ikut arus utama cari LABA, adro n elsa :) 010410


Chart for Adaro Energy Tbk. (ADRO.JK)

ADRO: Masuk dalam Joint Venture Maruwai

BHP Billiton menggandeng PT Adaro Energy Tbk (ADRO) untuk menggarap konsesi tambang batubara Maruwai, Kalimantan Tengah dan Timur dengan luas lahan sekitar 355.000 hektar. Kerja sama tersebut dilakukan melalui pembentukan joint venture antara BHP Minerals Holdings Pty dan BHP Minerals International Exploration Inc bersama PT Alam Tri Abadi, unit usaha Adaro untuk mengembangkan Indonesian Coal Project (ICP).

Perjanjian pembentukan kerja sama baru PT Adaro Energy Tbk (ADR)) bersama BHP Billiton terkait Indonesian Coal Project (ICP) tidak termasuk transaksi material. Adaro memenangi penawaran penjualan 25% saham proyek pertambangan batu bara Maruwai di Kalimantan Tengah dan Timur milik BHP Billiton melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) BHP Minerals Holdings Pty. LTd dan BHP Minerals International Exploration Inc., serta PT Alam Tri Abadi, anak perusahaan Adaro telah menandatangani perjanjian mengikat untuk membentuk kerja sama ICP. Adaro akan memiliki 25%, dengan membeli 25% saham pada masing-masing perusahaan, yaitu PT Maruwai Coal, PT Juloi Coal, PT Kalteng Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Lahai Coal, PT Ratah Coal, dan PT Pari Coal. BHP memegang 75% lainnya.

Saham apa yang menarik hari ini?
Kamis, 01/04/2010 06:23:03 WIBOleh: Hery Trianto
JAKARTA (Bisnis.com): Sejumlah perusahaan sekuritas mengirimkan rekomendasi saham yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda memilih untuk mengambil aksi jual, beli atau investasi saham lain hari ini.

Tentu saja keputusan untuk melakukan transaksi apapun sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Dalam membuat keputusan investasi, pembaca membuat penilaian independen.

Trimegah Securities:
Sentimen regional yang cenderung flat dan IHSG yang berada di area resisten dari target trading range membuat pelaku pasar mulai merealisasikan keuntungannya. Stochastic yang dalam tren turun masih membuka peluang tekanan jual. Untuk hari ini, indeks diperkirakan masih tertekan dan bergerak di kisaran 2.745-2812.

Panin Sekuritas:
IHSG kemarin bergerak melemah akibat aksi profit taking terhadap saham unggulan. Euforia dirilisnya laporan keuangan emiten pada 2009, tampaknya berakhir dan telah terefleksikan dalam kenaikan 2 pekan terakhir. Investor asing tercatat mulai melakukan aksi jual setelah beberapa pekan terakhir melakukan aksi beli secara masif. Menjelang libur panjang akhir pekan, kami melihat tekanan terhadap indeks masih berlanjut. Indeks diproyeksikan bergerak dalam kisaran support-resistance 2.745-2.800.

Kresna Securities:
IHSG kemungkinan bergerak mixed di sekitar titik resistant 2.783. Sinyal koreksi terlihat pada indikator teknis seperti MACD yang bergerak turun dari sebelumnya 54,6 menjadi 52,8 serta stochastic yang juga bergerak turun menjadi 69,6. Kisaran pergerakan untuk hari ini berada di antara 2.754-2.805.

Sinarmas Sekuritas:
IHSG melemah pada perdagangan kemarin akibat aksi jual yang dilakukan pemodal terhadap sejumlah saham papan atas. Untuk hari ini katalis bagi indeks adalah pengumuman data inflasi Maret 2010. Rentang gerak IHSG antara 2.760- 2.814. Buy : ADRO, TLKM, BBNI, JSMR.
Laba emiten 2009 naik 41%
Astra pertahankan posisi teratas

JAKARTA: Emiten nasional membukukan laba bersih akumulatif Rp108,77 triliun tahun lalu, naik 41,66% dari total laba bersih 2008 sebesar Rp76,78 triliun.
Efisiensi, penjualan aset, dan laba kurs dinilai menjadi kunci di balik kinerja tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis Indonesia Intelligence Unit (BIIU), sebanyak 284 dari 399 perusahaan yang mencatatkan saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melaporkan kinerja keuangan.

Sebanyak 244 perusahaan atau sekitar 86% dari jumlah perusahaan tersebut masih melaporkan laba bersih, dan hanya 40 perusahaan yang menghadapi kenyataan pahit harus merugi.

Jika dirata-rata, emiten tersebut meraup laba bersih Rp382,98 miliar per perusahaan, atau tumbuh 41,67% dibandingkan dengan rerata laba bersih setahun sebelumnya senilai Rp270,34 miliar.

Pertumbuhan fantastis tersebut terjadi di tengah kenaikan pendapatan mereka yang sangat tipis. Total pendapatan seluruh emiten pada tahun lalu hanya tumbuh sebesar 3,95%, dari Rp951,56 triliun pada 2008 menjadi Rp989,15 triliun.

Analis PT Sucorinvest Central Gani Frederic Daniel Tanggela menilai lonjakan kinerja positif tersebut perlu dicermati lebih mendalam, untuk mengetahui apakah benar berasal dari lonjakan kinerja operasional atau disumbang pendapatan lain-lain.

“Banyak faktor nonoperasional yang memengaruhi kinerja tahun lalu. Ada beberapa emiten yang labanya melonjak berkat laba kurs, atau penjualan aset. Jadi, emiten tidak boleh overconfidence,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia memberi contoh PT Elnusa Tbk yang meraih Rp589 miliar dari pelepasan aset PT Infomedia Nusantara. PT Perusahaan Gas Negara Tbk, di sisi lain, membukukan keuntungan dari laba kurs signifikan yang mencerminkan tak hanya mengandalkan efisiensi.

Kinerja operasional yang positif, lanjut Frederic, rata-rata dibukukan emiten yang bisnisnya terfokus pada pasar dalam negeri, dan tidak berorientasi ekspor. Resesi ekonomi global dinilai masih menjadi faktor utama penekan kinerja ekspor nasional.

Konglomerasi PT Astra International Tbk yang produk utamanya berpangsa pasar nasional tetap merajai perolehan laba bersih tahun lalu senilai Rp10,04 triliun, atau setara dengan 13,56% dari laba bersih seluruh emiten yang telah melaporkan kinerja keuangan.

Bahkan, Astra menjadi satu-satunya emiten sektor riil yang menyelinap di antara 10 emiten bernilai aset terbesar di Indonesia, yang selama ini dikuasai emiten-emiten bank.

Dari daftar top ten pencetak laba terbesar tersebut, ada tiga emiten yang merupakan BUMN, yakni Bank Mandiri, BRI, dan Semen Gresik.

Sebaliknya, PT Mobile-8 Telecom Tbk menjadi emiten yang mengalami kerugian terbesar mencapai Rp724 miliar, meski rugi tersebut terhitung membaik 32,32% dibandingkan dengan rugi bersih 2008 yang menembus Rp1,07 triliun.

Emiten grup Bimantara tersebut masih bergulat dengan persoalan utang, dan terpaksa mengakui gagal membayar bunga ke-12 plus denda ke-9 tahap kedua untuk obligasi I/Mobile-8 yang terbit pada 2007.

Dari sisi operasional, analis PT Reliance Securities Tbk Gina Novrina Nasution menilai rugi bersih Mobile-8 disebabkan oleh ketatnya persaingan bisnis seluler, sedangkan Astra meraih kinerja positif akibat kuatnya daya beli konsumen di tengah inflasi rendah dan keanekaragaman lini bisnis.

Kenaikan terpesat

Direktur Utama Astra Prijono Sugiarto menyebutkan capaian laba yang merupakan rekor tertinggi perseroan itu dipicu kuatnya pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,5% sehingga menopang penyerapan konsumen domestik pada 2009.

Dari sisi pertumbuhan, tiga emiten lapis kedua membukukan lonjakan kerja signifikan yakni PT Dynaplast Tbk, PT Mitra Investindo Tbk, dan PT Goodyear Indonesia Tbk.

Pertumbuhan tertinggi di jajaran 10 emiten yang berkinerja terbaik diraih PT Adaro Energy Tbk.

Direktur Utama Adaro Garibaldi Thohir mengatakan lonjakan laba tersebut dipicu realisasi harga jual batu bara yang lebih tinggi dan peningkatan volume produksi batu bara. Akibatnya, pendapatan usaha naik 49% menjadi Rp26,9 triliun.

Gina menilai tahun ini sektor konsumsi, infrastruktur dan perbankan masih akan menduduki posisi teratas perolehan laba bersih.

Dua industri rokok yaitu PT HM Sampoerna Tbk dan PT Gudang Garam Tbk juga menduduki posisi sepuluh besar teratas perolehan laba bersih seluruh emiten. Namun, Gina menduga fatwa haram rokok bisa memengaruhi kinerja kedua emiten itu pada kuartal I/2010.

Kepala Riset PT Valbury Asia Securities Krishna Dwi Setiawan menilai keberadaan Sampoerna dan Gudang Garam dalam daftar top ten bukan sesuatu yang mengejutkan.

“Dengan suku bunga yang relatif rendah menyebabkan permintaan terhadap rokok tidak terganggu. Tapi lain lagi ceritanya kalau suku bunga naik.” (08/10) (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: