pantesan disuruh analis tahan adro : 020510


Pendapatan Penambangan Batu Bara ADRO Melonjak 95%
Minggu, 2 Mei 2010 – 08:36 wib
Wilda Asmarini – Okezone

JAKARTA – Pendapatan divisi penambangan dan perdagangan batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mewakili 92,7 persen dari total pendapatan di kuartal pertama 2010. Pendapatan divisi ini meningkat 95 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Gabungan pendapatan divisi penambangan dan perdagangan batu bara, yang meliputi PT Adaro Indonesia (AI) dan Coaltrade Services International Pte Ltd. (CTI) pada kuartal pertama 2010 ini menurun 6,3 persen menjadi Rp5,8 triliun.

“Tetapi, bila pengaruh nilai tukar ditiadakan, pendapatan dari divisi ini meningkat 18 persen menjadi USD628,4 juta,” kata Sekretaris Perusahaan Adaro Andre J Mamuaya, dalam siaran pers yang diterima okezone, di Jakarta, Minggu (2/5/2010).

Sementara untuk jasa penambangan yang ditangani oleh kontraktor penambangan perusahaan PT Saptaindra Sejati (SIS), meningkatkan pendapatan sebesar 11 persen, sehingga menjadi Rp296 miliar di kuartal pertama 2010. Dalam USD, pendapatan untuk jasa penambangan meningkat 39 persen menjadi USD31,9 juta.

“Kami sangat gembira dengan peningkatan kontribusi pendapatan dari SIS untuk Adaro Energy, dan kami berharap bahwa hal ini dapat terus berlanjut,” ungkap Direktur Operasional Adaro Chia Ah Hoo.

Adapun bisnis lain dari Adaro Energy meliputi PT Alam Tri Abadi (ATA), kontraktor lalu lintas air PT Sarana Daya Mandiri (SDM), operator terminal batubara PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), divisi tongkang dan pemuatan/pengangkutan kapal, yang terdiri dari Orchard Maritime Logistics Pte Ltd (KOML), PT Harapan Bahtera Internusa (HBI) dan PT Maritime Barito Perkasa (MBP).

“Total pendapatan dari bisnis lainnya meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp162,9 miliar dari Rp53,9 miliar tahun lalu,” tuturnya.

Kenaikan tersebut sebagian disebabkan karena penyertaan pendapatan dari divisi tongkang dan pemuatan atau pengangkutan kapal yang diakuisisi pada Mei 2009.

Sementara untuk biaya penambangan Adaro Energy meningkat 4,4 persen atau Rp79 miliar, menjadi Rp1,8 triliun, terutama karena peningkatan target nisbah kupas (stripping ratio) dari 4,75 menjadi 5,0 pada tahun ini serta jarak angkut lapisan penutup yang lebih jauh.

“Pada kuartal pertama 2010, karena pencapaian tingkat pemindahan lapisan yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih cepat, Adaro memfokuskan perhatian pada ekstraksi batu bara,” lanjutnya.

Akibatnya, menurutnya nisbah kupas aktual, yang mengukur volume lapisan penutup yang diambil per unit batu bara yang diambil, menurun menjadi 4,3, terutama karena penurunan kegiatan pengupasan selama musim hujan. “Tetapi target nisbah kupas, yang merupakan penentu biaya kas, tetap pada angka 5,0,” ujarnya.

Selain itu, penandatanganan kontrak swap bahan bakar dengan suatu bank internasional terkait penetapan harga bagi sekira 80 persen kebutuhan bahan bakar Adaro untuk 2010 memastikan bahwa biaya bahan bakar Adaro akan tetap berada dalam kisaran anggaran dan membantu Adaro untuk mencapai harga bahan bakar rata-rata yang lebih rendah selama kuartal pertama 2010.(ade)
Kuartal I, Laba Adaro Turun 25%
Pendapatan bersih perseroan dalam rupiah juga turun empat persen menjadi Rp 6,3 triliun.
SABTU, 1 MEI 2010, 23:29 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar enam persen menjadi US$ 93 juta selama kuartal I-2010 dibanding periode sama 2009. Penurunan laba terutama karena

beban bunga yang lebih tinggi.

Namun, setelah dilakukan penjabaran ke mata uang rupiah, laba bersih Adaro turun 25 persen menjadi Rp 861 miliar, sehingga menghasilkan laba bersih per saham dasar (EPS) sebesar Rp 26,9.

Sementara itu, pendapatan bersih selama periode itu mencatatkan rekor, yakni US$ 677,9 juta. Pendapatan perseroan itu naik 21 persen dibanding periode sama 2009, karena peningkatan volume produksi dan penjualan, meski harga jual rata-rata turun.

Karena penjabaran (translasi) mata uang, pendapatan bersih perseroan dalam rupiah turun empat persen menjadi Rp 6,3 triliun.

Dalam siaran pers Adaro yang diterima VIVAnews di Jakarta, Sabtu 1 Mei 2010 disebutkan, semua anak perusahaan Adaro Energy melaporkan akun dalam dolar AS, karena sebagian besar pendapatan, biaya, dan utang anak-anak perusahaan tersebut juga dalam mata uang dolar AS.

Tetapi, Adaro Energy melaporkan kinerja keuangan dalam rupiah. Sedangkan rupiah menguat 20 persen selama kuartal I-2010.

“Kami memiliki awal yang baik pada 2010, dengan tetap mengikuti jalur dan melanjutkan kinerja kuartal IV-2009 dengan baik,” kata Direktur Utama Adaro Energy Garibaldi Thohir dalam siaran pers itu.

Kinerja yang baik itu, dia melanjutkan, tercermin pada peningkatan volume produksi sebesar 26 persen dan peningkatan volume penjualan 31 persen.

“Kami berada pada jalur yang tepat untuk pencapaian target 2010,” ujar Garibaldi Thohir.

Wakil Direktur Utama Adaro Energy Christian Ariano Rachmat menambahkan, dengan struktur permodalan yang utuh, prospek permintaan batu bara yang baik, dan kinerja operasional yang kokoh, perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan secara organik.

“Kami juga melakukan peningkatan efisiensi dan integrasi vertikal, serta investasi strategis pada deposit batu bara Indonesia yang berkelas dunia,” tutur dia. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Laba Bersih Adaro Energy Turun 6%
Sabtu, 1 Mei 2010 – 16:49 wib

Wilda Asmarini – Okezone

JAKARTA – Laba bersih PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tercatat menurun enam persen atau sebesar USD93 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelum. Hal ini utamanya disebabkan beban bunga yang lebih tinggi.

Setelah dilakukan penjabaran mata uang, laba bersih menurun 25 persen menjadi Rp861 miliar, sehingga menghasilkan laba bersih per saham dasar (basic EPS) sebesar Rp26,9 per lembar saham.

“Dengan struktur permodalan yang utuh, prospek permintaan batu bara yang baik, dan kinerja operasional yang kokoh, kami akan terus berfokus pada pertumbuhan secara organik, peningkatan efisiensi dan integrasi vertikal, serta melakukan investasi strategis pada deposit batu bara Indonesia yang berkelas dunia,” tutur Wakil Direktur Utama Adaro Energy Christian Ariano Rachmat, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Sabtu (1/5/2010).

Kendati demikian, perseroan melaporkan pendapatan bersih konsolidasi yang tidak diaudit pada kuartal pertama 2010 meningkat 21 persen mencapai USD677,9 juta. Peningkatan tersebut disebutkan karena terjadinya peningkatan volume produksi dan penjualan, meski harga jual rata-rata menurun.

“Kami memiliki awal yang baik di 2010, dengan tetap mengikuti jalur dan melanjutkan kinerja kuartal keempat 2009 yang baik, seperti yang tercermin pada peningkatan volume produksi sebesar 26 persen dan peningkatan volume penjualan sebesar 31 persen. Kami berada pada jalur yang tepat untuk pencapaian target di tahun 2010.” jelas Direktur Utama ADRO Garibaldi Thohir.

Adapun volume produksi pada kuartal pertama 2010 sebesar 11,36 juta ton, meningkat 25,8 persen dari kuartal pertama pada 2009 sebesar 9,03 juta ton.

Sementara volume penjualan pada kuartal pertama 2010 ini mencapai 11,46 juta ton dari 9,03 juta ton pada tahun sebelumnya (year on year/ yoy) atau meningkat 31,3 persen.

Peningkatan pendapatan bersih ini juga dikarenakan penjabaran (translasi) mata uang, pendapatan bersih dalam nilai rupiah menurun empat persen atau Rp6,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,5 triliun. “Dengan kondisi pasar yang lemah pada awal 2009, harga jual rata-rata Adaro pada kuartal pertama 2010 sedikit menurun,” katanya.

Harga jual rata-rata Adaro yang tinggi pada kuartal pertama 2009 disebabkan karena kondisi pasar yang kuat pada awal 2008, di mana pada saat itu dilakukan penetapan harga untuk 2009.(ade)
Cadangan Batu Bara ADRO di Maruwai 774 Juta Ton
Jum’at, 23 April 2010 – 13:29 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjelaskan jika cadangan (reserve) batu bara dari Kalimantan Coal Project (Maruwai, Kalimantan Tengah) adalah sebanyak 774 juta ton.

“Cadangan di sana sebanyak 774 juta ton,” jelas Direktur dan Corporate Secretary ADRO Andre J Mamuya usai RUPS di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Jumat (23/4/2010).

Sebagaimana diketahui, perseroan telah menjadi mitra dari BHP Billiton dalam mengelola kuasa pertambangan (KP) tersebut. Di mana BHP memiliki sebanyak tujuh KP di proyek tersebut. “Kita punya 25 persen dari tujuh KP yang dimiliki BHP Billiton,” ungkap Presdir ADRO Boy Garibaldi Thohir.

Pihaknya dipilih menjadi partner BHP di Indonesia. Di mana sebuah perusahaan sebesar BHP, ketika memilih partner prosesnya transparan dan ketat. “Kami ikut karena sesuai dengan visi kami yang kami ingin menjadi perusahaan tambang batu bara dan energi terbesar di Asia Tenggara, dengan menjadi mitra BHP sangat membanggakan,” papar Boy.

Di sisi lain, anggaran belanja modal (capex) pada 2010 ini adalah sebesar USD200 juta. “Itu di luar pembangunan power plant, untuk itu sudah di-budget-kan sebelumnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, jika pada 2010 ini pihaknya menganggarkan sebesar USD65 juta untuk power plant tersebut. Adapun untuk total investasi power plant tersebut adalah USD160 juta. “Construction mungkin selesai akhir 2011 atau awal 2012,” katanya.

Boy menegaskan, jika posisi kas perseroan sekarang ini cukup kuat sebesar USD1 miliar. Dengan demikian, funding untuk Kalimantan Coal Project (Maruwai), capex, serta pembangkit power plant nampaknya tidak masalah. “Cash on hand kita ada USD1 miliar, itu pengembangan dan opportunity, baik eksternal dan internal,” paparnya.

Dia juga kembali mengatakan jika produksi batu bara perseroan pada kuartal I-2010 adalah sebesar 11,36 juta metrik ton. “Produksi kita itu on track untuk mencapai target kita,” jelasnya.

Dia mengatakan, target perseroan adalah sebesar 45-46 juta ton pada 2010 ini. Dan secara organik dia menargetkan jika target perseroan pada 2014 adalah sebesar 80 juta ton.
(ade)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: