adro lets go on @maruwai … 290510


Adaro Siapkan USD837 Juta Garap 7 Tambang Maruwai
Jum’at, 28 Mei 2010 – 17:36 wib

JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) bersama PT BHP Billiton Indonesia akan menggarap tujuh tambang Maruwai. Izin pun sudah diperoleh kedua pihak dari Pemerintah.

“Untuk tambang Maruwai, izin dari pemerintah sudah kami dapat,” kata Presiden Direktur Adaro Boy Garibaldi Thohir dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (28/5/2010).

Rencananya, Adaro bersama BHP Billiton Indonesia akan membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan komposisi masing-masing 25 persen dan 75 persen.

Artinya, Adaro akan menyiapkan dana sekitar USD837 juta untuk memulai perusahaan patungan bersama pemimpin global di industri sumber daya dan produsen batu bara coking terbesar di dunia itu. “Dengan mengembangkan aset kelas dunia ini, perseroan berharap dapat meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata Garibaldi.

Diketahui, Adaro telah memenangkan tender pelepasan 25 persen saham PT Alam Tri Abadi, anak usaha PT BHP Biliton Indonesia yang menangani tujuh proyek tambang batu bara. Perseroan pun akan mengerjakan Proyek Batubara Indonesia (Indonesian Coal Project/ICP) senilai USD335 juta (Rp3,35 triliun).

Sementara sisanya, 75 persen masih dimiliki oleh BHP. Perjanjian kerja sama telah dilakukan antara ADRO dengan BHP Minerals Holdings Pty Ltd dan BHP Minerals International Exploration Inc.

Ketujuh proyek tambang yang berlokasi di Maruwai, Kalimantan ini adalah PT Maruwai Coal, PT Juloi Coal, PT Kalteng Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Lahai Coal, PT Ratah Coal dan PT Pari Coal.

Saat ini, BHP bersama Adaro tengah melakukan kajian guna mengidentifikasi opsi-opsi pengembangan atas ketujuh tambang tersebut. Ketujuh tambang Maruwai memiliki kalori batu bara sekira 7.000 kilo kalori (KK). Namun untuk mengetahui cadangan pastinya, masih diperlukan kajian yang mendalam. “Ini yang akan diproses berapa-berapanya,” katanya.(Whisnu Bagus /Koran SI/ade)

Pemerintah Setujui Joint Venture ADRO-BHP Billiton
Jum’at, 28 Mei 2010 – 16:23 wib
TEXT SIZE :
Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

Foto: Corbis
JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) telah memperoleh persetujuan dari Pemerintah terkait transaksi pembentukan baru (joint venture) untuk Proyek Batu bara Indonesia (ICP) dengan BHP Billiton.

Dalam joint venture tersebut, ADRO memiliki 25 persen saham senilai USD335 juta, sedangkan BHP Billiton menguasai 75 persen saham sisanya.

“Kami gembira dengan telah diperolehnya persetujuan dari Pemerintah Indonesia dan terbentuknya joint venture ICP. Dan kami akan bekerja sama dengan BHP Billiton, yang merupakan pemimpin global di industri sumber daya dan produsen batu bara coking terbesar di dunia, dalam mengembangkan aset kelas dunia ini,” ujar Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Jumat (28/5/2010).

Melalui joint venture ini, lanjutnya, perseroan harap akan mendapatkan peningkatan nilai tambah yang signifikan bagi para pemegang saham.

“Kami gembira Pemerintah Indonesia telah menyetujui pembentukan joint venture dengan Adaro, partner Indonesia yang memiliki nilai-nilai dan komitmen yang sama dengan kami terhadap perlindungan atas kawasan regional yang memiliki biodiversity yang luar biasa,” tambah Presiden Metalurgi dan Batubara BHP Billiton, Hubie van Dalsen.

Untuk itu, BHP Billiton saat ini sedang melakukan kajian untuk mengidentfikasi opsi-opsi pengembangan atas ketujuh Perjanjian Kerja sama Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) yang kini dikenal sebagai proyek Batubara IndoMet.(ade)

Harga Minyak Naik, Saham ADRO Prospektif
Jum’at, 28 Mei 2010 – 14:04 wib

JAKARTA – Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pada 2010 dinilai sangat prospektif seiring naiknya harga batu bara dan meningkatnya permintaan menyusul pemulihan ekonomi global.

“Harga minyak yang meningkat akan mengerek harga komoditas, termasuk batu bara,” kata pengamat pasar modal N Jaganathan, di Jakarta, Jumat (28/5/2010).

Apalagi, perseroan terus melakukan ekspansi dan akuisisi sehingga akan meningkatkan produksinya hingga dua kali lipat pada 2014 dari 2009 sekira 45 juta ton.

Saat ini, mayoritas konsumen batu bara dunia adalah India dan China yang sebagian besar digunakan untuk pembangkit listrik. Sementara di dalam negeri, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) melakukan kontrak dengan harga yang kompetitif dalam rangka menyukseskan domestic market obligation
Jangan ketinggalan berita tentang Piala Dunia 2010, hanya di Okezone.com
(DMO).

“Saat ini, batu bara banyak diekspor karena di luar harganya lebih kompetitif. Dengan kompetitisnya harga di dalam negeri, maka akan menguntungkan Adaro,” katanya.

Pada 2010 pendapatan Adaro diproyeksikan naik 32,13 persen ke level Rp48,7 triliun dan laba bersih mencapai Rp 5,63 triliun.

Keuntungan perseroan nampaknya akan terus bertambah mengingat tingginya permintaan batu bara yang terus tumbuh rata-rata dua persen per tahun selama periode 2006-2030. Selain itu, pada 2010 harga batu bara Adaro diperkirakan mencapai USD60 per ton.(Whisnu Bagus /Koran SI/ade)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: