edan, 7%, barang langka kenaikan ihsg bo … 260510


Indeks Saham Naik Gila-gilaan
RABU, 26 MEI 2010 | 17:45 WIB

Monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Tempo/Panca Syurkani

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kejatuhan indeks harga saham gabungan Bursa efek Indonesia selama lima hari berturut-turut, karena kecemasan melebarnya krisis utang Yunani, akhirnya terhenti. Bursa regional hari ini kembali kondunsif.

Menguatnya indeks bursa Asia mampu dimanfaatkan investor kembali membeli memburu saham unggulan dan saham lapis dua yang harganya sudah terdiskon banyak seiring jatuhnya indeks dalam dua pekan terakhir.

Pada penutupan perdagangan hari ini, indeks melambung 182,661 poin ( 7,27 persen) ke level 2.696,78 dibanding posisi kemarin. Ini merupakan kenaikan terbesar sepanjang sejarah bursa dan kenaikan terbesar dalam persen sejak 15 Desember 2008. Kenaikan indeks hari ini merupakan juga yang terbesar di bursa Asia.

Wakil kepala riset PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jockheere mengemukakan, ephoria kenaikan saham kali ini karena indeks sebelumnya sudah turun sangat dalam. Harga saham di bursa juga sudah kembali murah. “Ibarat karet kalau ditarik terus ke bawah lama-lama pasti akan melanting ke atas juga,” tuturnya.

Saham Bumi Resources melonjak 19,9 persen karena menangnya kasus pajak Kaltim Prima Coal, perusahaan Kelompok Bakrie lainnya, dimemangkan Mahkamah Agung. Harga saham Bumi ini menjadi motor penguatan saham pertambangan. Sedangkan saham Astra International naik lebih dari 10 persen karena akan membagikan dividen memicu kenaikan saham unggulan lainnya.

“Naiknya indeks yang sangat tajam dan tidak bertahap sebenarnya malah berbahaya, karena akan banyak para investor yang akan terjebak ephoria ini dan bisa menjadi pecundang kalau tidak waspada,” paparnya.

VIVA B KUSNANDAR
Bursa Regional Menguat, IHSG Melonjak 7%
Hang Seng naik ke 19.196, Nikkei menguat di posisi 9.522, dan Straits Times menjadi 2.696.
RABU, 26 MEI 2010, 16:36 WIB
Antique

Adaro Energy Tbk. (ADRO.JK)

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir menguat signifikan Rabu, 26 Mei 2010, seiring kembali menguatnya bursa regional.

Menurut tim riset PT Reliance Securities dalam risetnya hari ini, penguatan indeks di bursa Asia sejak pembukaan pagi tadi menjadi pemicu utama sentimen positif bagi pergerakan IHSG menjelang libur panjang pekan ini.

Menurut sekuritas tersebut, penguatan bursa di Asia disebabkan naiknya harga komoditas, seiring dengan pergerakan positif harga minyak mentah dunia dan melemahnya mata uang yen Jepang terhadap euro Eropa setelah beberapa hari terus mengalami pelemahan.

IHSG pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini melonjak 182,66 poin atau 7,26 persen ke level 2.696,78. Penguatan IHSG melanjutkan kondisi serupa pada akhir sesi pertama yang terangkat 92,72 poin (3,68 persen) di posisi 2.606,84

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 6,77 triliun dan volume tercatat 22,44 juta lot, dengan frekuensi 164.042 kali. Sebanyak 226 saham menguat, 31 melemah, 24 stagnan, serta sebanyak 222 sedang tidak terjadi transaksi.

Padahal, pemodal asing di pasar reguler melakukan pembelian saham sebesar Rp 2,07 triliun, dengan penjualan mencapai Rp 1,63 triliun.

Bursa Asia saat IHSG ditutup hari ini juga bergerak positif. Indeks Hang Seng naik 210,95 poin (1,11 persen) ke level 19.196,45, Nikkei 225 menguat 62,77 poin atau 0,66 persen di posisi 9.522,66, dan Straits Times terangkat 45,41 poin (1,71 persen) menjadi 2.696,02.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan (blue chips) yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terangkat Rp 4.250 atau 13,20 persen ke level Rp 36.000, PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp 3.650 (10,02 persen) menjadi Rp 40.050, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 3.050 atau 10,09 persen di posisi Rp 33.250.

Sementara itu, Berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.325/US$ dari transaksi siang yang berada di level 9.365/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.373/US$. Pada perdagangan Selasa, 25 Mei 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.335/US$. (mt)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: