adro@bhpindon, lanjutkan …100410


‘Akuisisi tambang Maruwai tidak masalah’

JAKARTA: Pemerintah meng isya ratkan setuju terhadap per uba­han saham BHP Billiton pa da Indonesian Coal Project (ICP), setelah 25% saham pada tujuh konsesi tambang Maruwai seluas 355.000 hektare di Kalteng dan Kaltim itu diakuisisi anak per usa­ha an PT Adaro Energy Tbk.
Direktur Jenderal Mineral, Batu Ba ra, dan Panas Bumi Ke men te­ri an Energi dan Sumber Daya Mi ne ral (ESDM) Bambang Setiawan mengungkapkan proses transaksi jual beli saham BHP Billiton tidak jauh berbeda dengan perusahaan lainnya.

“Saya lihat tidak ada masalah. Biasa-biasa saja. Saya memang be­lum menerima surat [per ubah an komposisi kepemilikan sa ham] dari mereka [BHP Billiton], te tapi tidak ada masalah. Itu kan tran­saksi biasa,” ujarnya, ke ma rin.

Seperti diketahui, PT Alam Tri Abadi-anak perusahaan PT Ada ro Energy Tbk, akhirnya ber hasil mengakuisisi 25% saham di tu juh konsesi tambang batu bara Ma ruwai. Adapun 75% sa ham tetap dimiliki oleh BHP Bil liton-perusahaan asal tam bang Aus tra lia itu.

BHP Billiton dan per usa haan Adaro itu akan membentuk per usa­haan patungan (joint ven ture/JV) Indonesian Coal Project (ICP). Kerja sama ini juga di setujui oleh BHP Minerals Hol dings Pty Ltd dan BHP Minerals International Exploration Inc.

Indra Diannanjaya, Manajer Hu bungan Eksternal PT BHP Billiton Indonesia, meng ungkap kan komposisi kepemilikan BHP Bil liton pada Indonesian Coal Project (ICP) secara otomatis ber ubah dengan adanya perusahaan pa tungan tersebut.

“Kami akan melaporkannya [transaksi jual beli saham] ke pa da pemerintah karena terkait de ngan perubahan komposisi pe me gang saham,” tuturnya.

Namun, Indra Diannanjaya ti dak bersedia mengungkapkan harga nilai transaksi penjualan 25% saham proyek tambang Ma ru wai tersebut dengan dalih me nunggu persetujuan pemerintah.

“Kami tidak bisa men-disclose ni lai transaksinya karena masih ha­rus ada persetujuan pe me rintah untuk proses pengalihan sa­hamnya. Sekali lagi, saya min ta maaf untuk itu [nilai transaksi 25%],” kata Indra.

Di Indonesia, BHP Billiton mem bawahi tujuh perusahaan tam bang besar, yang memiliki izin perjanjian karya peng usa ha an pertambangan batu bara (PKP2B).

Lima perusahaan itu di an ta ra nya ter sebar di Kalteng, yaitu di PT La hai Coal, PT Maruwai Coal, PT Julai Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Sumber Barito Coal. Adapun dua perusahaan lainnya di Kal tim, yakni PT Pariho dan PT Ra tan Coal.

Sebelumnya, sejumlah investor me nyatakan minatnya untuk mengakuisisi saham BHP Billiton di proyek tambang Maruwai, se­perti PT Indika Energy Tbk, PT Ba yan Resources Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Aneka Tam bang Tbk, Bukit Asam, Itochu Indonesia, dan satu per usa­haan asal China.

Bahkan, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) siap mengakuisisi 100% proyek tambang batu bara BHP Billiton dengan menggandeng PT Timah Tbk, PT Aneka Tambang Tbk (An tam), dan Rajawali Corpo ra tion.

Oleh Nurbaiti
Bisnis Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: