang belakangan muncul.

Terkait dengan produksi, Bob mengatakan perseroan memproyeksikan dapat memproduksi sedikitnya 17 juta ton batu bara tahun ini, dan 30 juta ton pada 2014 sejalan dengan adanya lonjakan permintaan dari India.

Tahun lalu, perseroan memproduksi 14,1 juta ton batu bara. “Saya bullish terhadap harga batu bara karena faktor India. Pengembang listrik swasta baru mulai beroperasi di India pada 2011 dan 2012,” katanya.

India, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia setelah Jepang dan China, mencetak pertumbuhan ekonomi 8,6% pada kuartal I/2010. Situasi ini akan mendorong konsumsi listrik karena pabrik menggenjot produksi.

Namun, harga batu bara di pelabuhan Newcastle, Australia, yang biasa jadi acuan untuk Asia, akhir Mei lalu kembali jatuh ke US$96,84 per ton, turun 8,81% dari posisi awal Mei US$106,20 per ton. (08/Bastanul Siregar/ Wisnu Wijaya)

Bisnis Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: