there’s blood in the street, bow ADRO … 200410


20/04/2010 – 06:42
Prediksi IHSG
BoW Beberapa Saham ‘Big Cap’
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (20/4) masih akan tertekan. Investor disarankan buy on weakness pada saham ADRO, ANTM, TLKM dan INDF.

Analis Bumiputra Capital Ridwan Novayanto memprediksikan, IHSG masih akan tertekan pada perdagangan hari ini. Masih ada reaksi negatif dari kasus Goldman Sachs meski tidak terlalu mengkhawatirkan, terutama karena Indonesia masih menjadi pilihan penempatan dana. “Pasar sebaiknya wait and see dulu dan tidak melakukan pembelian dengan agresif,” ujarnya kepada INILAH.COM, Senin (19/4) petang.

Menurut Ridwan, masalah Goldman sebenarnya telah terjadi sejak 2008 lalu. Namun ketika krisis, tak semua berita buruk dikeluarkan. Apalagi peran Goldman sangat besar, dengan investasi yang banyak. Kasus ini, lanjutnya, sengaja dikeluarkan pada kondisi pasar saat ini yang sudah terlalu tinggi dan tidak mempunyai alasan untuk koreksi.

Ia menilai, ada kemungkinan berita ini dipublikasikan untuk membuat saham terkoreksi sehingga pergerakannya menjadi wajar lagi. Dengan demikian, maka koreksi bursa tidak terlalu mengkhawatirkan, terutama karena mayoritas data-data perekonomian AS membaik. “Tak ada potensi terjadi krisis seperti 2007-2008 lalu,” ulasnya.

Namun ada reaksi negatif yang merupakan kelanjutan kasus Goldman, karena bursa Asia lebih dahulu anjlok ketimbang pasar Barat seperti Wall Street. Ada kemungkinan profit taking, karena koreksi di bursa akibat kasus Goldman ini dimanfaatkan oleh pelaku pasar. “Aksi ambil untung juga akan berlangsung terbatas,” ujar Ridwan.

Ridwan mengatakan, tak ada yang perlu dikhawatirkan karena Indonesia masih akan menjadi pilihan penempatan dana di emerging market seiring peringkat kredit yang terus membaik. “Tahun ini, Indonesia diprediksikan bisa mencapai rating investment grade,” imbuhnya.

Pada kondisi seperti ini Ridwan menganjurkan wait and see karena volume transaksi masih tipis. Saham yang direkomendasikan adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan PT Indofood Sukses Makmur(INDF). “Buy on weakness pada saham-saham tersebut,” katanya.

Saham TLKM direkomendasikan karena masih undervalue dan belum ada kenaikan. Sementara ANTM, secara teknikal mengindikasikan bisa mengarah ke Rp2.650 per lembar saham. Hal ini mungkin terwujud, didukung kenaikan harga emas dan nikel yang jauh lebih cepat ketimbang minyak mentah. “Sehingga ANTM bisa membukukan marjin keuntungan yang tinggi,” ulasnya.

ADRO masih harus menunggu koreksi berikutnya. Saham ini direkomendasikan karena ada kemungkinan antisipasi harga batubara yang mencapai US$85-90 per ton untuk 2010. ADRO bisa mendapatkan harga tertinggi.

Sedangkan saham INDF, secara teknikal sedang menantikan sinyal pembalikan arah dari konsolidasi ke uptrend. Hal ini didukung faktor fundamental, di mana inflasi terjaga rendah dan target pemerintah untuk mengendalikan inflasi akan meningkatkan daya beli masyarakat. “INDF akan diuntungkan hal ini,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (19/4), IHSG ditutup anjlok 38,246 poin (1,32%) ke level 2.840,425. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup aktif, dimana volume transaksi mencapai 4,848 miliar lembar saham, senilai Rp3,996 triliun dan frekuensi 106.026 kali. Sebanyak 57 saham naik, 176 turun dan 51 saham stagnan.

Beberapa saham tambang yang melemah antara lain PT Indo Tambang (ITMG) turun Rp1.250 ke Rp38.200, PT Bukit Asam (PTBA) merosot Rp550 menjadi Rp17.400 dan PT Bumi Resources (BUMI) anjlok Rp75 ke Rp2.350.

Emiten lain yang melemah antara lain PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp650 ke Rp23.200, PT Indocement (INTP) terkoreksi Rp500 menjadi Rp14.450, serta PT United Tractors (UNTR) turun Rp300 ke Rp19.150.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Bir Bintang (MLBI) naik Rp3.000 ke Rp167.000, PT Anker Bir (DLTA) terangkat Rp2.000 ke Rp77.000, PT Astra International (ASII) melambung Rp200 menjadi Rp43.100, PT Goodyear (GDYR) menguat Rp200 ke Rp14.000,dan PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp50 ke Rp27.100. [ast/mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: