elsa mungkin berlawanan arah dengan ihsg … 310510


31/05/2010 – 06:40
Bursa Masih ‘Volatile’, Pilih Saham ‘Lagging’
Natascha & Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (31/5) masih akan bergerak volatile. Pilih saham yang masih lagging seperti INDF dan ELSA.

Mohamad Reza, analis dari Erdhika Securities memprediksikan ada peluang kenaikan indeks. Kendati demikian, apresiasi ini belum pasti, meskipun akhir pekan lalu sudah ada foreign fund yang masuk karena penguatan rupiah atas dolar AS. “Indeks awal pekan ini tampaknya masih bergerak volatile,”katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, kalau indeks sudah menembus level resistan di 2.730, maka penguatan akan berlanjut ke level 2.760 kemudian 2.800. Namun, karena akhir pekan lalu, indeks ditutup di bawah level 2.730, maka belum ada konfirmasi pembalikan arah. “Indeks bahkan mungkin akan mengarah ke 2.500,” katanya.

Hal ini didukung sentimen negatif dari memburuknya WallStreet. Indeks Dow Jones turun 122,36 poin (1,19%) ke 10.136,63, indeks 500 S&P merosot 13,65 poin (1,24%) menjadi 1.089,41 dan indeks Nasdaq turun 20,64 poin (0,91%) ke 2.257,04. Penurunan saham-saham dipicu downgrade lembaga pemeringkat Fitch terhadap nilai kredit Spanyol. Hal ini kembali menghidupkan kekhawatiran tentang isu utang di Eropa.

Di tengah tingginya volatilitas pasar, Reza menyarankan investor untuk trading, terutama untuk saham yang belum naik signifikan kemarin (lagging). Dua saham pilihannya adalah PT Elnusa() dan PT Indofood (). “Rekomendasi trading pada saham-saham ini,” ujarnya.

Pergerakan saham ELSA dinilai masih cenderung stagnan, padahal kondisi perusahaannya cukup solid dan ada pembagian dividen. Selain itu, imbuhnya, saham ELSA kelihatannya akan ada tender offer, karena ada akumulasi saham ELSA dalam jumlah yang besar di pasar.

Saat ini sudah mendekati jadwal finalisasi penjualan saham ELSA oleh Tridaya Esta (TDE). Bila BISI tidak membayar kekurangannya hingga waktu yang ditentukan, maka sisa saham ELSA akan diserahkan ke pembeli strategis baru.

Sementara INDF menarik lebih karena kenaikannya yang tertinggal ketimbang emiten lain. Selain karena emiten ini merupakan saham defensif, dengan pasar utamanya adalah domestik. Di tengah situasi di Eropa yang tidak pasti dan mempengaruhi pasar ekspor, INDF tidak terimbas banyak. “Hal ini terutama karena pangsa pasarnya di domestik cukup kuat menopang,” pungkasnya.

Pada perdagangan Kamis (27/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,64% ke level 2713,923. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 11,640 miliar lembar saham, senilai Rp5,761 triliun dan frekuensi 158.934 kali. Sebanyak 127 saham naik, 71 saham turun dan 50 saham stagnan. [mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: