iming-iminK doanK (201) @bumi n adro … 140510


14/05/2010 – 09:53
N Jaganathan
Di Akhir Tahun, BUMI Rp4.000 & ADRO Rp3.500

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI dan ADRO, Jumat (14/5) akan melemah terbatas. Tapi, melambungnya indeks saham dan harga batubara bisa memberi setimen positif pada kedua emiten ini.

Pengamat pasar modal, N Jaganathan mengatakan, salah satu potensi penguatan tajam saham PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Adaro Energy (ADRO) di akhir tahun salah satunya karena melajunya pergerakan indeks ke arah 3.000.

“Sebab, saat ini pu, IHSG ^JKSE sudah kembali normal seperti seblum pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Rabu (12/5), saham BUMI menguat Rp75 (3,09%) menjadi Rp2.500. Begitu juga dengan saham ADRO yang naik Rp50 (2,43%) menjadi Rp2.100. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah mengalami kenaikan, bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham Adaro dan BUMI akhir pekan ini?

Saya melihat ada potensi koreksi. Sebab, baik saham BUMI maupun ADRO akan diwarnai realisasi keuntungan menjelang akhir pekan. Tapi, karena kedua emiten ini mendapat sentimen positif dari tingginya harga batubara, pelemahannya pun akan terbatas. Core business dari kedua emiten ini adalah batubara. Karena itu, dalam beberapa hari terakhir saham BUMI dan ADRO bergerak atraktif. BUMI telah mencapai Rp2.500 dan ADRO mencapai Rp2.100.

Masing-masing akan bergerak di kisaran berapa?

Saya perkirakan, ADRO akan bergerak di kisaran support Rp1.900 dan Rp2.300 sebagai level resistance-nya. Sedangkan level support BUMI berada di angka Rp2.200 dan Rp2.700 sebagai level resistance-nya.

Bagaimana prospek harga ke depannya?

Dalam jangka menengah-panjang, saham BUMI berpeluang bergerak ke Rp3.500. Sebab, pergerakan BUMI lebih cepat daripada ADRO. Namun, tercapai tidaknya sangat tergantung, pada harga saham ini pada akhir Juni mendatang ditutup di level berapa. Sebab, investor selalu membandingkan harga pertengahan tahun ini (akhir Juni), dengan pertengahan 2009 lalu.

Pada mulanya, investor mengacu pada indikator laporan keuangan kuartal pertama 2010, lalu kuartal kedua. Karena itu, indikator Juni ini bisa jadi acuan memprediksi harga saham di akhir Desember 2010.

Misalnya, jika Juni 2009 harga BUMI di level Rp1.000 dan Desember tutup di Rp2.500, artinya ada selisih Rp1.500. Karena itu, jika pada Juni 2010 ditutup di Rp2.500, pada Desember 2010 bisa berada di Rp3.500 atau Rp4.000.

Namun, angka itu bisa dicapai jika tidak terjadi krisis apapun. Level Rp3.500 untuk long term sangat reasonable untuk BUMI. Tapi, hari ini, BUMI akan terkoreksi tipis, 25-50 poin. baru kemudian mengejar Rp2.900.

Bagaimana dengan ADRO?

Prospek saham ADRO masih cerah. Untuk mid and long term (hingga akhir Juni 2010) ADRO bisa mencapai Rp2.500. Sedangkan untuk jangka panjang (hingga akhir tahun), bisa mencapai Rp3.500. Bahkan, jika level Rp2.500 berhasil ditembus akhir Juni, bisa saja level itu dicapai di September.

Apa yang bisa mendorong penguatan harga saham kedua emiten itu?

Semua target price itu, bisa dicapai saat IHSG ^JKSE di level Rp3.000. Saya optimistis angka itu bisa dicapai. Sebab, IHSG saat ini sudah mengarah ke level 3.000. Karena itu, indeks Rabu (12/5) lalu sudah kembali ke level 2.847. Saya perkirakan, level resistance indeks berada di 2.950-3.000 kembali. Sedangkan level support berada di 2.800. Angka ini sudah kembali ke level harga normal sebelum Sri Mulyani Indrawati mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan.

Bagaimana dengan harga komoditas?

Selain karena penguatan indeks, fundamental kedua emiten ini mendapat topangan dari tingginya harga batubara. Sebab, demand atas komoditas ini sangat tinggi dan terus meningkat. Karena itu, saat harga minyak mentah naik, batubara sebagai substitusinya akan terkerek naik.

Pekan lalu, harga batubara Newcastle berada di US$108 per metrik ton. Meskipun pekan ini turun tipis ke US$106 per metrik ton, tapi batubara tetap di atas US$100. Saat harga minyak naik, yang dicari adalah substitusinya. Salah satunya adalah batubara baik briket maupun cair sehingga harganya terkerek naik.

Saat ini, mayoritas konsumen batubara adalah India dan China terutama untuk pembangkit listrik. Saat yang sama, ADRO dan BUMI telah menandatangani kontrak jangka panjang. Artinya, kedua korporasi ini akan mensuplai batubara ke kedua negara itu. Karena itu, kenaikan harga batubara saat ini lebih karena real demand daripada faktor spekulasi.

PLN pun nantinya akan menggunakan batubara sebagai pembangkit, sebelum komoditas ini habis diekspor. Pemerintah pun akan melakukan kontrak dengan harga sangat kompetitif dengan harga luar. Saat ini, batubara diekspor karena di luar harganya lebih kompetitif.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan trading buy, baik untuk BUMI maupun ADRO. Sebab, kedua saham ini sangat aktif beberapa hari terakhir. [jin/ast]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: